Ada satu pemandangan yang hampir selalu melekat dalam ingatan jamaah ketika membayangkan Masjid Nabawi di Madinah. Di antara hamparan karpet yang memenuhi ruang masjid, terdapat sebuah kawasan dengan karpet berwarna hijau yang menjadi penanda Raudhah. Bagi banyak jamaah, melihat warna hijau tersebut bukan sekadar pemandangan biasa. Ada rasa haru karena kawasan itu memiliki hubungan erat dengan kehidupan Rasulullah.
Raudhah atau Raudhah Asy-Syarifah merupakan area yang berada di antara rumah Rasulullah dan mimbar beliau. Dalam hadis sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah bersabda bahwa area antara rumah dan mimbar beliau merupakan salah satu taman dari taman-taman surga. Karena itulah kawasan tersebut kemudian dikenal sebagai Raudhah atau taman. Pemerintah Arab Saudi dalam panduan resmi juga menjelaskan bahwa Raudhah merupakan area berbentuk persegi panjang yang berada di dalam Masjid Nabawi.
Baca Juga: Surga Kuliner Madinah Favorit Jamaah Indonesia
Sejarah Karpet Berwarna Hijau di Area Raudhah Masjid Nabawi
Lantas, sejak kapan karpet di Raudhah berwarna hijau?
Hal penting yang perlu dipahami adalah warna karpet bukan bagian dari sejarah Raudhah sejak zaman Rasulullah. Pada masa Nabi, lantai Masjid Nabawi tentu belum menggunakan karpet modern seperti yang terlihat sekarang. Warna hijau yang menjadi ciri khas Raudhah merupakan penanda visual dalam pengelolaan Masjid Nabawi pada masa modern.
Panduan resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyebutkan bahwa lantai Raudhah dilengkapi karpet hijau yang berbeda dari karpet di bagian lain Masjid Nabawi. Dengan perbedaan tersebut, jamaah dapat mengenali kawasan Raudhah dengan lebih mudah ketika berada di dalam masjid. Panduan yang sama mencatat ukuran Raudhah sekitar 22 meter × 15 meter atau kurang lebih 330 meter persegi.
Penggunaan dan perawatan karpet Raudhah terus mengalami pembaruan. Pada Mei 2018, otoritas Masjid Nabawi melaporkan penggantian karpet di Raudhah sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadan. Karpet yang dipilih merupakan produksi dalam negeri dengan kualitas tinggi dan dirancang untuk membantu menjaga kerapian saf.
Perawatan tersebut bukan pekerjaan yang berhenti setelah karpet dipasang. Pada Maret 2024, General Authority for the Care of the Affairs of the Grand Mosque and the Prophet’s Mosque kembali mengganti karpet di Raudhah untuk persiapan Ramadan. Penggantian dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada jamaah yang datang dari berbagai negara.
Menariknya, pengelolaan karpet Masjid Nabawi kini menggunakan teknologi modern. Saudi Press Agency melaporkan bahwa karpet-karpet di Masjid Nabawi memiliki sistem RFID yang membantu mencatat informasi seperti waktu produksi, lokasi, penggunaan, jadwal pembersihan, hingga pergerakannya. Perawatan juga dilakukan secara rutin demi menjaga kebersihan dan kenyamanan jamaah.
Jadi, karpet hijau di Raudhah bukanlah peninggalan langsung dari zaman Rasulullah. Ia merupakan bagian dari pengelolaan modern yang membantu jamaah mengenali kawasan Raudhah. Meski demikian, warna tersebut kini telah menjadi salah satu ciri yang sangat mudah dikenali dari tempat yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan dakwah Rasulullah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ketika suatu hari seorang Muslim berkesempatan menginjakkan kaki di atas karpet hijau itu, semoga yang terlintas bukan hanya keinginan mendapatkan tempat untuk beribadah, tetapi juga rasa syukur karena dapat berada di salah satu lokasi bersejarah yang pernah menjadi bagian dari kehidupan Rasulullah. Di sanalah kenangan tentang beliau terasa begitu dekat, mengingatkan kita bahwa cinta kepada Rasulullah seharusnya tidak berhenti pada kerinduan, tetapi juga diwujudkan dengan mengikuti sunnah dan akhlaknya. [DW]





