JUS buah menjadi salah satu minuman favorit banyak orang karena rasanya segar sekaligus mengandung berbagai vitamin, mineral, dan antioksidan. Tak sedikit orang yang menjadikan jus sebagai menu sarapan, camilan sore, bahkan diminum setelah makan besar. Namun, tahukah Anda bahwa waktu mengonsumsi jus buah juga dapat memengaruhi manfaat yang diperoleh tubuh?
Pada dasarnya, jus buah tetap memberikan nutrisi kapan pun diminum. Akan tetapi, memilih waktu yang tepat dapat membantu tubuh menyerap kandungan gizinya dengan lebih optimal sekaligus menghindari lonjakan gula darah yang tidak diperlukan.
Salah satu waktu yang sering direkomendasikan adalah pada pagi hari setelah bangun tidur atau sekitar 30–60 menit sebelum sarapan. Setelah semalaman beristirahat, tubuh membutuhkan cairan dan nutrisi untuk memulai aktivitas. Jus buah dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin, terutama vitamin C dan antioksidan, yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh. Namun, bagi orang yang memiliki lambung sensitif, sebaiknya jangan mengonsumsi jus buah yang terlalu asam dalam kondisi perut benar-benar kosong karena dapat memicu rasa tidak nyaman.
Baca Juga: Mengapa Buah Ceri Layak Masuk Menu Harian? Ini Manfaatnya bagi Kesehatan
Kapan Sebaiknya Minum Jus Buah Agar Manfaatnya Lebih Maksimal?
Waktu lain yang baik adalah sebagai camilan di antara jam makan utama, misalnya pada pukul 10 pagi atau sekitar pukul 3 sore. Pada saat ini, jus buah dapat membantu mengurangi rasa lapar tanpa harus mengonsumsi makanan ringan tinggi gula atau tinggi lemak. Kandungan air dan serat—terutama jika jus tidak disaring—juga memberikan rasa kenyang lebih lama.
Sebaliknya, minum jus buah tepat setelah makan besar kurang dianjurkan. Saat tubuh sedang mencerna makanan utama, tambahan gula alami dari jus dapat meningkatkan asupan kalori secara keseluruhan. Selain itu, beberapa orang merasa lebih mudah mengalami perut kembung jika langsung mengonsumsi buah atau jus setelah makan.
Banyak orang juga memilih minum jus setelah berolahraga. Pilihan ini cukup baik, terutama jika jus berasal dari buah yang kaya kalium, seperti pisang atau jeruk. Kandungan karbohidrat alami pada buah membantu mengembalikan energi yang terpakai selama beraktivitas, sementara vitamin dan mineral mendukung proses pemulihan tubuh. Agar lebih seimbang, jus dapat dipadukan dengan sumber protein seperti yogurt rendah lemak.
Meski sehat, jus buah tetap perlu dikonsumsi dengan bijak. Proses pembuatan jus sering kali mengurangi kandungan serat jika ampasnya disaring. Padahal, serat berfungsi memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah lebih stabil. Oleh karena itu, sebaiknya buat jus tanpa menyaring ampas atau gunakan blender agar seluruh bagian buah tetap dikonsumsi.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Hindari pula menambahkan gula pasir, sirup, atau pemanis buatan. Buah pada dasarnya sudah mengandung gula alami berupa fruktosa yang cukup memberikan rasa manis. Jika ingin rasa yang lebih segar, cukup tambahkan air dingin atau beberapa potong es batu.
Porsi juga perlu diperhatikan. Orang dewasa dianjurkan tidak berlebihan mengonsumsi jus buah. Satu gelas berukuran sekitar 200–250 ml sudah cukup untuk sekali minum. Mengonsumsi buah utuh tetap lebih dianjurkan karena kandungan seratnya lebih tinggi dan memberikan rasa kenyang lebih lama. [DW]





