• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 29 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Ibu di Hari Ibu

28/12/2021
in Editorial
Ibu di Hari Ibu

Foto: Pixabay

72
SHARES
554
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Ibu di Hari Ibu

Ada seorang ibu dengan sepuluh putri. Walau dengan kesibukan sebagai seorang guru sekolah menengah, kewajibannya sebagai istri dan ibu tetap prima. Jadwal itu bergulir keras sejak waktu Subuh hingga menjelang malam.

Kesibukan dimulai dengan menyiapkan sarapan. Kadang juga direncanakan untuk makan siang. Ia mondar-mandir dari dapur ke kamar putri-putrinya, dibangunkan untuk mandi dan shalat.

Kesibukan pun berlanjut di meja makan. Ia tanyakan satu per satu keperluan sekolah anak-anaknya: jangan lupa bawa ini dan itu, jangan lupa PR, ada ulangan apa tidak, dan seterusnya. Khusus untuk si bungsu, ucapan saja tidak cukup. Harus dicontohkan, bahkan diambil alih.

Baca Juga: Memaknai Hari Ibu (Bag. 1): Menjadi Ibu Sepanjang Waktu

Ibu di Hari Ibu

Soal keberangkatan ke sekolah, ia serahkan ke suaminya. Ia tak mau mengamati terlalu teknis karena ia sendiri sudah harus siap-siap berangkat mengajar. Soal kesiapan mengajar, sudah ia lakukan sejak malam. Ia tidak akan tidur sebelum persiapan itu rampung semua.

Semua rutinitas super ketat itu ia lakukan bukan bilangan tahun. Tapi puluhan tahun. Hingga, satu per satu putrinya menjadi sarjana. Ada yang selanjutnya bekerja, ada juga yang menikah dan kemudian dibawa sang suami.

Dari puluhan tahun itu, dari sepuluh variabel sibuk tentang putri-putrinya, semua ia lakukan sendiri tanpa bantuan pembantu atau asisten rumah tangga. Tidak heran, ia kerap salah menyebut nama putrinya karena tertukar memori. Terutama di saat jam sibuk seperti di pagi hari.

Jangan ditanya soal ketika mereka masih bayi, batita, balita, dan usia anak SD. Karena di saat bersamaan, semua level itu ada di putri-putrinya. Sepuluh putri berarti sepuluh kesibukan yang berbeda. Berarti pula, sepuluh perasaan, dan sepuluh dinamika.

Syukurnya, ia memiliki suami yang penyabar. Termasuk mau diperlakukan seperti pembantu: menyapu rumah, mencuci baju, cuci piring, dan urusan luar rumah. Semua dilakukan suaminya di sela-sela kesibukan sebagai pedagang.

Kalau ditanya kenapa tidak memakai pembantu, urusannya bukan cuma persoalan biaya. Tapi juga, soal keutuhan dirinya sebagai ibu rumah tangga. Ia ingin anaknya belajar penuh dari dirinya. Ia ingin anaknya mencontoh penuh dari dirinya. Dan ia ingin anak-anaknya mengungkapkan rahasia hanya pada dirinya.

Pendek kata, ia ingin menjadi ibu untuk anak-anaknya. Sekaligus, menjadi guru dan panutan dalam rumahnya sendiri.

Kini, semua kesibukan super sibuk itu sudah hampir berakhir. Satu per satu, putrinya menikah dan pergi bersama suami. Hanya si bungsu yang masih tinggal di rumah. Itu pun sedang menanti hari tanggal pernikahannya.

Sesekali, kenangan super sibuk itu datang lagi. Di saat, sang cucu mendatanginya saat hari libur. Tapi, suasana itu tidak bisa disamakan dengan masa dahulu. Semakin banyak kesibukan dari cucu, semakin ia menemukan kebahagiaan.

Ia tidak tahu kenapa. Boleh jadi, karena kehadiran cucu-cucunya tidak untuk setiap hari seperti saat ia melayani sepuluh putrinya. Ya, tidak sepekan sekali, kadang hanya beberapa kali dalam sebulan.

Kenangannya juga masih kuat ketika suaminya pernah tidak mendapatkan penghasilan dalam bilangan bulan bahkan tahun. Saat itulah, ia seolah seperti memiliki kesibukan multi ganda. Sebagai istri, ibu, guru, dan juga pencari uang untuk keluarga.

Di satu sisi, ia boleh jadi sebagai salah satu wanita super sibuk di dunia. Sekaligus, wanita “paling menderita” untuk masa tugas bertahun-tahun lamanya. Tapi di sisi lain, dialah wanita paling bahagia. Setidaknya, di akhir masa tuanya. Dan di masa akhiratnya saat bertemu Allah subhanahu wata’ala.

Karena semua putrinya itu bukan sekadar menjadi sarjana. Melainkan juga sebagai wanita shalihah yang menjadi cahaya untuk rumah tangga mereka. Sebagian kesepuluh putrinya itu pun menjadi seperti ibunya sebagai guru dan ustazah untuk lingkungannya.

Hari ibu, memang bukan sekadar hari raya yang menjadi sepatutnya hanya untuk setahun sekali. Hari ibu adalah pengingat agar anak-anak menyadari bahwa ia pernah punya ibu. Pernah punya sosok yang begitu berat, lahir dan batin, menghidupi dan membesarkannya, tanpa imbalan sedikit pun.

Terima kasih ibu. Jasamu bukan sekadar menjadikanku seperti saat ini. Melainkan juga, menyiapkanku untuk menjadi ibu sepertimu. (Mh)

 

Tags: Ibu di Hari Ibu
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tentang Adab Orangtua kepada Guru

Next Post

Resep Muffin Roti Telur Panggang, Ide Sarapan Pagi Praktis

Next Post

Resep Muffin Roti Telur Panggang, Ide Sarapan Pagi Praktis

Inspiratif, Ini Pola Hidup Sehat bagi Seorang Adrian Maulana

Dahsyatnya Tugas Mulia Ibu dalam Membangun Peradaban

Dahsyatnya Tugas Mulia Ibu dalam Membangun Peradaban

  • 5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    171 shares
    Share 68 Tweet 43
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9198 shares
    Share 3679 Tweet 2300
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    741 shares
    Share 296 Tweet 185
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1247 shares
    Share 499 Tweet 312
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4161 shares
    Share 1664 Tweet 1040
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2441 shares
    Share 976 Tweet 610
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1962 shares
    Share 785 Tweet 491
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2375 shares
    Share 950 Tweet 594
  • 5 Destinasi Brunei yang Wajib Masuk Daftar Liburan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11718 shares
    Share 4687 Tweet 2930
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga