DI tengah konflik bersenjata yang berlangsung di Gaza, seorang warga setempat, Omar Hamad, berinisiatif mendirikan perpustakaan baru bernama Phoenix Library.
Perpustakaan ini disebut sebagai yang pertama dibangun sejak eskalasi kekerasan dalam dua tahun terakhir yang mengakibatkan kerusakan luas pada infrastruktur, termasuk fasilitas pendidikan dan ruang baca publik.
Omar, yang dikenal sebagai penyair dan tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan buku, menyatakan bahwa membaca telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Dalam wawancara dengan media The Jordan Times, ia menuturkan bahwa buku bukan sekadar benda, melainkan bagian dari kesehariannya yang membentuk cara berpikir dan imajinasinya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
View this post on Instagram
Ia mengaku tetap membaca setiap hari meskipun berada dalam kondisi pengungsian.
Serangan yang terjadi di berbagai wilayah Gaza dilaporkan menghancurkan sekolah, perpustakaan, dan bangunan sipil lainnya.
Kondisi ini berdampak pada terbatasnya akses pendidikan, terutama bagi anak-anak.
Di tengah situasi tersebut, Omar bersama rekannya, Ibrahim, berupaya menyelamatkan buku-buku dari bangunan yang rusak dan rumah-rumah yang ditinggalkan.
Warga Gaza Dirikan Phoenix Library di Tengah Krisis dan Kerusakan Infrastruktur
View this post on Instagram
Buku-buku itu kemudian dikumpulkan untuk menjadi koleksi awal Phoenix Library.
Menurut Omar, upaya penyelamatan buku dilakukan di tengah situasi sulit, ketika sebagian warga terpaksa membakar buku untuk kebutuhan bahan bakar memasak akibat kelangkaan sumber daya.
Ia mengaku memahami kondisi tersebut karena kebutuhan pangan menjadi prioritas utama bagi banyak keluarga.
Phoenix Library saat ini masih dalam tahap pengembangan dengan sejumlah rak yang belum terisi penuh.
Jika Sahabat Muslim ingin berdonasi, bisa cek melalui chuffed.org/project/firstgazalibrary.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi ruang alternatif untuk menjaga akses literasi dan pengetahuan bagi masyarakat Gaza di tengah situasi krisis yang belum mereda.[Sdz]





