• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 12 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Info

Dukung Upaya Pemerintah Percepat Penurunan Stunting, Adara Rilis Program TUNAS

21/02/2023
in Info
Dukung Upaya Pemerintah Percepat Penurunan Stunting, Adara Rilis Program TUNAS
89
SHARES
683
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

LEMBAGA kemanusiaan yang berfokus kepada perempuan dan anak-anak, Adara Relief International merilis program TUNAS (Turunkan Angka Stunting). Program tersebut diharapkan dapat menjadi katalisator

dalam membantu masyarakat untuk melahirkan generasi yang sehat dengan gizi,
pangan, dan sanitasi yang baik.

Baca Juga: Adara Relief International Canangkan Tiga Pilar Program Kemanusiaan untuk Hadapi Kemungkinan Resesi 2023

Dukung Upaya Pemerintah Percepat Penurunan Stunting, Adara Rilis Program TUNAS

Dalam rangkaian peringatan Milad Adara ke 15 tahun, pada 6 Februari 2023 Adara mendistribusikan paket protein kepada 11 anak di Desa Waru Jaya, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Bogor.

Kegiatan ini menjadi bagian dari perhatian Adara sebagai lembaga kemanusiaan peduli anak dan perempuan.

Selain itu, sebagai upaya mendukung Pemerintah Indonesia dalam menurunkan angka stunting.

Adara berkomitmen untuk turut berperan aktif dalam menurunkan prevalensi stunting di
Indonesia dengan merilis program TUNAS.

Program TUNAS difokuskan pada pemenuhan gizi anak dan ibu hamil, pembangunan
sumur untuk memudahkan akses air bersih, serta pembangunan fasilitas mandi cuci
dan kakus (MCK).

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat dipastikan tepat sasaran dan berdampak positif pada program pemerintah.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan
gizi kronis dan infeksi berulang yang terjadi dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Berdasarkan grafik pertumbuhan WHO, kondisi stunting pada seorang anak ditandai
dengan tinggi dan berat badannya berada di bawah standar deviasi (SD) yang telah
ditetapkan, atau kurang dari ketinggian dan berat normal anak seusianya (2015).

Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan seorang anak terhambat.
Bahkan pemerintah telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan
target penurunan yang signifikan dari kondisi 21,6% pada 2022 menjadi 14% pada
2024.

Desa Waru Jaya menjadi salah satu wilayah intervensi Adara setelah program ini dirilis.

Intervensi gizi spesifik dilakukan terhadap 11 anak yang tinggi badan atau panjang
badan menurut usia lebih dari dua standar deviasi di bawah median kurva standar
pertumbuhan anak WHO.

Data ini diperoleh dengan bekerja sama antara Tim Penggerak PKK Desa Waru Jaya, Tim Posyandu Flamboyan, dan Kader Pembangunan Masyarakat (KPM).

Bantuan yang diberikan berupa pemberian asupan gizi protein hewani seperti telur,
daging ayam, dan daging sapi, yang dapat diolah menjadi makanan bergizi.

Kurangnya asupan protein hewani merupakan salah satu faktor penyebab stunting seperti yang dialami oleh Sinta (22), ibu dari 2 anak yang masih dalam masa 1000 HPK dari Desa
Waru Jaya.

Sinta menikah pada usia muda dengan jarak antara anak pertama dan kedua kurang dari dua tahun.

Akibat kurangnya wawasan tentang pentingnya kesehatan anak, menyebabkan berat badan anaknya tidak mencapai standar
pertumbuhan anak.

Kelahiran anak dari perempuan remaja berusia di bawah 19 tahun dapat beresiko anak
mengalami stunting.

Menurut studi organisasi kesehatan dunia (WHO) di Indonesia menyebutkan salah satu penyebab masalah stunting di Indonesia adalah tingginya angka anak yang lahir dari ibu di bawah 19 tahun dan jarak kelahiran terlalu dekat.

Laporan penelitian menyebutkan sekitar 1.220.900 anak Indonesia mengalami
pernikahan dini.

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa pengaturan jarak kelahiran berpengaruh
signifikan terhadap stunting pada anak.

WHO merekomendasikan agar jarak satu anak
dengan anak setelahnya adalah minimal dua tahun sembilan bulan.

Periode emas anak sudah dimulai sejak janin terbentuk sampai kemudian lahir, terutama hingga usia dua tahun.

Sanitasi secara tidak langsung juga mempengaruhi gizi anak.

Sanitasi yang buruk dapat menimbulkan penyakit infeksi pada anak seperti diare dan kecacingan yang dapat mengganggu proses pencernaan dalam proses penyerapan nutrisi.

Jika kondisi ini terjadi dalam waktu lama dapat mengakibatkan masalah stunting.

Adara berupaya menjadi salah satu bagian penting yang melakukan aksi nyata
pencegahan stunting dalam kehidupan bermasyarakat serta percepatan penurunan
angka stunting di Indonesia.

Semua ini demi mewujudkan cita-cita mulia Indonesia Layak Anak (IDOLA) Tahun 2030 dan Indonesia Emas Tahun 2045.

Oleh karena itu, Adara membangun sinergi dengan KemenPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak), IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan Yayasan Lumbung
Pangan Indonesia (Foodbank of Indonesia), agar tujuan bersama ini bisa tercapai. [Cms]

Tags: Program tunas adaraTurunkan angka stunting
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Takzim terhadap Guru

Next Post

Kenali Jerawat Hormon dan Cara Mengatasinya

Next Post
Kenali Jerawat Hormon dan Cara Mengatasinya

Kenali Jerawat Hormon dan Cara Mengatasinya

Birrul Walidain yang Paling Sulit

Ujian Masa Tua

Mengapa kucing itu lucu? Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya

Apakah Kotoran Kucing Suci?

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8858 shares
    Share 3543 Tweet 2215
  • Inilah Para Pemain Muslim Tim Swiss di Piala Eropa 2020

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3989 shares
    Share 1596 Tweet 997
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11570 shares
    Share 4628 Tweet 2893
  • Kisah Teladan Tsabit bin Dahdah yang Menukar Hartanya dengan Surga

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1910 shares
    Share 764 Tweet 478
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2267 shares
    Share 907 Tweet 567
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3457 shares
    Share 1383 Tweet 864
  • 7 Tempat Wisata Kuliner Viral di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga