WAKIL Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa Indonesia semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi unggulan pariwisata berbasis alam dan budaya. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada pembukaan DXI 2026 yang digelar di Hall B Jakarta International Convention Center, Kamis (23/4/2026).
Dalam paparannya, Ni Luh mengungkapkan bahwa sekitar 75 persen wisatawan datang ke Indonesia untuk menikmati wisata alam. Angka tersebut dinilai semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi yang mengandalkan kekayaan alam dan budaya.
“Wisatawan datang ke Indonesia 75% untuk berwisata alam, dengan persentase itu semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata berbasis alam dan juga berbasis budaya,” ujarnya.
Baca juga: Pameran DXI 2025 Bertemakan DAREtoXPLORE: Extreme Beauty Indonesia
DXI 2026 Dorong Pariwisata Berbasis Alam dan Budaya Indonesia
Ia juga menyebut sektor pariwisata berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan kisaran kontribusi antara 1,5 persen hingga 32 persen. Kontribusi ini turut didukung oleh lebih dari 2.000 desa pesisir yang telah mengembangkan potensi wisata sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi lokal.

Lebih lanjut, Ni Luh menjelaskan adanya perubahan tren wisatawan yang kini tidak hanya mencari kebahagiaan, tetapi juga pengalaman yang lebih mendalam.
“Dulu wisatawan datang ke Indonesia for happiness, sekarang mereka mencari experience, pengalaman batin, spiritual, dan sesuatu yang bisa mereka bawa pulang,” katanya.
Menurutnya, wisatawan saat ini cenderung mencari pengalaman yang lebih personal dan autentik, seperti terhubung langsung dengan alam, budaya, serta masyarakat lokal. Aktivitas seperti menyelam (diving), selancar (surfing), trekking, hingga wisata keluarga berbasis alam menjadi pilihan utama.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya aspek keselamatan dan keamanan sebagai kunci daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. Pemerintah, kata dia, terus melakukan pelatihan dan sertifikasi bagi pemandu wisata profesional (pro guide) serta pelaku industri pariwisata lainnya.
“Pelatihan terus dilakukan dari tahun ke tahun. Tahun lalu fokus pada wisata gunung, dan tahun ini akan diperluas ke wisata pantai,” jelasnya.
Sementara itu, DXI 2026 sebagai pameran terbesar di Indonesia yang mengusung tema diving, marine tourism, adventure, dan lifestyle, menjadi wadah strategis untuk mempromosikan potensi wisata bahari dan petualangan Tanah Air. Ajang ini berlangsung selama empat hari, mulai Kamis (23/4/2026) hingga Minggu (26/4/2026).
Selama penyelenggaraan, DXI 2026 menghadirkan berbagai kegiatan interaktif, mulai dari pameran perlengkapan diving dan outdoor, talkshow inspiratif, hingga simulasi dan aktivitas edukatif yang melibatkan komunitas pecinta alam dan wisata petualangan.
Dengan kehadiran DXI 2026, diharapkan semakin memperkuat daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman yang bermakna bagi wisatawan global. [Din]





