• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 27 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Hati-hati dengan ‘Skip Challenge’, Nyawa Taruhannya

10/03/2017
in Berita
73
SHARES
562
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Kalangan remaja khususnya di Indonesia sekarang digegerkan dengan adanya permainan skip challenge. Namun berbeda dengan permainan mannequin challenge yang menjadi bak patung, skip challenge yang dikenal juga dengan pass out challenge ini sangatlah berbahaya untuk kesehatan.

‘Permainan’ ini menjadi berbahaya karena mereka diharuskan menghambat jalur pernapasannya dengan sengaja.

“(Dengan permainan tersebut) Anak dibuat tidak bagus jalan pernapasannya. Segala hal yang membuat orang jatuh pada kondisi kekurangan oksigen itu berbahaya,” ujar dr Nastiti Kaswandani dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/3).

Saat dada ditekan dengan kuat, pembuluh darah besar akan tertekan dan menghambat aliran darah beroksigen ke otak. Hal ini akan menyebabkan orang akan kejang dan pingsan.

Terhambatnya oksigen ke otak ini disebut sebagai hypoxic-anoxic brain injury (HAI). Selain menyebabkan masalah seketika (sesak napas dan lainnya), aksi ini juga menyebabkan efek jangka panjang untuk tubuh. Aksi ini akan menyebabkan kematian sel tubuh, masalah penglihatan, kerusakan fungsi motorik tubuh.

Kejang, sesak napas, dan lainnya hanyalah efek kejang karena kekurangan oksigen dalam waktu singkat dan bisa ‘diterima’ tubuh. Namun Nastiti mengatakan, jika tubuh terlalu lama tak mendapat asupan oksigen, maka sel tubuh mulai rusak.

Kematian sel bisa terjadi setelah beberapa menit kekurangan oksigen dan menyebabkan berbagai masalah tubuh. Misalnya, kerusakan dan kematian sel di area mata akan mengganggu penglihatan, sedangkan kematian sel motorik akan menyebabkan gangguan fungsi motorik.

Gangguan pada fungsi motorik ini akan sangat berbahaya bagi pelaku. Pasalnya gangguan motorik ini akan menyebabkan cedera serius pada si penerima tantangan karena mereka tidak bisa mengontrol tangan dan kaki untuk menghindari benda-benda saat mereka jatuh pingsan. Hal ini yang menyebabkan mereka punya banyak luka biasa maupun serius di berbagai anggota tubuh.

Hal yang lebih berbahaya akan terjadi jika sel otak dan sel tubuh lain yang tidak bisa diperbaiki ikut rusak. Beberapa masalahnya antara lain gejala stroke sampai gangguan kecerdasan. Hal ini juga bisa berujung pada kematian.

“Kalau masih dalam waktu sebentar sehabis pingsan mungkin akan sadar lagi. Sama saja jika kita menahan napas untuk menyelam. Yang sulit itu jika kebablasan,” tuturnya.

Dalam kondisi normal, manusia bisa menahan napas rata-rata sekitar 90 detik sampai maksimal empat menit, menurut Nastiti.

Nastiti mengatakan, tidak ada keuntungan  bagi yang melakukan skip challenge. Terkait hal ini, dikatakannya, perlu ada peran serta orang tua dan guru di sekolah untuk lebih waspada pada permainan modern yang populer di media sosial.

“Fenomena media sosial berpengaruh, skip challenge tidak ada keuntungannya sama sekali. Orang tua dan guru harus ikuti situasi berkembang kalau dia tidak ikuti media sosial susah juga,” ucapnya.[af/cnn]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Jepang akan Permudah Proses Warga Asing Jadi Penduduk Tetap

Next Post

Waspadai Gejala Pneumonia pada Anak

Next Post

Waspadai Gejala Pneumonia pada Anak

Begini Penjelasan Dokter Mengenai Penggunaan Suncare

Sekolah Terkena Puting Beliung, Siswa SD di Temanggung UTS di Serambi Masjid

  • Rekor Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    150 shares
    Share 60 Tweet 38
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9619 shares
    Share 3848 Tweet 2405
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1411 shares
    Share 564 Tweet 353
  • PUSPA Rayakan Satu Tahun Perjalanan: Satukan Perempuan dan Seni, Suarakan Kemanusiaan untuk Palestina

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Mengapa Mendoakan Kebaikan untuk Diri Sendiri Itu Penting?

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Jangan Tinggalkan Doa Ini di Setiap Penghujung Shalat

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4336 shares
    Share 1734 Tweet 1084
  • Tiga Pemuda Sindir Isu Sawit-Israel di Braga

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11869 shares
    Share 4748 Tweet 2967
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    469 shares
    Share 188 Tweet 117
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga