• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 31 Juli, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Belajar dari Kabupaten Pati

13/08/2025
in Berita
Belajar dari Kabupaten Pati

Ilustrasi, foto: ftnews.co.id

79
SHARES
605
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KABUPATEN Pati tiba-tiba menjadi viral. Bukan karena prestasi atau istimewanya. Melainkan, karena rusuhnya.

Konflik antara Bupati Pati dengan rakyatnya akhirnya berunjung bentrok massa dengan aparat. Ribuan massa aksi di Pati seperti menepati ‘tantangan’ sang bupati untuk mendemo dengan ribuan massa.

Sayangnya, ujung dari dialog tidak sehat rakyat dengan pejabatnya ini berujung bentrok. Sebuah mobil dinas polisi dibakar massa, gerbang kantor bupati dirobohkan massa, dan sang bupati dievakuasi dari kantornya.

Bermula dari Naik PBB 250 Persen

Sebelumnya, Bupati Pati: Sudewo merencanakan akan menaikkan tarif pajak Bumi dan Bangunan sebesar 250 persen. Rencana ini ditentang warga.

Bupati menjelaskan bahwa kenaikan dimaksudkan untuk menutupi keadaan fiskal keuangan di Pati yang minim. Hal ini akan menghambat pembangunan infrastruktur dan lainnya.

Namun, warga Pati menolak karena keadaan ekonomi saat ini yang tidak sehat. Banyak warga menjadi korban PHK dan menjadi pengangguran.

Sayangnya, dua pihak ini tidak menemui titik temu. Bahkan, ada yang seperti tidak elok dari sang bupati yang ‘menantang’ warga Pati untuk membuktikan ribuan massa yang akan berdemo.

Puncaknya, pada tanggal 13 Agustus ini. Terjadilah bentrok yang merugikan semua pihak.

Pajak yang Mencekik Rakyat

Kisruh yang terjadi di Pati semoga tidak terjadi di wilayah lain. Terlebih lagi di pemerintahan pusat.

Namun, potensi itu selalu ada jika pemerintah tak mau susah mencari solusi keuangan negara. Solusi yang dianggap mudah adalah menaikkan pajak, royalti, atau lainnya.

Nyatanya, bukan hanya Pati yang akan menaikkan PBB berlipat-lipat. Dikabarkan, Jombang dan Cirebon pun akan menaikkan PBB lebih besar lagi, hingga seribu persen.

Begitu pun dengan yang terjadi di pusat. Sepanjang sebulan ini, yang didengar publik adalah pemblokiran rekening bank, kenaikan pajak, penerapan royalti musik, menyita tanah nganggur, dan lainnya.

Meredam Potensi ‘Ledakan’

Jika narasi yang diserap rakyat dari para pejabatnya selalu pajak, pengawasan, dan pembatasan; maka itu sama dengan menjadikan rakyat sebagai pihak yang diberikan beban, bukan dilayani.

Padahal, keadaan krisis ekonomi sudah begitu nyata di tingkat bawah. Rakyat butuh solusi, bukan lagi-lagi beban dan ‘ancaman’.

Di sisi lain, publik disajikan pemandangan betapa bebasnya para koruptor dari jeratan hukum. Angkanya pun begitu fantastis: triliunan rupiah untuk satu kasus.

Tak ada cara lain untuk meredam potensi ‘ledakan’ yang sewaktu-waktu bisa terjadi, kecuali menggeser posisi rakyat menjadi sebagai penerima hak, bukan pemikul beban.

Kedua, rapikan cara berkomunikasi para pejabat, pusat dan daerah. Jangan asal ‘jeblak’. Karena rakyat itu hakikatnya adalah tuan yang harus dilayani, bukan sebaliknya.

Jika paradigma pejabat terhadap rakyat tak segera diluruskan, boleh jadi, bukan hanya Pati yang ‘meledak’. Melainkan juga di wilayah-wilayah lain. Semoga itu tidak terjadi. [Mh]

 

 

Tags: Belajar dari Kabupaten Pati
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

World Moslem Scout Jamboree Tegaskan Komitmen Persaudaraan dan Perdamaian Dunia

Next Post

5 Cara Mengonsumsi Biji Chia

Next Post
Cara mengonsumsi biji chia

5 Cara Mengonsumsi Biji Chia

Belajar dari Kesetiaan Penguin

Belajar dari Kesetiaan Penguin

PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen Sambut HUT ke-80 RI

PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen Sambut HUT ke-80 RI

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8998 shares
    Share 3599 Tweet 2250
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11644 shares
    Share 4658 Tweet 2911
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4716 shares
    Share 1886 Tweet 1179
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2313 shares
    Share 925 Tweet 578
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1152 shares
    Share 461 Tweet 288
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4065 shares
    Share 1626 Tweet 1016
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3513 shares
    Share 1405 Tweet 878
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5211 shares
    Share 2084 Tweet 1303
  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    385 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Indonesia dan Yaman Perkuat Kerja Sama Sertifikasi Halal Lewat Penandatanganan MoU

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga