HIPERTENSI dan diabetes kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif di bawah 45 tahun.
Kondisi ini menjadi perhatian BPJS Kesehatan karena kedua penyakit tersebut sering muncul tanpa gejala dan baru disadari setelah memicu komplikasi serius.
Tren meningkatnya kasus hipertensi dan diabetes pada usia muda perlu menjadi perhatian bersama. Kedua penyakit tersebut dapat memicu gangguan kesehatan berat seperti penyakit jantung dan stroke bila tidak ditangani sejak awal.
Hipertensi dan diabetes ini sering kali tidak ada keluhannya. Setelah kondisinya berat baru menimbulkan keluhan, padahal kerusakan sudah terjadi bertahun-tahun.
Hipertensi dan diabetes termasuk penyakit kronis yang kerap berkembang diam-diam. Karena minim gejala pada tahap awal, banyak pasien baru mengetahui kondisinya ketika organ tubuh sudah mengalami kerusakan.
Baca juga: Hipertensi juga Disebut Sebagai Silent Killer, Ketahui Macam Komplikasinya
Hipertensi dan Diabetes Banyak Ditemukan di Kelompok Usia Produktif
Komplikasi akibat hipertensi dan diabetes dapat menyebabkan pembengkakan jantung, penyumbatan pembuluh darah, hingga stroke.
Kondisi tersebut dinilai menjadi alasan penting mengapa masyarakat perlu lebih rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sejak usia muda.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat usia produktif, BPJS Kesehatan kini memperkuat upaya promotif dan preventif melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda.
Program tersebut bertujuan mendorong masyarakat mulai menjaga kesehatan sejak dini agar risiko penyakit kronis dapat ditekan.
Program Prolanis Muda merupakan upaya berkelanjutan JKN melalui penguatan budaya hidup sehat dan gotong royong sejak usia produktif.
Selain pemeriksaan kesehatan rutin, masyarakat juga diimbau mulai memperhatikan pola hidup sehari-hari.
BPJS Kesehatan menilai kebiasaan sederhana seperti menjaga pola makan dan rutin berolahraga dapat membantu mengurangi risiko hipertensi dan diabetes.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sebagai bagian dari edukasi kesehatan, BPJS Kesehatan juga mengajak peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membiasakan aktivitas fisik ringan. Salah satunya melalui kegiatan lari bersama sejauh lima kilometer atau berjalan kaki.
BPJS Kesehatan menilai pencegahan penyakit kronis penting tidak hanya bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan layanan kesehatan nasional.
Hipertensi dan diabetes yang tidak dikendalikan dapat berkembang menjadi penyakit dengan biaya pengobatan tinggi, terutama ketika sudah menimbulkan komplikasi jantung atau stroke.
Karena itu, edukasi mengenai deteksi dini dinilai perlu dilakukan lebih luas agar masyarakat tidak menunggu sakit parah untuk memeriksakan diri.
BPJS Kesehatan berharap masyarakat usia produktif mulai lebih peduli terhadap kesehatan tubuh sendiri melalui pemeriksaan rutin dan penerapan gaya hidup sehat sejak dini. [Din]





