PROGRAM peternak pemberdayaan Dompet Dhuafa melalui inisiatif bernama Jantara atau Jaringan Tani Ternak Nusantara.
Udara sejuk khas pegunungan di kaki Gunung Merbabu menyambut aktivitas peternakan dan penyembelihan hewan kurban di Dusun Nglelo, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Berada di ketinggian sekitar 1.800 mdpl, kawasan tersebut menjadi salah satu wilayah binaan program peternakan berkelanjutan yang dikembangkan oleh Dompet Dhuafa Jawa Tengah.
Selain dikenal sebagai daerah pertanian sayur mayur, masyarakat Desa Batur juga menggantungkan penghasilan tambahan dari sektor peternakan domba. Potensi tersebut dinilai mampu mendukung pemenuhan gizi sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi lokal. Keharmonisan masyarakat lintas agama di wilayah tersebut juga menjadi nilai positif yang memperkuat kehidupan sosial warga.
Baca juga: Dompet Dhuafa Distribusikan Daging Kurban dari Desa hingga Luar Negeri
Dompet Dhuafa Jateng Kembangkan Jaringan Peternakan Rakyat Lewat Program Jantara
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini Tafrikhan mengatakan, pihaknya terus mengembangkan program pemberdayaan peternak melalui inisiatif bernama Jantara atau Jaringan Tani Ternak Nusantara.
“Dompet Dhuafa itu melayani, baik melayani muzaki, melayani mustahik, dan juga melayani mitra yang ingin datang di program-program Dompet Dhuafa,” ujar Zaini.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan pengembangan dari DD Farm yang mulai digulirkan sejak 2021. Selama empat tahun berjalan, DD Farm menjadi sentra peternakan binaan yang kemudian diperluas manfaatnya kepada peternak rakyat di desa-desa.
“Di akhir 2025 kami menginisiasi jaringan peternakan agar ternak yang ada di DD Farm juga bisa memberikan manfaat kepada peternakan rakyat,” katanya.
Melalui program tersebut, sebanyak 50 ekor domba disalurkan kepada peternak di Desa Toloan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Sementara 50 ekor lainnya diberikan kepada peternak di Desa Taman Rejo, Kendal. Masing-masing wilayah melibatkan lima peternak binaan.
Menurut Zaini, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Dompet Dhuafa dalam mengelola dana zakat agar manfaatnya tidak hanya dirasakan satu kali, melainkan dapat terus bergulir secara berkelanjutan.
“Dana zakat yang dikelola tidak hanya sekadar didistribusikan, tapi manfaatnya harus terus sustain sampai hari ini. Terbukti sejak 2021, Alhamdulillah kami masih bisa mendampingi para peternak di Getasan,” ungkapnya.
Dalam pengelolaan hewan kurban, Dompet Dhuafa juga menerapkan prinsip “3 Pasti”, yakni Pasti Jantan, Pasti Lolos Quality Control, dan Pasti Distribusi. Proses quality control dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan fisik, kecukupan umur, standar berat badan, hingga perawatan higienis oleh peternak binaan.
Seluruh hewan dipastikan berjenis kelamin jantan, tidak cacat, dan lolos seleksi ketat sebelum didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat.
Untuk memperkenalkan program tersebut lebih luas, Dompet Dhuafa menggelar agenda Press Touring yang berlangsung pada 11–13 Mei 2026 dengan mengundang sejumlah jurnalis untuk melihat langsung aktivitas pemberdayaan peternak di kawasan kaki Gunung Merbabu. [Din]





