DI tengah padatnya aktivitas sebagai dokter spesialis penyakit dalam, dr. Supandi Hasan, Sp.PD tetap meluangkan waktu untuk menjaga hafalan Al-Qur’an melalui murojaah atau mengulang hafalan.
Hal tersebut dikutip dalam pemberitaan yang dimuat di web UBN Digital. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa dr. Supandi membacakan Surah Thaha ayat 124–126 dengan lancar sebagai bentuk kedekatannya dengan Al-Qur’an di tengah kesibukan menjalankan profesinya sebagai tenaga medis.
Dalam pemberitaan yang sama, dr. Supandi juga menyampaikan pesan agar membiasakan membaca satu atau dua ayat Al-Qur’an sebelum memulai aktivitas.
Ia mengungkapkan bahwa selama menangani pasien, tidak semua keluhan memiliki penyebab fisik. Menurutnya, ketenangan batin dan kedekatan kepada Allah juga memiliki peran penting dalam kehidupan seseorang.
Baca juga: Tahfidz Test Kemenag Kabupaten Bogor, SMU JIBBS Perkuat Karakter Qurani Siswa
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Bagikan Inspirasi Menjaga Hafalan Al-Qur’an di Tengah Kesibukan Profesi
Pada kesempatan lain, dr. Supandi hadir sebagai pembicara dalam acara wisuda para penghafal Al-Qur’an. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa bangga kepada para wisudawan serta mengajak mereka untuk terus menjaga hafalan Al-Qur’an di tengah perjalanan pendidikan dan karier.
Ia berharap akan lahir lebih banyak generasi profesional yang juga memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an, mulai dari dokter, dosen, profesor, hingga pemimpin di berbagai bidang.
Menurutnya, Indonesia tidak hanya membutuhkan orang-orang cerdas, tetapi juga pribadi yang memiliki integritas dan nilai-nilai spiritual.
Perjalanan dr. Supandi menunjukkan bahwa aktivitas profesional tidak harus menjadi penghalang untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Kisahnya menjadi inspirasi bahwa pengembangan karier dan penguatan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan melalui komitmen dan pengelolaan waktu yang baik.
Bagi banyak orang, sosok dr. Supandi menjadi contoh bahwa menjaga hafalan Al-Qur’an dapat dilakukan di tengah kesibukan pekerjaan. Dedikasinya sebagai tenaga medis sekaligus penghafal Al-Qur’an mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab profesi, keluarga, dan kehidupan spiritual. [Din]


