• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 21 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Pola Pendidikan saat Ayah Jarang Pulang

13/10/2025
in Parenting, Unggulan
7 Inspirasi Mendidik Anak seperti Nabi (Bagian 1)

(foto: pixabay)

126
SHARES
972
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Bagaimana pola pendidikan saat ayah jarang pulang? Suami saya bekerja di luar kota di daerah pertambangan Papua dan hanya pulang setahun sekali. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana pola pendidikan anak saat ayahnya bekerja di luar kota yang hanya setahun sekali pulangnya?

Konsultan parenting dari Rumah Pintar Aisha Randy Ariyanto W. menjelaskan bahwa bagi keluarga yang ayahnya bekerja di luar kota sehingga jarang sekali bertemu dengan anaknya maka kita perlu meneladani Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail.

Nabi Ibrahim bertemu sedikit sekali dengan anaknya, Nabi Ismail. Namun, Nabi Ibrahim mampu mendidik anaknya menjadi sosok anak yang sholeh, bertaqwa dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya.

Baca Juga: Mengenal Zona Pendidikan Anak

Pola Pendidikan saat Ayah Jarang Pulang

Menurut saya, langkah-langkahnya sebagai berikut.

1. Antara Ayah dan Bunda perlu menetapkan visi besar bersama yang mencakup visi keluarga juga termasuk visi dalam mendidik anak-anaknya.

Seringkali saya menawarkan visi keluarga yakni masuk surga sekeluarga. Jadi setiap rencana dan aktivitas keluarga tersebut berjalan untuk mencapai visi bersama masuk surga sekeluarga.

Lalu perlu juga visi terhadap perkembangan anak ke depan. Ayah dan Bunda harus bersepakat kira-kira anak ini kecenderungannya menjadi apa saat sudah dewasa, apakah menjadi ulama, penghafal Al Quran,

atau menjadi dokter yang sholeh dan bermanfaat bagi banyak orang, menjadi guru yang sholehah dan bermanfaat bagi banyak orang atau menjadi seperti apa, coba didiskusikan.

Pastikan bahwa visi pengasuhan anak itu harus merujuk pada visi besar keluarga yakni masuk surga sekeluarga maka jika anak punya cita-cita menjadi dokter maka tidak berhenti hanya sampai menjadi dokter saja tetapi menjadi dokter yang sholeh dan bermanfaat bagi banyak orang.

2. Setiap Ayah pulang ke rumah, Ayah perlu meluangkan waktu yang panjang, ngobrol yang lama dengan Bunda terkait perkembangan anak.

Ayah harus paham betul bagaimana perkembangan anak saat ini, selalu evaluasi capaian sebelumnya dan rumuskan kembali apa yang akan direncanakan nantinya.

3. Bunda perlu memberitahu dan memahamkan kepada anak, tentang kebaikan dan rasa sayang ayahnya kepada anaknya.

Terus saja sampaikan kepada anak akan sosok ayahnya yang baik, sayang dan yang membanggakan meskipun saat ini belum bisa bersama-sama dengan mereka.

4. Di saat Ayah pulang, Ayah harus lebih sering menghabiskan waktu bersama anak. Ayah harus mencukupi nutrisi spiritual dan psikologis anak.

Ayah harus lebih sering bermain bersama, menemani belajar, bercerita, mendongeng, bercanda dan tertawa bersama.

Dalam ruang spiritual maka ayah perlu mengajak anak untuk bersama-sama melakukan ibadah seperti puasa bersama, sholat malam bersama, sholat ke masjid bersama, mengaji bersama dsb.

5. Dalam moment tertentu, misalnya saat anak tampil pentas maka Ayah perlu menelpun anak untuk menunjukkan kebanggaan ayah kepada anaknya.

Ayah harus terlihat antusias, senang, bangga saat menelpun anaknya.

Misalnya “Wah Nak, Ayah bangga sekali kamu bisa pentas. Andai Ayah bisa datang pasti ayah akan duduk di bangku terdepan. Oiya, bunda tolong ya bunda rekam dari awal sampai akhir, Ayah pengen banget lihat kakak tampil, jangan sampai lupa ya Bun, pokoknya Bunda harus rekam dan segera kirim ke ayah ya”.

Jika anak misalnya akan ulang tahun, maka Bunda harus memberi tahu ayahnya. Anak akan merasa senang sekali jika yang mengucapkan ulang tahun pertama kali adalah ayahnya.

Ia akan kaget, surprise jika yang mengucapkan pertama kali itu ayahnya. Momen yang spesial yang mungkin sulit sekali dilupakan anak.[ind]

Tags: Pola Pendidikan saat Ayah Jarang Pulangrumah pintar aisha
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Keteguhan Gaza Berbuah Kemenangan: Perlawanan Palestina Paksa Israel Bebaskan 1.968 Tahanan

Next Post

Gigi Tonggos, Perlukah Dicabut?

Next Post
Gigi Tonggos, Perlukah Dicabut?

Gigi Tonggos, Perlukah Dicabut?

Implementasikan Green Economy, BAZNAS RI Luncurkan Buku Green Zakat Framework

Implementasikan Green Economy, BAZNAS RI Luncurkan Buku Green Zakat Framework

Orang Buta Lebih Empati dari Yang Normal

Berhati-hatilah dengan yang Subhat

  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8694 shares
    Share 3478 Tweet 2174
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    355 shares
    Share 142 Tweet 89
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    977 shares
    Share 391 Tweet 244
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11479 shares
    Share 4592 Tweet 2870
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    242 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4443 shares
    Share 1777 Tweet 1111
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    258 shares
    Share 103 Tweet 65
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3912 shares
    Share 1565 Tweet 978
  • Konsolidasi bersama Mitra, Ketua KPIPA: Membela Palestina Bukan Pekerjaan Pribadi

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga