• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 29 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Fokus

Ini Kekhawatiran Orang Tua dengan PTM

10/09/2021
in Fokus
Ini Kekhawatiran Orang Tua dengan PTM

Sejumlah siswa saat mengikuti pembelajaran tatap muka di SDN 06 Pekayon Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2020. Pemerintah setempat telah memberi izin beberapa sekolah percontohan untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka, siswa yang datang hanya yang diberikan izin oleh wali murid.--Foto: Imam Husein/Jawa Pos

86
SHARES
661
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Uji coba atau pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah dimulai sejak pekan lalu. Sebagian wilayah Jabodetabek merupakan daerah yang terlebih dahulu melakukan uji coba PTM itu. Tapi, para orang tua belum sepenuhnya setuju.

Uji coba PTM di Jakarta dan sekitarnya boleh dibilang berhasil. Hal ini ditandai dengan antusiasme orang tua dan siswa, guru, dan petugas sekolah. Orang tua banyak mengizinkan, siswa datang dengan mematuhi prokes, serta guru dan petugas sekolah begitu bersemangat melayani dan mengawasi siswa.

Namun begitu, suara-suara khawatir dari orang masih terdengar nyaring di dunia online dan offline. Mereka bukan tidak mendukung anak-anak kembali ke sekolah. Tapi, hanya belum yakin apakah PTM memang tidak akan menjadi sumber penularan baru.

Satu, Khawatir dengan Kerentanan Usia TK dan SD

Usia TK dan SD merupakan usia dalam kelompok siswa 12 tahun ke bawah. Usia ini memang yang paling antusias menyambut PTM. Bisa sekolah lagi, bisa bertemu bapak dan ibu guru lagi. Dan, bisa berjumpa dengan teman-teman lagi.

Bagi anak-anak usia ini, pembelajaran jarak jauh via online atau PJJ terasa seperti siksaan. Karena usia ini memang sejak awal didesain untuk tidak boleh akrab dengan ponsel atau gadjet. Alih-alih sekolah online, justru ayah, ibu, atau kakak mereka yang lebih sering aktif mengikuti PJJ.

Sehingga, tidak heran jika sejumlah pejabat bahkan berharap anak-anak usia inilah yang lebih dulu diprioritaskan untuk mengikuti PTM.

Namun begitu, masalahnya tidak sesederhana yang dibayangkan. Jika vaksinasi sudah sedemikian gencar di Jakarta dan kota-kota lainnya, anak-anak usia ini justru belum tersentuh. Hal ini karena para ahli masih belum mendapat gambaran efek dari vaksin covid untuk usia ini.

Di sinilah kontrasnya. Di satu sisi, siswa kelompok usia ini lebih urgen untuk diprioritaskan mengikuti PTM, tapi di sisi lain, benteng pertahanan mereka masih kosong.

Bagaimana jika yang dikhawatirkan itu memang terjadi, yaitu klaster sekolah. Tentu, dampaknya akan lebih berat daripada siswa dengan kelompok usia 13 tahun ke atas yang sudah mengikuti vaksinasi.

Dua, siswa usia ini belum memahami bahaya covid. Mereka mungkin belum memahami apa itu virus, bagaimana pencegahannya.

Mereka pun belum memahami kenapa harus mengenakan masker, apa fungsi masker, kenapa harus jaga jarak, tidak berkerumun, dan sebagainya.

Yang mereka tahu karena semua itu diwajibkan oleh orang tua dan guru. Jadi, selama ada pengawasan dari orang tua dan guru, prokes akan mereka terapkan. Tapi jika pengawasan itu melemah, prokes pun akan berlalu begitu saja.

Bahkan boleh jadi, karena senangnya mengenakan masker bersama teman-teman, anak-anak dengan senang hati saling bertukar masker antar teman.

Begitu pun dengan bersalaman. Anak-anak usia ini memang didoktrin untuk mencium tangan bapak dan ibu guru. Jadi, tidak tertutup kemungkinan jika bapak dan ibu guru lupa, anak-anak akan tetap mencium tangan mereka.

Tiga, tentang bermain dan jajan. Anak-anak usia SD ke bawah memang masih dalam dua dunia itu: bermain dan jajan. Tanpa dua hal ini, sekolah bagi mereka menjadi tidak penting.

Sementara itu, justru dua hal ini yang tergolong rawan terjadinya penularan covid. Ketika bermain mereka tak akan ada jarak, karena memang begitulah anak-anak. Dan ketika jajan, mereka akan melupakan prokes sama sekali.

Mungkin saja sekolah dan guru bisa mengawasi penuh di masa awal-awal PTM. Tapi, bagaimana jika keadaan sudah seperti normal. Mungkin juga itu tidak dilakukan di sekolah. Tapi ketika di luar atau saat berangkat dan pulang sekolah, anak-anak akan larut dengan dunianya. [Mh]

 

 

Tags: Maju Mundur Sekolah Tatap Muka Usia Dini
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Culik Anak Buat Ditukar dengan Beras

Next Post

PPKM Level 3 Diperpanjang, Ancol-TMII Uji Coba Buka sampai 21.00 WIB

Next Post
PPKM Level 3 Diperpanjang, Ancol-TMII Uji Coba Buka sampai 21.00 WIB

PPKM Level 3 Diperpanjang, Ancol-TMII Uji Coba Buka sampai 21.00 WIB

Kalkulator BMI untuk Ukur Berat Badan Ideal

Kalkulator BMI untuk Ukur Berat Badan Ideal

ingin jalan

Ingin Jalan-Jalan

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    483 shares
    Share 193 Tweet 121
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3434 shares
    Share 1374 Tweet 859
  • BPBD DKI Jakarta Imbau Potensi Banjir Rob hingga 3 Februari 2026

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7900 shares
    Share 3160 Tweet 1975
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4096 shares
    Share 1638 Tweet 1024
  • Outfit Aurelie Hermansyah saat Datangi Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3198 shares
    Share 1279 Tweet 800
  • 4 Macam Mad Lazim, Berikut Ini Pengertian dan Contohnya

    5259 shares
    Share 2104 Tweet 1315
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2871 shares
    Share 1148 Tweet 718
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga