• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 7 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Resto Dayang Sumbi Hadirkan Makanan Khas Indonesia di Jerman

23/08/2019
in Berita
83
SHARES
642
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Di kawasan industri Ruhrgebiet di bagian barat Jerman terletak kota Mülheim an der Ruhr. Di kota inilah Amalia Sugiharto te Kamp membuka restorannya yang bernama lengkap Dayang Sumbi – Indonesian Pacific Soulfood. Di sekeliling restorannya terdapat beberapa kantor dan bisnis, juga sejumlah besar apartemen tempat tinggal.

"Orang Jerman kebanyakan datang dari Selasa sampai Jumat." Sejumlah langgalan orang Jerman datang saat jam makan siang, tutur Ibu Amalia, seraya menunjukkan Mittagsmenü, atau menu makan siang, yang terpampang di papan. Bulan Augustus Mittagsmenü terdiri dari: lumpia vegetaris ditambah semua makanan dengan kari, ditambah dengan minuman ringan.

Kalau orang Indonesia biasanya datang saat weekend katanya, seraya menambahkan, orang Indonesia biasanya datang beramai-ramai. Ingin mengobrol dan dugem? Itu bisa dilakukan di Dayang Sumbi. Suasana restoran memberikan perasayan nyaman.

Di dinding tergantung berbagai lukisan asal Bali, juga beberapa dekorasi lainnya berasal dari Bali. Ibu Amalia yang menggagas restoran ini, tetapi sekarang ia juga punya mitra bisnis. Namanya Andreas Borgmann. "Dialah yang membawa hiasan-hiasan dari Bali ini," demikian ungkapnya.

Ia bercerita, sebetulnya ia tidak punya pendidikan spesial untuk jadi juru masak. "Tetapi lidah saya, lidah Indonesia," katanya. Jadi ia dulu terus mencoba membuat rempeyek dan berbagai makanan lain, hingga terasa enak. Ternyata upayanya juga berbuah kesuksesan. Teman-temannya mulai memesan, dan akhirnya ia memutuskan membuka restoran. Pengalaman membuka restoran juga sudah dimilikinya, karena dulu di Indonesia, ia juga sudah pernah membuka restoran Jepang. "Karena kami pindah ke Jerman, restoran itu dijual," demikian ceritanya.

Tetapi di Jerman ia juga belajar banyak, dan itu juga sangat membantu dalam meraih kesuksesan. Apa pelajaran paling besar yang dipetik dari pengalaman hidup di Jerman? "Menghargai waktu," katanya dengan yakin. "Dan tahu bahwa mencari uang di sini itu tidak gampang," tambahnya sambil tertawa.

Harus bekerja keras. Tapi karena itu, ia jadi belajar menghargai waktu dan konsekuen dengan apa yang direncanakan serta dilakukan. Di Jerman seorang pemilik restoran termasuk kategori pekerjaan yang selbstständig, yang artinya mandiri. Artinya, "Saya harus bisa berdiri sendiri dan melakukan semuanya sendiri," demikian dijelaskan Ibu Amalia. Ia menandaskan lagi, di Jerman, yang punya restoran tidak hanya punya modal, tetapi harus bisa melakukan apa yang ditawarkan. Dan sampai sekarang, banyak tamu yang puas dengan makanan yang dimasaknya. Motonya: "Tamu zufrieden (puas), saya bahagia." 

Ketika ditanya, apa pesannya bagi generasi muda Indonesia, ia menjawab dengan tegas: "Semangat untuk bekerja!" Ia mengingatkan bahwa ia sudah lebih dari 50 tahun, tetapi untuk bekerja dan untuk maju, tidak ada kata terlambat![ah/dwindonesia]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

PBB Sebut Militer Myanmar Berniat Musnahkan Muslim Rohingya

Next Post

Meski Dilarang Berceramah, Zakir Naik Tidak Akan Diusir dari Malaysia

Next Post

Meski Dilarang Berceramah, Zakir Naik Tidak Akan Diusir dari Malaysia

Dengan Hasil GSCE Tinggi, Hasan Mendapatkan Beasiswa Eton

Sarapan Akhir Pekan dengan Makaroni Keju Panggang

  • Refleksi Bumi yang Berguncang: Ketika Empat Gunung Meletus Bersamaan dan Pesan di Baliknya

    Refleksi Bumi yang Berguncang: Ketika Empat Gunung Meletus Bersamaan dan Pesan di Baliknya

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9268 shares
    Share 3707 Tweet 2317
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    793 shares
    Share 317 Tweet 198
  • Imbas Erupsi Krakatau, Delapan Bandara Ditutup Sementara

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4196 shares
    Share 1678 Tweet 1049
  • 5 Objek Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan yang Seru untuk Dijelajahi

    276 shares
    Share 110 Tweet 69
  • Rekomendasi Destinasi Wisata Halal Nusa Tenggara Timur yang Tak Boleh Terlewat

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 7 Cara Lindungi Keluarga dari Abu Vulkanik Anak Krakatau

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1983 shares
    Share 793 Tweet 496
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga