• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 26 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Fitnah Terima 500 Milyar, CIR: PKS Tidak Mengenal Mahar Politik

15/08/2018
in Berita
73
SHARES
559
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Pernyataan Andi Arief, Wakil Sekjen Partai Demokrat, tentang mahar politik yang diberikan kepada PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dan PAN dalam rangka penetapan calon presiden Prabowo Subianto yang berpasangan dengan calon wakil presiden Sandiaga Shalahuddin Uno menimbulkan kontraversi berkepanjangan. Tudingan itu disebarkan melalui akun twitter @AndiArief pada Rabu malam (8/8/2018) menjelang deklarasi pasangan Prabowo-Sandi.

Sumbernya dari cerita petinggi Demokrat (Hinca Panjaitan, Syarif Hasan dan Amir Syamsudin) yang bertemu dengan petinggi Partai Gerindra (Fadli Zon, Sufmi Dasco, Prasetyo dan Fuad Bawazier). Pertemuan elite itu tidak dihadiri PKS dan PAN. Lalu, mengapa Andi ngamuk sembarangan menuduh PKS dan PAN telah menerima dana ‘penaklukan’ masing-masing Rp 500 miliar? Dana itu katanya untuk memperlancar rencana pasangan Prabowo-AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Bahkan, Andi juga sempat menyinggung kemungkinan tampil pasangan Sandi-AHY akan ‘mengkudeta’ Prabowo.

Pengamat politik dari Center for Indonesian Reform(CIR), Sapto Waluyo, melihat keanehan tudingan mantan Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang beraliran kiri itu. “Cerita itu, kalau benar, bertujuan untuk menyukseskan AHY tampil sebagai cawapres dari Demokrat. Entah berpasangan dengan Prabowo atau Sandi. Lalu mengapa Andi menuding PKS dan PAN seolah menerima mahar agar mengalah dari tuntutan politiknya? Mengapa Andi percaya dari kabar angin satu pihak saja? Mahar itu artinya suap untuk memperoleh jabatan politik dan selama ini publik menyaksikan PKS tidak mengenal mahar politik,” ujar Sapto, Direktur CIR.

Sandiaga yang dituding menebar mahar telah membantah tuduhan tidak berdasar itu. Bahkan, Sandi menantang Andi untuk membuktikannya di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika ada pelanggaran yang terjadi. DPP PKS tidak tinggal diam, mereka telah melaporkan Andi ke kepolisian karena diduga menyebarkan berita palsu dan mencemarkan nama institusi. Apalagi, Badan Pengawas Pemilu telah mencari informasi berkaitan dengan isu kontraversi jelang pilpres itu.

Andi bersikeras dengan cerita miring tanpa bukti, bahkan berkata bahwa dia diperintah pimpinan Partai Demokrat untuk bersuara keras. Dari petinggi PD belum terdengar klarifikasi, sehingga isu tersebut bisa mengganggu harmoni dalam koalisi kubu oposisi.

PKS telah berkoalisi dengan Gerindra sejak lama. Dalam pilkada DKI Jakarta 2017 dan pilkada Jabar 2018, tak ada isu mahar politik. “Publik tidak pernah mendengar Gerindra menyetor dana untuk menggolkan Anies Baswedan berpasangan dengan Sandi, dan Sudrajat berpasangan dengan Ahmad Syaikhu. Lalu, mengapa sekarang Andi dan Demokrat yang baru bergabung koalisi nekadbersuara negatif?” Sapto bertanya tentang motif di balik tudingan itu yang dapat mendegradasi pasangan Prabowo-Sandi.

Publik selama ini mengetahui PKS mandiri dalam pengelolaan dana partai berasal dari iuran anggota dan donasi simpatisannya. Peneliti dari ICW dan CSIS telah mengakui kredibilitas PKS dalam mengelola dana partai. Dalam kasus pilkada Jawa Barat, misalnya, komponen biaya utama yaitu dana operasional saksi di TPS ditanggung PKS, karena biaya kampanye Sudrajat-Syaikhu sangat terbatas. Dalam perundingan dengan Gerindra, PKS juga siap menanggung sebagian biaya kampanye, bila kadernya dipercaya menjadi Cawapres.

Bila diasumsikan dana operasional saksi standar Rp 200.000/orang/TPS, sementara tiap TPS dikawal minimal 2 saksi dan jumlah TPS seluruh Indonesia pada pemilu 2019 diperkirakan 800.000, maka biaya saksi total Rp 320 miliar. Itu belum terhitung dana kampanye door to door yang biasa dilakukan kader PKS dengan sumberdaya mandiri dan dikalkulasi sekitar Rp 7,2 triliun.

“Isu dana Rp 500 miliar itu sebenarnya recehan dibanding biaya kampanye pemilu yang dikeluarkan partai. Apalagi, dilontarkan dalam konteks yang keliru. SBY selaku Ketua Dewan Pembina PD harus menegur Andi atas ocehan kosong tanpa bukti,” simpul Sapto. (Mh)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dewan Dakwah Putuskan Idul Adha Mengikuti Arab Saudi

Next Post

Sound of Humanity untuk Lombok

Next Post

Sound of Humanity untuk Lombok

Tempe Penyet, Resep Menu Tunggal Anti Bosan

Ini Alasan Pemerintah Tidak Fasilitasi Jamaah di Hari Tarwiyah

  • Rekor Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9607 shares
    Share 3843 Tweet 2402
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1401 shares
    Share 560 Tweet 350
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2559 shares
    Share 1024 Tweet 640
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • MUI Rilis Fatwa Ibadah Puasa dan Idul Fitri

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2490 shares
    Share 996 Tweet 623
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Alaska Tawarkan Turis Vaksin Covid-19 Mulai 1 Juni

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Anis Byarwati Kunjungi Dua Titik Pengungsian di Jakarta Timur

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga