MEMASUKI usia satu tahun, anak mulai menunjukkan rasa ingin tahu yang semakin besar terhadap lingkungan di sekitarnya. Mereka belajar berdiri, berjalan, memegang benda dengan lebih terampil, hingga mencoba melakukan berbagai aktivitas secara mandiri. Pada masa inilah perkembangan motorik berlangsung sangat pesat sehingga membutuhkan stimulasi yang tepat dari orang tua.
Motorik sendiri terbagi menjadi dua, yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar melibatkan otot-otot besar, misalnya saat berjalan, berlari, atau melompat. Sementara motorik halus berkaitan dengan koordinasi otot-otot kecil, seperti memegang sendok, menyusun balok, atau mencoret menggunakan krayon. Kedua kemampuan tersebut sama-sama penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. (CDC)
Berikut beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu melatih motorik anak usia satu tahun ke atas.
Baca Juga: Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Fermentasi, Apa Saja Risikonya bagi Kesehatan?
Cara Melatih Motorik Anak Usia 1 Tahun ke Atas agar Tumbuh Aktif dan Percaya Diri
1. Berikan Kesempatan Anak Banyak Bergerak
Anak usia satu tahun memiliki energi yang besar. Biarkan mereka belajar berjalan, merangkak, naik turun permukaan yang aman, atau bermain di halaman rumah.
Hindari terlalu sering membatasi gerakan anak, misalnya dengan membiarkannya terlalu lama berada di stroller atau baby chair. Semakin banyak kesempatan bergerak, semakin terlatih kekuatan otot, keseimbangan, dan koordinasi tubuhnya. (CDC)
2. Ajak Bermain Susun Balok
Permainan balok merupakan salah satu aktivitas sederhana yang memiliki banyak manfaat. Saat anak mengambil, menggenggam, lalu menyusun balok, mereka sedang melatih koordinasi mata dan tangan sekaligus kemampuan motorik halus.
Tidak masalah jika susunan balok sering roboh. Justru melalui proses mencoba berulang kali, anak belajar mengontrol gerakannya dengan lebih baik.
3. Latih dengan Bermain Bola
Bermain bola dapat membantu perkembangan motorik kasar. Orang tua bisa mengajak anak melempar, menangkap, mendorong, atau menendang bola berukuran kecil sesuai usianya.
Selain meningkatkan koordinasi tubuh, permainan ini juga membantu anak belajar mengikuti arah gerakan serta memperkuat otot kaki dan tangan.
4. Berikan Alat Makan Sendiri
Walaupun sering membuat meja makan berantakan, membiarkan anak mencoba makan sendiri sebenarnya merupakan latihan motorik yang sangat baik.
Saat memegang sendok, mengambil makanan, lalu memasukkannya ke mulut, anak sedang belajar mengendalikan gerakan tangan dan jari. Orang tua cukup mendampingi tanpa harus selalu mengambil alih.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
5. Ajak Menggambar atau Mencoret
Pada usia sekitar satu hingga dua tahun, anak mulai tertarik memegang krayon atau pensil warna.
Biarkan mereka mencoret-coret kertas dengan bebas menggunakan alat gambar yang aman dan tidak beracun. Aktivitas sederhana ini membantu memperkuat otot jari sekaligus menjadi dasar kemampuan menulis di kemudian hari.
6. Bermain Memasukkan Benda ke Dalam Wadah
Permainan memasukkan balok ke dalam kotak, memindahkan bola plastik ke keranjang, atau menyusun cincin warna-warni sangat baik untuk melatih koordinasi tangan dan mata.
Selain motorik halus, permainan seperti ini juga membantu perkembangan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah.
7. Libatkan Anak dalam Aktivitas Sehari-hari
Melatih motorik tidak selalu membutuhkan mainan mahal. Orang tua dapat mengajak anak membantu kegiatan sederhana, seperti memasukkan pakaian ke keranjang, mengambil tisu, menyiram tanaman menggunakan gelas kecil, atau membawa mainannya sendiri.
Aktivitas sehari-hari membuat anak belajar bergerak sekaligus membangun rasa percaya diri karena merasa dilibatkan.
Hal yang tidak kalah penting adalah memberikan pujian atas setiap usaha yang dilakukan anak. Hindari membandingkan perkembangan motoriknya dengan anak lain karena setiap anak memiliki kecepatan tumbuh kembang yang berbeda. Fokuslah pada proses, bukan hanya hasilnya.
Apabila hingga usia tertentu anak tampak mengalami keterlambatan motorik yang cukup signifikan atau kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut. Dengan stimulasi yang tepat, lingkungan yang aman, serta dukungan penuh dari orang tua, kemampuan motorik anak akan berkembang secara optimal dan menjadi bekal penting untuk aktivitasnya di masa depan. [DW]





