ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Minggu, 17 November 2019 | 20 Rabiul Awwal 1441 H
Login | Register

 


 
 
 
 
DUNIA

Anggota Parlemen Rusia Desak Media Tidak Gunakan Istilah Teroris Islam

19 December 2014 19:00:37
Anggota Parlemen Rusia Desak Media Tidak Gunakan Istilah Teroris Islam

rusmMenegaskan aksi teror bukan ajaran dari agama, seorang anggota parlemen Rusia menuntut adanya larangan penggunaan istilah 'teroris Islam' dan 'Islam militan' di media massa.

"Istilah ini mendorong orang membuat kesimpulan bahwa agama Islam dan terorisme adalah hal yang sama," ujar anggota parlemen Shamsail Saraliyev kepada Duma (Parlemen Rusia), seperti dilaporkan Izvestia dan dikutip oleh Russia Today pada hari Kamis kemarin (18/12/2014).

"Masyarakat nanti secara otomatis mulai mengasosiasikan Islam dengan bandit, pembunuh dan teroris," tambahnya.

Berbicara dalam sesi pekan ini di Komite Kebijakan Informasi Negara, Saraliyev mengatakan bahwa akhir-akhir ini media massa dengan secara bebas sering menggunakan ungkapan-ungkapan seperti 'teroris Islam', 'Islamis', 'Jihadis', 'Sabuk Syahid', 'Negara Islam Teroris 'dan banyak lainnya semacam ini.

Anggota parlemen itu memperingatkan bahwa media memberi orang kesan yang salah tentang Islam dan menempatkan umat Islam dalam resiko.

Berbicara dalam sesi pekan ini di Komite Kebijakan Informasi Negara, Saraliyev mengatakan bahwa akhir-akhir ini media massa dengan secara bebas sering menggunakan ungkapan-ungkapan seperti 'teroris Islam', 'Islamis', 'Jihadis', 'Sabuk Syahid', 'Negara Islam Teroris 'dan banyak lainnya semacam ini.

Anggota parlemen itu memperingatkan bahwa media memberi orang kesan yang salah tentang Islam dan menempatkan umat Islam dalam resiko.

Dia menambahkan bahwa umat Islam, di sisi lain, lebih suka menggunakan 'Khawarij' - bahasa Arab untuk 'pembangkang' atau 'pemberontak', untuk menggambarkan radikal.

Saraliyev menegaskan bahwa Islam yang benar mempromosikan pesan kebaikan dan mengkampanyekan hidup berdampingan secara damai di antara semua orang.

"Sama seperti kita tidak menyebut fasis 'Kristen', kita harus berhenti menggunakan istilah Muslim ketika kita menjelaskan kelompok militan radikal yang mengaku sebagai pengikut Islam," tegasnya.[af/onislam]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
Bantu Pengungsi Gempa Maluku bersama Chanel Muslim
 
BERITA LAINNYA
 
 
DUNIA
06 August 2019 21:58:50

Perang Nuklir Mengancam Dunia Saat Ini

indonesia dermawan, act, aksi cepat tanggap, cmm peduli
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
TERPOPULER
 
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284