• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 24 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Kisah Hapu Ammah Penerima Beasiswa LPDP Sumba Timur yang Mengabdi sebagai Perawat di Sumba

24/02/2026
in Berita, Sekolah
Kisah Hapu Ammah Penerima Beasiswa LPDP Sumba Timur yang Mengabdi sebagai Perawat di Sumba

Foto: Pinterest

66
SHARES
506
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

HAPU Ammah atau yang akrab disapa Endy, penerima beasiswa LPDP asal Sumba Timur yang kini mengabdikan diri sebagai perawat di kampung halamannya untuk membantu menangani malaria.

Seusai menuntaskan pendidikan magister di University of Melbourne, Australia, Endy memilih kembali ke kampung halaman dan mengabdi di Klinik Malaria Sumba Foundation, sebuah layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Desa Hoba Wawi, Kabupaten Sumba Barat.

Kisah Endy ini dibagikan langsung oleh situs resmi Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP), Senin (20/1/2026).

Lebih dari 10 tahun, Endy telah mengabdikan diri di garis depan pelayanan kesehatan masyarakat bersama Sumba Foundation.

“Biar saya periksa tekanan darah Anda di lengan kiri, ya. Apa keluhannya? Sudah pernah diperiksa sebelumnya? Tunggu sebentar,” kata Endy, saat melayani pasien di suatu pagi, seperti dikutip dari situs resmi LPDP.

Kalimat tersebut menjadi kalimat yang rutin ia ucapkan setiap harinya sebagai bagian dari pelayanan para pasien yang datang untuk berobat.

Pulau Sumba dikenal luas hingga mancanegara berkat keindahan alam dan kekayaan budayanya. Di berbagai sudut pulau, destinasi wisata di daerah itu tumbuh dan berkembang.

Namun, di balik pesonanya, Sumba masih menghadapi krisis kesehatan masyarakat yang berkepanjangan, yang erat kaitannya dengan kemiskinan dan ketertinggalan pembangunan.

Hingga kini, Sumba tercatat sebagai penyumbang kasus malaria tertinggi kedua di Indonesia setelah Papua. Berdasarkan Annual Parasite Incidence tahun 2025, jumlah kasus malaria di Kabupaten Sumba Barat mencapai 2.049 kasus.

Sementara itu, data Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2022 mencatat 5.540 kasus di Sumba Timur, 5.730 kasus di Sumba Barat Daya, 1.903 kasus di Sumba Barat, serta 89 kasus di Sumba Tengah.

Baca juga: Gunung Marapi Sumbar Alami Erupsi pada Awal 2026

Kisah Hapu Ammah Penerima Beasiswa LPDP Sumba Timur yang Mengabdi sebagai Perawat di Sumba

Tingginya kasus malaria di Sumba inilah yang membulatkan tekad Endy untuk kembali dan mengabdi di kampung halamannya.

Pasien yang datang dengan gejala menyerupai malaria secara rutin menjalani pemeriksaan darah. Proses pendeteksian parasit membutuhkan keahlian khusus, dan Endy termasuk salah satu tenaga kesehatan yang paling berpengalaman di bidang tersebut.

Bagi Endy, pendidikan pada masa lalu bukanlah hal yang mudah didapat. Keterbatasan ekonomi keluarga dan minimnya infrastruktur pendidikan menjadi hambatan yang harus ia hadapi sejak kecil.

Ia masih mengingat kondisi di kampung halamannya yang belum memiliki sekolah menengah pertama. Pada 2025 lalu, Endy berhasil menuntaskan pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat di University of Melbourne, Australia.

Meski memiliki peluang untuk berkarier di luar Sumba, bahkan di luar negeri, Endy memilih pulang ke kampung halaman.

Ia kembali menjalankan perannya sebagai perawat sekaligus pelatih di Malaria Microscopy Training Center, melanjutkan pengabdian di bidang kesehatan masyarakat.

Pertemuan Endy dengan Beasiswa LPDP menjadi titik penting yang semakin menguatkan semangatnya untuk melanjutkan pendidikan.

Dengan dukungan penuh dari rekan kerja serta pimpinan, Program Beasiswa Afirmasi Daerah LPDP membuka jalan baginya untuk menempuh studi magister dengan pendanaan penuh.

Sebelum itu, Endy tidak memiliki latar belakang formal dalam penguasaan bahasa Inggris. Ia bahkan sempat dua kali gagal dalam ujian IELTS.

Kendati demikian, ia memilih untuk tidak menyerah, terlebih karena mendapat dukungan kuat dari lingkungan kerjanya.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada 2023, Endy resmi terpilih sebagai penerima beasiswa LPDP. Seluruh kabupaten di Pulau Sumba masuk dalam kategori daerah afirmasi.

Salah satu keunggulan utama dari skema ini adalah akses terhadap program pengayaan bahasa secara intensif, kesempatan yang sangat krusial bagi Endy.

Melalui program tersebut, kemampuan bahasa Inggris Endy meningkat signifikan hingga akhirnya ia berhasil diterima di University of Melbourne.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Pilihan kampus itu juga tidak lepas dari pengaruh rekan-rekannya di tempat kerja yang memiliki jejaring dengan Melbourne.

Selama menjalani studi, Endy memperoleh pengalaman berharga. Salah satu yang paling berkesan adalah ketika ia diundang menjadi pembicara di Rotary Club of Melbourne.

Dalam forum tersebut, Endy memaparkan program penanganan malaria serta temuan terkait kasus kusta di Sumba, isu kesehatan yang menurutnya masih memerlukan perhatian serius dari komunitas global.

Bagi Endy, menempuh pendidikan di Australia bukanlah tentang meninggalkan Sumba. Sebaliknya, pengalaman tersebut ia maknai sebagai proses mempersiapkan diri untuk kembali dan mengabdi.

Janji itu ia tepati dengan pulang ke Sumba segera setelah menyelesaikan studi pada Agustus 2025. Sebagai putra daerah, Endy merasakan tanggung jawab moral yang besar.

Di tengah kehadiran banyak tenaga ahli dari luar yang datang membantu Sumba, ia ingin menunjukkan bahwa putra-putri lokal juga mampu berdiri di garis depan perubahan.

Seusai menyelesaikan studinya, Endy menjalani berbagai peran sekaligus. Ia bekerja sebagai aparatur sipil negara, tetap mengabdi sebagai tenaga kesehatan di Sumba Foundation, serta menjadi relawan pendidik kesehatan masyarakat.

Di sela-sela kesibukannya, Endy bersama rekan-rekannya kerap mengajak anak-anak desa untuk belajar membaca dan berbahasa Indonesia.

Perjalanan hidup Endy menjadi kisah tentang ketangguhan, tentang pendidikan sebagai jalan pembebasan, serta tentang makna pulang ke rumah sebagai bentuk pengabdian tertinggi.

Dari Hanggaruru ke Melbourne, lalu kembali ke Sumba, ia merajut mimpi bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk generasi yang akan datang. [Din]

Tags: Kisah Hapu Ammah Penerima Beasiswa LPDP Sumba Timur yang Mengabdi sebagai Perawat di Sumba
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Setiap Orang Punya Perspektif Berbeda

Next Post

Dalil Merokok Membatalkan Puasa

Next Post
Hukum Cek Khodam Online dari Kacamata Syariah Islam

Dalil Merokok Membatalkan Puasa

Lima Bacaan Dzikir yang Bisa Diamalkan Saat Pagi Hari

Lima Bacaan Dzikir yang Bisa Diamalkan Saat Pagi Hari

Delapan Fakta Penting Seputar MPASI untuk Bayi di Bawah Satu Tahun

Delapan Fakta Penting Seputar MPASI untuk Bayi di Bawah Satu Tahun

  • Pendaftaran Mudik Gratis Jasindo 2026 Dibuka Hari Ini, Simak Rutenya

    Pendaftaran Mudik Gratis Jasindo 2026 Dibuka Hari Ini, Simak Rutenya

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8002 shares
    Share 3201 Tweet 2001
  • Salimah Tulungagung Edukasi Lansia untuk Mewaspadai Risiko Puasa bagi Penderita Diabetes Melitus

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1746 shares
    Share 698 Tweet 437
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Kisah Nuhair yang Tak Berani Meminta Surga

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2939 shares
    Share 1176 Tweet 735
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1917 shares
    Share 767 Tweet 479
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3523 shares
    Share 1409 Tweet 881
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2091 shares
    Share 836 Tweet 523
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga