• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 26 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Tips Membuat Anak Jadi Penurut

09/05/2026
in Parenting, Unggulan
Tips Membuat Anak Jadi Penurut

Tips Membuat Anak Jadi Penurut (foto: pixabay)

94
SHARES
726
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BAGAIMANA tips membuat anak menjadi penurut? Kebanyakan orang tua marah itu karena anak sulit diatur, suka membantah, menyepelekan atau meremehkan orang tua, melawan.

Pendiri Rumah Pintar Aisha Dyah Lestyarini mengatakan bahwa jika kita ingin anak respek dengan kita, menuruti kata orang tua, tidak melawan, menyayangi bahkan sampai berdoa dengan tulus untuk orang tuanya, orang tua harus membangun ikatan hati terlebih dahulu.

“Kunci semuanya itu ada pada kata ikatan hati (bonding). Ingat ya Bun, kalau anak sudah mampu mendoakan orang tuanya dengan tulus, antara orang tua dan anak sudah pasti terjalin ikatan hati yang kuat,” kata Dyah dalam Kuliah WhatsApp Tumbuh yang digelar pada Sabtu (29/5/2021).

Baca Juga: Seni Membuat Anak Patuh pada Orangtua

Tips Membuat Anak Jadi Penurut

Lalu, bagaimana caranya membangun ikatan hati yang kuat itu? Orang tua tidak hanya hadir secara fisik tetapi harus hadir secara psikologis dan spiritual.

Banyak orang tua yang hanya hadir secara fisik tetapi tidak hadir secara psikologis dan spiritual sehingga timbullah masalah seperti yang tadi diceritakan.

Hadir secara psikologis yaitu dengan menunjukkan rasa kasih sayang kepada anak, yakni sering-seringlah mengucapkan kata sayang kepada anak, misalnya: “Sini Kak, Ayah sangat sayang sama Kakak”.

Memperhatikan Anak

Kedua, dengan memperhatikan mereka, misalnya: “Masya Allah gambar adik bagus sekali ini, bagaimana ceritanya Dik? Coba adik ceritakan sama Bunda”, “Alhamdulillah Kakak hebat, puasanya tuntas 30 hari, Bunda bangga dan sayang sama kakak, semoga Allah memberi pahala yang banyak ya”.

Perbanyak Tersenyum

Ketiga, perbanyaklah tersenyum kepada anak. Saat bertatap muka dengan anak, berikan senyum terindahmu dan senyum tulusmu, wahai Bunda. Saat anak menolong Bunda, misalnya mengambilkan sesuatu, ucapkan “Jazakillah anak yang sholehah”.

Anak akan merasa bahagia, hatinya akan merasa senang. Anak akan merasa dihargai dan perhatian.

Bercanda dan Tertawa Bersama Anak

Lalu yang keempat adalah bercanda dan tertawa bersama anak. Sesekali ngobrol santai dengan anak. Biarkanlah anak bercerita pengalamannya di sekolah, cerita temannya, cerita saat ia bermain.

Saat Ayah dan Bunda mampu mendengarkan dengan empati, lalu merespon ceritanya dengan baik maka anak akan merasa berharga dan bahagia.

Mendongeng sebelum Tidur

Kemudian yang kelima, coba biasakan bercerita atau mendongeng saat anak menjelang tidur. Aktivitas ini juga mendekatkan secara hati.

Bermain bersama Anak

Keenam, bermain bersama anak. Kebutuhan anak itu bermain dan bergembira. Saat orang tuanya bisa menjadi teman bermainnya maka anak akan merasa sangat senang sekali. Terutama di masa pandemi seperti ini, orang tua harus menyediakan waktu untuk bermain bersama anak dan bersenang-senang bersama agar anak tidak bosan dan stress.

Orang tua bisa bermain mobil-mobilan dengan anak, perang-perangan, tembak-tembakan dengan air, peta umpet, masak-masakan, sekolah-sekolahan, dokter-dokteran dll.

Mencium dan Memeluk Anak

Ketujuh adalah sering-sering mencium dan memeluk anak. Pelukan dan ciuman orang tua kepada anak akan menentramkan jiwa dan hatinya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah mencium Hasan bin Ali sedangkan di samping beliau ada Aqra’ bin Habis al-Tamimi sedang duduk.

Lalu Aqra’ berkata, “Sesungguhnya aku memiliki sepuluh orang anak, namun aku tidak pernah mencium seorangpun di antara mereka.”

Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memandangnya kemudian bersabda, “Barangsiapa tidak mengasihi maka ia tidak akan dikasihi.” (HR. Bukhari).

Sedangkan hadir secara spiritual dengan memberikan pemahaman tentang agama kepada anak dan mengajak mereka beribadah bersama. Ayah dan Bunda perlu memiliki waktu khusus untuk mengajari anak ilmu agama.

