WAKIL Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, S.E., M.M., mendorong dinas-dinas terkait agar semakin aktif membina pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bekasi agar lebih kreatif serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Menurut Evi, di era saat ini UMKM tidak hanya dituntut untuk menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga harus mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam hal digitalisasi dan sistem pembayaran.
“Saya mendorong agar dinas-dinas terkait yang membidangi UMKM ini juga harus mengajak para UMKM di Bekasi ini untuk kreatif dan harus update dengan teknologi. Makanya kita harapkan ke depan Dekranasda bisa bekerja sama dengan dinas UMKM agar bisa melakukan pelatihan bagi para UMKM di Bekasi, terkait dengan digitalisasi, marketingnya, dan lain-lainnya,” ujar Evi saat diwawancarai ChanelMuslim dalam Opening Nusantara Modest Fashion Festival pada Jumat (30/1/2026), di Summarecon Mall Bekasi.
Ia menegaskan, perubahan pola transaksi yang kini semakin banyak menggunakan pembayaran digital merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pelaku UMKM untuk berkembang lebih maju.
Baca juga: Deretan Anggota DPRD DKI Jakarta yang Meraih Penghargaan BK Award 2025
DPRD Kota Bekasi Dorong UMKM Kreatif dan Melek Digital
“Sekarang eranya sudah beda, sekarang pembayaran sudah banyak yang pakai digital, itu bagian dari update yang harus dilakukan para UMKM. Jadi UMKM yang maju adalah UMKM yang kreatif,” lanjutnya.
Selain itu, Evi juga menekankan pentingnya peran Dinas UMKM dan Koperasi dalam menaungi dan mengembangkan para pelaku usaha, termasuk startup dan UMKM pemula. Ia berharap pembinaan tidak hanya berfokus pada UMKM yang sudah mapan, tetapi juga memberi ruang bagi usaha-usaha yang baru tumbuh.
“Dinaungi oleh dinas yang membidangi yaitu Dinas UMKM dan Koperasi, saya harapkan mereka juga bisa mengangkat para startup, para UMKM pemula untuk diajak,” katanya.
Evi menilai, UMKM yang telah berada di level menengah hingga besar dapat berperan sebagai pendamping atau “ibu asuh” bagi UMKM pemula, sehingga tercipta ekosistem usaha yang saling mendukung.
“UMKM yang sudah tumbuh besar, UMKM yang sudah di tingkat menengah, itu bisa jadi ibu asuh bagi para UMKM pemula-pemula. Jadi harus difasilitasi,” tutup Evi.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, dinas terkait, serta pelaku UMKM, Evi berharap pembinaan yang menyeluruh dapat mendorong UMKM Kota Bekasi semakin berdaya saing dan mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi digital. [Din]





