KEMENTERIAN Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI menjalin kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa dan pemberdayaan masyarakat.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendiktisaintek dan BAZNAS yang berlangsung dalam rangkaian acara Peluncuran Beasiswa Cendekia Palestina dan Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026, Rabu (9/9/2026), di Gedung Kemendiktisaintek RI.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, dana yang dihimpun BAZNAS dari para muzaki dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, salah satunya melalui pemberian beasiswa.
“Dengan adanya kerja sama ini BAZNAS yang tentunya memiliki anggaran, memiliki dana-dana yang berasal dari para muzaki, itu salah satunya akan dimanfaatkan untuk pemberian beasiswa,” ujar Brian dalam doorstop usai acara.
Selain beasiswa, kerja sama tersebut juga mencakup berbagai program pemberdayaan masyarakat yang nantinya melibatkan perguruan tinggi. Program tersebut akan diselaraskan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik serta program pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan organisasi mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Baca juga: Zakat Berpotensi Jadi Sumber Pendanaan Pendidikan, Penyaluran Capai Rp1,56 Triliun
Kemendiktisaintek Gandeng BAZNAS Perluas Akses Beasiswa dan Pemberdayaan Masyarakat
Brian menilai sinergi tersebut menjadi kabar baik bagi insan perguruan tinggi karena dapat membantu memperluas kesempatan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Brian menjelaskan, pemerintah selama ini telah mengalokasikan anggaran besar untuk program beasiswa. Menurutnya, pemerintah menyediakan lebih dari Rp15 triliun untuk program beasiswa yang mencakup lebih dari 1,1 juta penerima.
Namun, tingginya animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan membuat kebutuhan beasiswa masih sangat besar. Karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan lembaga yang lebih luas agar calon mahasiswa yang belum mendapatkan dukungan dari program beasiswa pemerintah tetap memiliki peluang melanjutkan pendidikan.
“Pada beberapa sisi ada yang masih belum ter-cover atau belum mendapatkan beasiswa dari pemerintah. Karena itu kita mengajak lembaga-lembaga yang lebih luas dan ini disambut sangat antusias oleh BAZNAS,” kata Brian.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan dalam pembiayaan kuliah.
Dalam kesempatan yang sama, Brian juga menyoroti Beasiswa Cendekia Palestina sebagai bagian dari kerja sama tersebut. Program ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan program bantuan BAZNAS untuk Palestina melalui dukungan pendidikan.
Menurut Brian, beasiswa tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu mahasiswa asal Palestina mendapatkan kesempatan belajar, tetapi juga mendukung agenda peningkatan jumlah mahasiswa asing di perguruan tinggi Indonesia.
“Ini akhirnya kita gunakan untuk mendatangkan masing-masing dari Palestina untuk belajar di kampus-kampus kita di Indonesia,” ujarnya.
Kehadiran mahasiswa Palestina di perguruan tinggi Indonesia diharapkan dapat memberikan manfaat timbal balik. Di satu sisi, program tersebut menjadi bentuk dukungan pendidikan bagi masyarakat Palestina. Di sisi lain, keberadaan mahasiswa asing dapat memperkuat atmosfer internasional di kampus-kampus Indonesia.
Brian menilai program tersebut menjadi bentuk kolaborasi yang dapat menggabungkan misi kemanusiaan, pendidikan, dan internasionalisasi perguruan tinggi.
“Di samping kita tentu membantu saudara-saudara kita Palestina, kampus-kampus kita akan mendapatkan pemberdayaan yang tentu sangat baik, membangun atmosfer internasional di Indonesia,” tutur Brian.
Dengan penandatanganan MoU ini, Kemendiktisaintek dan BAZNAS berharap kolaborasi di bidang pendidikan dapat terus diperluas, baik melalui program beasiswa maupun pemberdayaan masyarakat berbasis perguruan tinggi. [Din]