Baca Juga: 4 Bekal dalam Mendidik Anak

Mengajari Anak Ilmu Agama

Ada 2 waktu yang bisa menjadi alternatif yakni waktu setelah sholat maghrib dan waktu menjelang tidur. Pada waktu-waktu itu, Ayah dan Bunda perlu ada kebiasaan memberikan anak pendidikan agama bisa melalui ceramah tentunya yang mengasyikkan anak atau dengan pola mendongeng atau bercerita.

Lalu pemahaman juga bisa dilakukan dengan sering memutar film-film anak yang edukatif.

Beribadah bersama Anak

Setelah pemahaman tentang agama, yang kedua adalah beribadah bersama anak seperti sholat berjamaah di masjid bersama, sholat tahajud bersama, mengaji selepas subuh dan maghrib bersama, menghafal Al Quran bersama, sedekah dengan pergi ke anak yatim bersama, mengumpulkan barang/mainan yang akan disedekahkan bersama, puasa sunah bersama, mendampingi anak melihat film edukatif atau film agama misalnya kisah nabi dan saling memaafkan antar anggota keluarga sebelum tidur.

Dimulai dari Bunda yang memberi contoh dengan meminta maaf kepada Ayah, dan kepada anak-anak, lalu gantian Ayah yang meminta maaf kepada Bunda dan anak-anak terakhir anak yang meminta maaf kepada Ayah dan Bundanya.

Setelah selesai, ajarkan juga anak-anak untuk memaafkan siapapun yang bersalah kepada mereka pada hari itu.

Mencontohkan Berdoa

Yang ketiga adalah berdoa. Ajarkan anak untuk mendoakan orang tuanya. Bunda bisa memberikan contoh dengan mendoakan kakek dan nenek agar anak mengikuti dengan mendoakan Ayah dan Bundanya.

Lalu doakan anak dengan doa yang baik, jika perlu, doanya dikeraskan agar anak mendengarkannya. Hal ini dilakukan agar muncul ikatan hati antara anak dan kedua orang tuanya.

Ayah, Bunda, saat Ayah dan Bunda mampu hadir dalam ruang psikologis anak dan juga ruang spiritual anak maka antara anak dan orang tuanya telah terjalin ikatan hati yang kuat. Anak akan respek dengan orang tuanya, menghormati, menghargai, menuruti kata orang tuanya.

Anak akan sangat sayang kepada orang tuanya dan karena sayangnya anak kepada orang tuanya, ia bisa mendoakan orang tuanya dengan sungguh-sungguh.

Orang tuanya telah banyak menanamkan memori kebaikan, kasih sayang, perhatian, cinta, penghargaan pada diri anak. Sampai kapanpun memori itu akan terus ada.

Saat orang tuanya meninggal dunia, anak akan berjuang untuk bisa masuk surga bersama kedua orang tuanya, dengan banyak beristighfar untuk kedua orang tuanya dan banyak beramal sholeh yang juga diniatkan untuk kedua orang tuanya sehingga kedua orang tuanya, Allah ampuni dosa-dosanya, dan Allah tambahkan pahala dan derajat kepada kedua orang tuanya.

Orang tua yang mendapatkan kiriman istighfar dari anaknya ini kelak akan kaget, begitu besarnya pahala yang anak kirimkan kepadanya. “Sungguh seseorang benar-benar diangkat derajatnya di surga lalu dia pun bertanya, ‘Dari mana ini?’ Dijawab, ‘Karena istighfar anakmu untukmu” (Sunan Ibnu Majah).[ind]

Tags: dyah lestyarinirumah pintar aishatips membuat anak jadi penuruttips mendidik anaktips parenting
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pendidikan Usia Dini Investasi Masa Depan (2)

Next Post

Mirip Pulau Karimunjawa, Pulau Sebesi Lampung Selatan Akan Menjadi Wisata Bahari

Next Post
Mirip Pulau Karimunjawa, Pulau Sebesi Lampung Selatan Akan Menjadi Wisata Bahari

Mirip Pulau Karimunjawa, Pulau Sebesi Lampung Selatan Akan Menjadi Wisata Bahari

Memilih Menantu

Ipar Bukanlah Mahram

Itinerary Sehari di Lembang, Cocok untuk Semua Usia

Itinerary Sehari di Lembang, Cocok untuk Semua Usia

  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    431 shares
    Share 172 Tweet 108
  • Nasihat untuk Muslimah yang Haid di Hari Arafah

    154 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    519 shares
    Share 208 Tweet 130
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2162 shares
    Share 865 Tweet 541
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8503 shares
    Share 3401 Tweet 2126
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4351 shares
    Share 1740 Tweet 1088
  • Mengharap Keberkahan Zulhijjah, Salimah Jakarta Adakan Forsil MT

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Daftar Sunscreen Halal MUI yang Perlu Kamu Ketahui

    2162 shares
    Share 865 Tweet 541
  • Viral, Koin Uang 1000 Kelapa Sawit bisa Mencapai Rp120 Juta

    224 shares
    Share 90 Tweet 56
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3831 shares
    Share 1532 Tweet 958
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga