JAKET berbahan nylon banyak dipilih karena ringan, kuat, dan praktis digunakan untuk berbagai aktivitas. Bahan ini juga cukup populer pada jaket parasut, windbreaker, bomber, hingga pakaian untuk kegiatan luar ruangan. Meski dikenal tahan lama, bukan berarti jaket nylon boleh diperlakukan sembarangan. Cara mencuci, mengeringkan, menyimpan, bahkan menyetrikanya dapat memengaruhi usia pakai jaket.
Perawatan yang tepat sebenarnya tidak sulit. Justru, beberapa kebiasaan sederhana bisa membantu menjaga warna, bentuk, dan kualitas bahan nylon tetap baik.
Baca Juga: Tips Merawat Charger Ponsel agar Tidak Cepat Rusak
Simak Cara Merawat Jaket Berbahan Nylon agar Awet dan Tidak Mudah Rusak
1. Selalu cek label perawatan
Sebelum mencuci, luangkan waktu untuk membaca label yang terdapat di bagian dalam jaket. Jangan langsung berasumsi semua jaket nylon memiliki aturan perawatan yang sama. Ada yang aman dicuci menggunakan mesin, ada pula yang lebih dianjurkan dicuci dengan tangan.
Label perawatan biasanya memberikan informasi mengenai suhu air, metode pencucian, penggunaan pemutih, hingga cara pengeringan. Electrolux Indonesia juga menyarankan agar petunjuk pada label diperiksa terlebih dahulu sebelum jaket dicuci.
2. Gunakan air dingin dan deterjen lembut
Untuk jaket nylon yang memang boleh dicuci, air dingin atau bersuhu rendah umumnya menjadi pilihan yang lebih aman. Gunakan deterjen secukupnya dan hindari produk dengan bahan kimia yang terlalu keras.
Pemutih sebaiknya tidak digunakan sembarangan karena dapat memengaruhi serat dan warna kain. Hal yang sama berlaku untuk pelembut pakaian, terutama pada jaket nylon yang memiliki lapisan antiair. Beberapa produsen pakaian outdoor, seperti Columbia, secara khusus menyarankan deterjen ringan serta menghindari pemutih dan pelembut kain.
3. Jangan menggosok jaket terlalu keras
Jika ada noda di permukaan jaket, tidak perlu langsung menggosoknya dengan tenaga besar. Bersihkan bagian tersebut secara perlahan menggunakan kain atau spons lembut yang telah dibasahi.
Untuk kotoran yang membandel, lakukan pembersihan awal sebelum jaket dicuci secara keseluruhan. Cara ini lebih aman dibandingkan menggosok seluruh permukaan jaket dengan sikat kasar. Kompas.com juga menyarankan noda pada jaket ditangani terlebih dahulu sebelum proses pencucian.
4. Tutup semua ritsleting sebelum dicuci
Kebiasaan kecil ini sering terlupakan. Sebelum memasukkan jaket ke mesin cuci, tutup seluruh ritsleting dan kancing. Pastikan juga semua kantong sudah kosong.
Ritsleting yang terbuka dapat tersangkut atau bergesekan dengan kain selama pencucian. Selain membantu melindungi jaket, langkah ini juga mengurangi kemungkinan bagian pakaian lain tersangkut.
5. Pilih mode pencucian yang lembut
Jika label memperbolehkan pencucian menggunakan mesin, pilih siklus gentle atau delicate. Hindari putaran yang terlalu agresif karena gesekan berlebihan dapat memengaruhi kondisi bahan.
Untuk jaket nylon yang memiliki lapisan waterproof atau water-resistant, pencucian yang terlalu kasar juga berpotensi memengaruhi lapisan tersebut. Columbia Indonesia merekomendasikan air dingin dengan siklus lembut atau mencuci menggunakan tangan untuk produk jaketnya.
6. Jangan menjemur di bawah matahari terlalu terik
Setelah dicuci, jangan memeras jaket dengan cara dipelintir. Biarkan air berkurang, kemudian gantung di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.
Sebaiknya hindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama. Panas berlebihan dapat memengaruhi warna dan kondisi bahan. Untuk nylon, pengeringan alami dengan udara merupakan pilihan yang cukup aman.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
7. Hindari setrika bersuhu tinggi
Jaket nylon umumnya tidak membutuhkan penyetrikaan karena bahannya relatif mudah kembali rapi setelah dikeringkan dan digantung. Jika memang terdapat petunjuk penyetrikaan pada label, ikuti suhu yang dianjurkan.
Jangan menggunakan panas tinggi secara sembarangan. Pada beberapa produk nylon, panas berlebihan dapat merusak serat atau lapisan khusus. Untuk jaket dengan lapisan antiair dan seam sealing, Columbia bahkan menyarankan agar tidak disetrika.
8. Simpan dalam keadaan benar-benar kering
Jangan buru-buru memasukkan jaket ke lemari setelah dipakai hujan atau selesai dicuci. Pastikan seluruh bagian, termasuk bagian dalam dan area saku, sudah kering.
Jaket yang disimpan dalam kondisi lembap dapat menimbulkan bau tidak sedap bahkan memicu pertumbuhan jamur. Setelah kering, gantung jaket di tempat yang tidak lembap dan memiliki sirkulasi udara.
Merawat jaket nylon ternyata lebih banyak berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari daripada penggunaan produk khusus. Hindari panas berlebihan, deterjen keras, gesekan kasar, dan penyimpanan dalam kondisi lembap. Yang tidak kalah penting, jangan mencuci jaket terlalu sering jika sebenarnya belum kotor.
Dengan perawatan yang sederhana tetapi konsisten, jaket nylon bisa tetap nyaman dipakai, warnanya tidak cepat kusam, dan kualitas bahannya lebih terjaga. Namun, jika jaket memiliki lapisan khusus seperti waterproof, selalu jadikan petunjuk dari produsen sebagai acuan utama karena setiap produk bisa memiliki perlakuan yang berbeda. [DW]





