• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 6 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Mencermati Fenomena ‘Childfree’

26/08/2021
in Editorial
Plus Minus Asisten Rumah Tangga (4)

Ilustrasi, foto: quotesgram.com

87
SHARES
670
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Belakangan ini marak di media sosial tentang istilah ‘childfree’. Sebuah istilah yang sangat aneh, jika tidak mau dibilang kurang manusiawi.

‘Child Free’ merupakan suasana berumah tangga yang tidak dibebani keinginan memiliki anak. Mereka memang bersuami isri. Tapi, tidak ingin dibebani dengan keinginan atau cita-cita untuk memiliki anak. Apakah keinginan datang dari salah satu pihak, atau dari pihak luar seperti orang tua dan lainnya.

Inilah fenomena yang bisa dibilang sebagai fenomena miskin tanggung jawab, selain tentunya karena kedangkalan memahami makna keluarga.

Berumah tangga itu bukan karena tuntutan status, seperti halnya ijazah, sertifikat, surat izin, dan sejenisnya.

Berumah tangga itu merupakan cita-cita besar suami istri untuk memuliakan umat manusia. Yaitu, dengan menjadi sumber atau penerus nasab bagi kelahiran umat manusia. Karena dengan begitulah umat manusia hadir terhormat. Bukan muncul dari lingkungan antah berantah.

Berumah tangga juga sebagai upaya mulia untuk menjaga estafeta kelahiran dan kehadiran umat manusia. Kelahiran merupakan persiapan diserahkannya tongkat estafeta ke generasi berikutnya.

Secara matematis bisa digambarkan jika suami istri sama-sama bersemangat untuk tidak punya anak. Satu tambah satu yang sedikitnya menghasilkan satu, berubah menjadi nol. Maka hanya soal waktu saja, sebuah bangsa akan mengalami krisis penduduk.

Seperti itulah yang kini dialami sebagian bangsa di Eropa. Swiss misalnya yang mengundang warga negara lain untuk menetap di sana, hingga anak-anak yang akan lahir itu akan menjadi warga sana.

Negara ini pun siap memfasilitasi kebutuhan normal sebuah keluarga, termasuk biaya yang diperlukan. Hal itu semata-mata untuk menjaga keberadaan penduduk di sana.

Hal yang sama juga terjadi di negara-negara lain di luar Eropa. Seperti di Jepang, Korea, Hongkong, dan lainnya. Bahkan Singapura pernah menawarkan hadiah lumayan untuk suami istri yang melahirkan anak.

Boleh jadi, fenomena ‘child free’ sengaja dihembuskan ke negeri ini karena motif lain. Yaitu, kekhawatiran pihak-pihak tertentu tentang posisi Indonesia sebagai negeri muslim terbesar di dunia.

Misi busuk ini seperti formula racun yang disuntikkan ke generasi muda. Seolah sebuah tawaran menggiurkan, berumah tangga tanpa beban.

Namun dalam kurun tiga puluh tahun mendatang, suami istri ini akan merasakan dampaknya. Tak akan ada keturunan yang akan mengurus mereka. Kecuali, rumah-rumah jompo. Atau, hidup terlantar sebatang kara.

Berhati-hatilah dengan fenomena yang datang dari luar sana. Bukan datang dari ajaran Islam. Bukan datang dari budaya ketimuran kita. Karena tampilan luar saja yang menarik, tapi isinya sangat mencekik. [Mh]

Tags: fenomena childfree
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Belajar Berdiplomasi dari Al-Mughirah bin Syu’bah (1)

Next Post

Pilihan Sulit Konflik Suami Istri: Pura-pura Harmonis atau Pisah (3)

Next Post
Pandangan dan Panah-panah Setan

Pilihan Sulit Konflik Suami Istri: Pura-pura Harmonis atau Pisah (3)

Paragon Educational Leadership Program: Sumbangsih untuk Pendidikan Indonesia

Paragon Educational Leadership Program: Sumbangsih untuk Pendidikan Indonesia

Cara Rasulullah Mendidik Para Sahabat Menjadi Generasi Terbaik

Cara Rasulullah Mendidik Para Sahabat Menjadi Generasi Terbaik

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9472 shares
    Share 3789 Tweet 2368
  • Maulid Salimah Kota Bekasi Dihadiri 650 Jamaah, Galang Dana untuk Palestina

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4281 shares
    Share 1712 Tweet 1070
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11818 shares
    Share 4727 Tweet 2955
  • Ini Dia 5 Rekomendasi Kuliner di Banyumas

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pesona Menawan dari Kawah Ijen

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Peritel Kecantikan Inklusif dari Sumatera yang Dobrak Dominasi Ritel Jakarta Lewat Jaringan Komunitas dengan Puluhan Ribu Member

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1335 shares
    Share 534 Tweet 334
  • Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    490 shares
    Share 196 Tweet 123
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2446 shares
    Share 978 Tweet 612
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga