BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat meningkatkan kesiapsiagaan menyusul banjir dan tanah longsor yang dipicu hujan lebat di wilayah tersebut.
Dikutip dari berbagai sumber, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, mengatakan bahwa bencana hidrometeorologi itu terjadi pada Kamis (8/1/2025) dini hari setelah hujan dengan intensitas lebat mengguyur wilayah Melawi.
BNPB mengonfirmasi banjir merendam 14 desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, Belimbing, dan Ella Hilir, dengan total sementara warga terdampak mencapai 1.027 kepala keluarga.
Baca juga: BNPB Pastikan Status Tanggap Darurat Bencana di Kepulauan Siau, Tagulandang dan Sitaro
BNPB Imbau Tingkatkan Kesiapsiagaan Banjir dan Tanah Longsor di Kalimantan Barat
Abdul menyampaikan hingga kemarin sore kondisi genangan di sejumlah desa masih terjadi, namun belum menunjukkan adanya kenaikan tinggi muka air yang berpotensi memperparah dampak banjir.
Selain banjir, hujan lebat juga memicu tanah longsor di Desa Bemban Permai, Kecamatan Ella Hilir, yang mengakibatkan akses jalan tertutup material longsoran dan belum dapat dilalui kendaraan.
Dia menyebutkan bahwa tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Melawi telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat, memberikan peringatan kewaspadaan kepada warga, serta melakukan asesmen dampak di wilayah terdampak.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Namun, untuk pembukaan akses jalan akibat longsor dilaporkan petugas BPBD masih menunggu dukungan alat berat guna mempercepat penanganan dan pemulihan konektivitas antarwilayah.
BNPB menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi sumber daya di daerah untuk mengantisipasi potensi dampak lanjutan banjir dan tanah longsor selama puncak musim hujan.
BNPB juga meminta pemerintah daerah memastikan kesiapsiagaan personel, peralatan, dan perlengkapan evakuasi, serta menjamin proses dan lokasi evakuasi yang aman apabila warga harus dipindahkan dari wilayah rawan bencana. [Din]





