CEKER ayam sering kali dianggap sebagai bagian ayam yang kurang bergizi karena tidak mengandung banyak daging. Padahal, jika diolah dengan benar, ceker ayam menyimpan berbagai zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Teksturnya yang kenyal berasal dari kandungan kolagen alami, sementara di dalamnya juga terdapat protein, mineral, dan sejumlah vitamin yang mendukung berbagai fungsi tubuh.
Meski demikian, konsumsi ceker ayam tetap perlu dilakukan secara bijak. Cara pengolahan dan porsinya sangat menentukan apakah makanan ini memberikan manfaat atau justru menambah asupan lemak dan natrium yang berlebihan.
Berikut beberapa manfaat ceker ayam yang perlu diketahui.
Baca Juga: Mengapa Buah Ceri Layak Masuk Menu Harian? Ini Manfaatnya bagi Kesehatan
Tak Hanya Lezat, Ini Beragam Manfaat Ceker Ayam yang Baik untuk Kesehatan
1. Menjadi Sumber Kolagen Alami
Salah satu keunggulan utama ceker ayam adalah kandungan kolagennya. Kolagen merupakan protein struktural yang berperan menjaga kekuatan kulit, tulang, tendon, dan ligamen.
Saat dimasak dalam waktu lama, jaringan ikat pada ceker ayam akan menghasilkan gelatin yang berasal dari kolagen. Gelatin ini dapat menjadi salah satu sumber asupan protein bagi tubuh. Meskipun demikian, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kolagen sebaiknya tetap diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang agar manfaatnya lebih optimal.
2. Mendukung Kesehatan Sendi
Kolagen yang terdapat pada ceker ayam juga mengandung asam amino seperti glisin dan prolin. Nutrisi ini berperan dalam pembentukan jaringan ikat yang menopang sendi.
Beberapa penelitian mengenai suplemen kolagen menunjukkan adanya potensi dalam membantu mengurangi keluhan nyeri sendi pada sebagian orang. Namun, manfaat tersebut tidak dapat disamakan secara langsung dengan konsumsi ceker ayam karena kandungan kolagennya dapat berbeda-beda tergantung proses pengolahan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
3. Membantu Memenuhi Kebutuhan Protein
Walaupun tidak sebanyak dada ayam, ceker tetap mengandung protein yang dibutuhkan tubuh. Protein berfungsi memperbaiki jaringan yang rusak, membentuk enzim dan hormon, serta mendukung pertumbuhan otot.
Mengonsumsi ceker sebagai pelengkap menu makanan dapat membantu menambah variasi sumber protein, terutama jika dipadukan dengan lauk lain seperti ayam tanpa kulit, ikan, telur, atau kacang-kacangan.
4. Mengandung Mineral Penting
Ceker ayam juga menyediakan beberapa mineral seperti fosfor, kalsium, dan magnesium dalam jumlah tertentu. Mineral-mineral ini berperan menjaga kesehatan tulang dan gigi serta membantu berbagai proses metabolisme tubuh.
Meskipun demikian, ceker bukanlah sumber utama mineral tersebut. Asupan tetap perlu dilengkapi dari susu, ikan, sayuran hijau, dan makanan bergizi lainnya.
5. Memberikan Rasa Kenyang Lebih Lama
Tekstur ceker yang kaya jaringan ikat membuat proses mengunyah menjadi lebih lama dibandingkan makanan lunak. Selain itu, kandungan protein dan gelatin di dalamnya dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Namun, manfaat ini hanya akan diperoleh jika ceker diolah dengan cara yang sehat, misalnya direbus, dikukus, atau dibuat sup, bukan digoreng dengan banyak minyak.
Cara Mengolah agar Tetap Sehat
Sebelum dimasak, ceker ayam perlu dibersihkan secara menyeluruh. Kuku dan lapisan kulit luar sebaiknya dibuang, kemudian cuci hingga bersih di bawah air mengalir.
Pilih metode memasak seperti direbus, dibuat sup, atau dimasak dengan bumbu rempah tanpa terlalu banyak santan. Hindari penggunaan garam dan penyedap secara berlebihan agar kadar natrium tetap terkendali. [DW]





