BUAH bit memiliki warna merah keunguan yang cukup mencolok. Warnanya memang membuat bit terlihat menarik, tetapi yang lebih menarik justru kandungan gizinya. Bit mengandung folat, kalium, mangan, serat, zat besi, serta nitrat alami. Kementerian Kesehatan RI juga memasukkan bit sebagai salah satu bahan pangan yang mengandung sejumlah zat gizi tersebut.
Tidak sedikit orang mengonsumsi bit dalam bentuk jus. Namun, bit sebenarnya bisa dinikmati dengan berbagai cara, misalnya dikukus, dipanggang, dicampurkan ke salad, atau diolah menjadi sup. Lalu, apa saja manfaat yang bisa diperoleh dari sayuran umbi ini?
Baca Juga: Tips Merawat Charger Ponsel agar Tidak Cepat Rusak
Beragam Manfaat Buah Bit untuk Kesehatan yang Sayang Dilewatkan
1. Membantu menjaga tekanan darah
Salah satu kandungan bit yang banyak diteliti adalah nitrat alami. Di dalam tubuh, nitrat dapat diubah menjadi nitrit dan kemudian berperan dalam pembentukan nitric oxide (NO). Senyawa ini membantu pelebaran pembuluh darah sehingga aliran darah dapat menjadi lebih baik.
Sejumlah penelitian menemukan adanya penurunan tekanan darah setelah konsumsi bit atau jus bit yang kaya nitrat. Namun, hasil penelitian tidak selalu sama pada setiap kelompok orang. Karena itu, bit sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai pengganti obat tekanan darah.
2. Mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah
Hubungan bit dengan kesehatan jantung juga masih berkaitan dengan kandungan nitratnya. Ketika aliran darah dan fungsi pembuluh darah terjaga, sistem kardiovaskular pun mendapat manfaat.
Selain nitrat, bit menyediakan kalium yang juga berperan dalam menjaga fungsi tubuh, termasuk sistem saraf dan pengaturan tekanan darah. Kementerian Kesehatan RI mencatat kalium sebagai salah satu mineral yang terdapat dalam buah dan sayuran yang mendukung kesehatan tubuh.
3. Membantu meningkatkan performa saat berolahraga
Bit cukup populer di kalangan orang yang gemar berolahraga, terutama dalam bentuk jus. Alasannya lagi-lagi berkaitan dengan nitrat. Senyawa tersebut diduga membantu efisiensi penggunaan oksigen selama aktivitas fisik.
Tinjauan sistematis dan meta-analisis terbaru yang melibatkan 38 penelitian dengan 703 peserta menemukan bahwa suplementasi jus bit memberikan peningkatan kecil tetapi signifikan terhadap VO₂max atau VO₂peak pada orang dewasa sehat. Efeknya terlihat lebih konsisten pada peserta yang aktif secara rekreasional dibandingkan atlet yang sudah sangat terlatih.
4. Membantu memenuhi kebutuhan serat
Bit juga mengandung serat yang penting untuk kesehatan saluran pencernaan. Serat membantu menjaga fungsi pencernaan dan dapat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Agar manfaat serat lebih optimal, mengonsumsi bit dalam bentuk utuh juga bisa menjadi pilihan. Tidak semua bit harus dijadikan jus. Jika dibuat jus, cara pengolahan juga perlu diperhatikan agar tidak menjadikan minuman tersebut terlalu tinggi gula karena tambahan bahan lain.
5. Mendukung pembentukan darah
Kementerian Kesehatan RI mencantumkan bit sebagai salah satu makanan yang mengandung zat besi, folat, serat, dan kalium. Zat besi dan folat memiliki peran dalam pembentukan sel darah. Namun, anggapan bahwa bit otomatis dapat menyembuhkan anemia perlu diluruskan. Anemia memiliki banyak penyebab dan penanganannya harus disesuaikan dengan penyebabnya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
6. Mengandung senyawa antioksidan
Warna merah keunguan pada bit berasal dari pigmen betalain. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan dan menjadi salah satu komponen yang membuat bit menarik untuk diteliti.
Meski demikian, jangan menganggap satu jenis makanan sebagai “penangkal” semua penyakit. Manfaat antioksidan akan lebih bermakna jika bit dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam, bersama sayuran, buah, protein, dan sumber karbohidrat yang bergizi.
Pada akhirnya, bit bukan makanan ajaib yang bisa menggantikan pengobatan. Namun, kandungan nitrat, folat, kalium, serat, dan senyawa bioaktif di dalamnya membuat bit layak dimasukkan ke dalam menu harian. Cara menikmatinya pun tidak harus selalu dengan jus. Bit bisa dipadukan dengan makanan lain agar rasanya lebih mudah diterima.
Bagi orang yang sedang mengonsumsi obat tertentu, memiliki kondisi kesehatan khusus, atau berencana menggunakan jus bit dalam jumlah besar sebagai suplemen, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu. [DW]


