RATUSAN Syuhada di Lebanon. Dalam pelanggaran yang jelas dan terang-terangan, penjajah Israel telah melakukan pemboman terhadap puluhan rumah dan wilayah di Lebanon.
Meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata, penjajah Israel tetap menggempur Lebanon yang menyebabkan ratusan warga syahid, ini merupakan pelanggaran nyata terhadap seluruh hukum dan perjanjian internasional.
Menteri Kesehatan Lebanon menegaskan bahwa hingga saat ini, kementerian belum dapat menghitung jumlah pasti korban syuhada dan luka-luka akibat serangan ini.
Baca juga: Israel Bom Lebanon di Hari Pertama Gencatan Senjata
Ratusan Syuhada di Lebanon
Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) mengatakan, eskalasi ini menegaskan bahwa penjajahan tersebut adalah entitas kriminal yang tidak menghormati komitmen apa pun, sebagaimana yang dilakukannya di Gaza melalui blokade, agresi berkelanjutan, serta penargetan tempat-tempat suci, terutama Masjid Al-Aqsa.
“Tindakan ini menunjukkan upaya berkelanjutan untuk mengguncang keamanan dan stabilitas kawasan, sehingga memerlukan sikap tegas dari komunitas internasional untuk menghentikan agresi ini dan meminta pertanggungjawaban,” ungkap Ketua YPSP Dr. Ahed Abu al-atta, Rabu (08/04/2026) melalui pesan singkat.[ind]





