• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 4 November, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Penolakan Warga Mempawah Kalbar terhadap ‘Muhajirin’ Gafatar

18/01/2016
in Berita
83
SHARES
635
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

images

Chanelmuslim.com-Tiga hari lalu ratusan warga dari berbagai daerah di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, menggeruduk markas permukiman warga bekas pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Moton Panjang, Dusun Pansuma, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur.

Mereka melakukan aksi demo secara dialogis dengan penghuni permukiman tersebut yang jumlahnya mencapai 700 jiwa. Para mantan aktivis Gafatar itu diminta untuk segera meninggalkan lokasi dengan kesepakatan selama 3×24 jam.

Perwakilan pendemo, Atang, meminta secara baik-baik kepada penghuni komplek itu untuk segera meninggalkan Kabupaten Mempawah. Tuntutan itu terkait dengan kekhawatiran warga lokal akan akan dampak pengaruh dari faham organisasi massa Gafatar yang pernah mereka ikuti tersebut.

“Secara manusiawi kita tidak mempermasalahkan kedatangan warga baru ini, namun juga sangat sensitif terhadap dampak ke depan yang kemungkinan dapat merusak kehidupan masyarakat kita,” kata Atang dalam orasinya, seperti dikutip kompas.com.

Warga meminta waktu tiga hari bagi eks pengikut Gafatar itu untuk angkat kaki dari Mempawah. Alasannya, sekalipun mereka sudah menyatakan keluar dari organisasi Gafatar, namun ajaran organisasi itu dinilai sudah merasuk ke dalam jiwa mereka.

“Apalagi kedatangan mereka ini sangat mencurigakan, datang dengan gelombang besar, berkelompok dan terkesan hanya bergaul dengan sesama kelompoknya sendiri,” terang Atang.

Koordinator pendatang eks pengikut Gafatar, Dwi Adianto, menegaskan saat ini sudah tidak lagi bergabung, sejak larangan pemerintah diberlakukan atas organisasi tersebut dan mereka tidak pernah lagi mengatasnamakan Gafatar.

“Segala aktivitas Gafatar tidak pernah kami lakukan di sini. Kami murni datang untuk mencari penghidupan, mulai dari pertanian hingga sektor usaha. Kami tekankan kembali, kami datang ke sini bukan mengatasnamakan Gafatar, apalagi ingin mengembangkan ataupaun memperluas Gafatar. Tapi kami murni mencari penghidupan,” tegas Dwi seperti dilansir JPPN.

Dwi mengatakan, sejak Gafatar dilarang pemerintah pada Agustus 2015 silam, dirinya beserta para pengikut Gafatar tidak pernah lagi aktif di organisasi tersebut. Multi efek akibat ikut dalam organisasi Gafatar juga mereka terima. Di antaranya, mereka ada yang di PHK (putus hubungan kerja) dari perusahaan, dan ada pula yang tidak diakui lagi di tempat mereka berasal, yaitu Yogyakarta.

Meski beralasan demikian, warga Mempawah tetap pada pendirian dan keputusan bersama warga. Mereka memberikan waktu tiga hari untuk meninggalkan markas mereka di desa Antibar, Mempawah. (mr/foto:molsumsel)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Blibli.com Kerja sama dengan Kidzania Hadirkan Wahana Online Mall

Next Post

Berkunjung ke Kediaman JK, Sohibul Iman: Kami Bicarakan Tema Ekonomi

Next Post

Berkunjung ke Kediaman JK, Sohibul Iman: Kami Bicarakan Tema Ekonomi

Sinergi Antarlembaga Lebih Penting Dibanding Revisi UU Terorisme

Mengenal Bahaya Sianida, si Racun Mematikan

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9673 shares
    Share 3869 Tweet 2418
  • Motif Hawa Karya Pipit Pramudia, Perpaduan Batik Parang dan Kawung dalam Balutan Modest Fashion yang Anggun

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1457 shares
    Share 583 Tweet 364
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2600 shares
    Share 1040 Tweet 650
  • Bagaimana Cara Menanam Cabai di Pot untuk Pemula agar Cepat Tumbuh dan Berbuah?

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Benarkah Stevia Bermanfaat untuk Menjaga Kesehatan Tubuh?

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4369 shares
    Share 1748 Tweet 1092
  • Bagaimana Cara Mengatasi Bau Tidak Sedap di Dapur agar Rumah Tetap Bersih dan Nyaman?

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Heboh di Ponpes Putri Hamalatul Qur’an Sukoharjo

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    336 shares
    Share 134 Tweet 84
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga