MESIR akhirnya tersingkir dari 16 besar setelah kalah 2-3 melawan Argentina, Rabu dinihari waktu Indonesia. Tapi hasil itu diprotes pelatih Mesir dengan menampakkan gestur silang melalui dua tangannya. Apa artinya?
Pelatih kesebelasan Mesir, Hossam Hassan (59 tahun) tak lagi bisa menahan kesalnya dengan kepemimpinan wasit. Sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda usai pertandingan, Hossam menyilangkan dua tangannya simbol huruf ‘x’ tanda protes.
Tanda itu menunjukkan bahwa ada dugaan tindakan rasialisme selama pertandingan. Bukannya merespon baik protes itu, wasit justru menunjukkan kartu kuning kepada sang pelatih.
Wasit Kontroversial
Para penggemar sepak bola rasanya merasa ‘terganggu’ dengan kepemimpinan wasit di laga Mesir lawan Argentina itu. Wasit bernama Francois Letexier asal Prancis itu terlihat begitu pro Argentina.
Hal ini terlihat dari sejumlah pelanggaran tim Argentina yang tidak diganjar hukuman. Sebaliknya, gol kedua Mesir justru dianulir karena sebelumnya ada indikasi pelanggaran melalui rekaman video pertandingan.
Sebegitu mencoloknya ketidakadilan itu, bahkan di tengah pertandingan, pelatih Mesir sudah berkali-kali melakukan protes ke wasit. Tapi, hal itu diabaikan begitu saja.
Mendengar nama wasit itu, memori publik sepak bola Indonesia tersegarkan. Wasit yang sama juga pernah mengubur tim sepak bola Indonesia di pertandingan Olimpiade U 23. Pelatih tim Indonesia saat itu, Shin Tae-yong bahkan diganjar kartu merah karena melakukan protes karena adanya indikasi kecurangan.
Laga Ini untuk Argentina
Setelah pertandingan usai, Hossam Hassan melakukan konpres. Intinya, ia memprotes keras tidak adilnya wasit selama pertandingan.
“Wasit tidak adil! Ia menyia-nyiakan perjuangan sebuah bangsa. Turnamen ini sudah diatur untuk Argentina,” ungkapnya yang dihadiri banyak wartawan.
Kenapa Argentina? Sebagian analis menduga karena sosok Lionel Messi yang sangat ‘menjual’. Dengan tim Argentina yang terus lolos akan ‘mendulang’ uang besar melalui bisnis di balik piala dunia.
Hossam dan Bendera Palestina
Pelatih Mesir ini pernah menghebohkan stadion AT&T Arlington, Texas pada Jumat, 3 Juli lalu. Peristiwa ini setelah Mesir berhasil mengalahkan Australia dalam adu pinalti.
Dengan emosional, Hossam mengibarkan bendera Palestina melalui kedua tangannya.
Dengan logika yang salah, tiba-tiba pendukung tim Argentina mengibarkan bendera Israel seusai pertandingan Argentina melawan Mesir.
Hossam menjelaskan di mana salahnya. Menurutnya, ia mengibarkan bendera Palestina sebagai ungkapan keprihatinan kemanusiaan terhadap anak-anak Palestina yang dibantai Israel. Padahal di sana, mereka juga mencintai sepak bola. Buka pro ke satu negara dan kemudian dibalas dengan pro negara lawannya.
Jadi, apakah Mesir sengaja disingkirkan karena berkibarnya bendera Palestina di dalam stadion melalui tangan pelatihnya? Atau, seperti dugaan Hossam Hassan bahwa turnamen ini memang dirancang untuk Argentina agar bisa terus menjual? [Mh]





