• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 10 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Mengapa Film “Born a King” yang Dipilih Tayang di Kerajaan Arab Saudi

04/01/2018
in Berita
103
SHARES
794
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Oleh: Agung Waspodo (peneliti sejarah Islam)

ChanelMuslim.com-Setelah turun keputusan dari Kementerian Kebudayaan dan Informasi tertanggal 11 Desember 2017 maka mulai 2018 bioskop akan dibuka di Kerajaan Arab Saudi setelah dilarang selama 35 tahun. Pelarangan bioskop pada tahun 1982 terjadi seiring dengan menguatnya peran institusi agama serta krisis penyanderaan Ka’bah oleh kelompok Juhayman al-‘Utaybi 20 Nov-4 Des 1979.

Salah satu film yang akan diputar perdana berjudul “Born a King” yang menggambarkan kehidupan Pangeran Faisal yang berusia 14 tahun pada tahun 1919. Ia dikirim oleh ayahnya, Raja Abdul Aziz (dikenal sebagai Ibn Sa’ud pendiri kerajaan Arab Saudi), ke London dengan misi memastikan dukungan Kerajaan Inggris atas berdirinya Kerajaan Arab Saudi.

Dukungan Inggris terhadap berdirinya Kerajaan Arab Saudi sudah tidak perlu ditutupi lagi karena sudah menjadi informasi pada domain publik.

Selama perjalanan diplomatik tersebut Pangeran Faisal (kelak menjadi raja menggantikan kakaknya Sa’ud 1953-65) didampingi Harry Philby sang penasihat tinggi Raja Abdul Aziz. Harry St. John Bridger Philby (foto sebelah kiri) adalah agen intelijen Inggris sebagaimana Thomas Edward Lawrence. Jika Lawrence dikirim untuk menggarap keluarga Syarif Hussein ibn Ali al-Hasyimi, maka “Jack” Philby dikirim untuk menggarap keluarga Ibn Sa’ud.

Politik kerajaan Saudi tentu cukup praktis agar mereka dapat terus bertahan karena pengalaman era Dir’iyah 1742-1818 dan era Riyadh 1824-1891 keduanya berakhir tragis. Pilihan untuk memihak Inggris adalah pilihan yang logis.

Dalam lawatan tersebut Pangeran Faisal menghadapi Lord Curzon yang lebih pro kepada faksi keluarga Hussein ibn Ali serta Winston Churchill yang pro Zionis. Pangeran Faisal juga menjalin kerja sama dengan Princess Mary dalam menapaki lika-liku politik Inggris. Rombongan kerajaan ini juga sempat mengunjungi Irlandia.

Selain kisah keluarga Ibn Sa’ud, yang juga menarik adalah cerita bagaimana Philby yang kecewa dengan pemerintah Inggris kemudian menjadi tokoh anti Zionisme. Philby masuk İslam pada tahun 1930 dengan nama Sheikh Abdullah. Philby juga memuluskan ARAMCO (gabungan dua perusahaan minyak Amerika Serikat; SoCAL dan Texaco) melalui kedekatannya dengan keluarga Ibn Sa’ud untuk menang kontrak bisnis minyak terbesar dunia atas Anglo-Persian Oil Company (Inggris), nampak sekali dia ingin balas dendam. Bahkan anaknya, Kim Philby, yang ia promosikan ke dalam dinas rahasia M16 Inggris pun kemudian menjadi double-agent yang mengkhianati Inggris demi Uni Soviet.
—

Jadi mengapa film ini yang akan ditayangkan? Ada dua kemungkinan menurut saya:

Satu, Pangeran Muhammad ibn Salman (MBS, penguasa de fakto sekarang) mungkin ingin memodel kepemimpinan Raja Faisal (1964-75) yang cukup terbuka dengan barat namun tetap kuat secara politik regional. Tentu ada beberapa kualitas Raya Faisal yang tidak dimiliki oleh sang pangeran; tapi dia masih muda dan masih bisa berubah.

Kedua, sosok Philby menjadi unik untuk turut diangkat dalam film tersebut. Philby sebagai penasihat Raja Abdul Aziz sang pendiri kerajaan, berani menilai secara terbuka pemerintahan Raja Sa’ud (1953-65). Sa’ud adalah kakak tertua Pangeran Faisal pengganti ayah mereka Abdul Aziz. Menurut Philby, kerajaan berubah menjadi negeri dengan aturan yang kaku dan keluarga kerajaan merosot moralnya. Namun, ada semacam paradoks tentang kemewahan yang dipertontonkan MBS akhir-akhir ini jika ingin konsisten dengan prinsip Philby.

Philby terkenal mengritik kepemimpinan Raja Sa’ud dengan kata-kata pedasnya “the royal family’s morals were being picked up ‘in the gutters of the West'”. Sosok Philby ini pernah dituduh anti-Zionis serta ditangkap oleh Pemerintah Inggris pada Perang Dunia Kedua. Philby dibuang ke Lebanon tahun 1955 akibat kritiknya dan wafat dalam lawatan di Beirut tahun 1960. Philby belum sempat melihat era Raja Faisal (1964-75) yang ketika berstatus pangeran pernah diantarnya selama lawatan diplomatik ke Inggris.

Apakah betul MBS melihat dirinya seperti Raja Faisal? Saya hanya berusaha mengejar ketertinggalan bacaan sejak liburan kemarin. Mungkin ini film lebih cocok untuk jiwa saya daripada yang lagi trending di Indonesia. Hampir pasti tidak tayang di Indonesia, film ini terlalu banyak mikir untuk menikmatinya.

Depok, 1 Januari 2018.
(Ind)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Berpasangan dengan Sudrajat, Syaikhu Yakin Menang Pilkada Jabar

Next Post

Empat Arahan Presiden PKS di Depan Ratusan Calon Kepada Daerah Se-Indonesia

Next Post

Empat Arahan Presiden PKS di Depan Ratusan Calon Kepada Daerah Se-Indonesia

Hubungan Intim Sesama Jenis Masuk Kategori Perzinahan dalam UU KUHP

Ini 7 Daftar Wisata Digital berkonsep Pasar Zaman Now di Indonesia

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    172 shares
    Share 69 Tweet 43
  • Teluk Manado Sulawesi Utara jadi Lokasi Menyelam Terbaik di Bumi

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Jangan Terbawa Arus

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    202 shares
    Share 81 Tweet 51
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    162 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Kebijaksanaan Nabi Sulaiman ketika Memutuskan Perkara Dua Orang Ibu yang Berselisih karena Anaknya Dibawa Serigala

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Resep Singkong Keju Goreng

    121 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Wanita yang Mendapat Salam dari Rabbnya

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • 7 Akun Instagram Influencer Dakwah yang Bikin Kita Nggak Ketinggalan Berita Terkini

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1642 shares
    Share 657 Tweet 411
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga