BEBERAPA panduan memilih sepatu hak tinggi yang aman dan nyaman untuk kesehatan kaki. Godaan mengenakan sepatu hak tinggi demi tampil menawan memang sulit ditolak.
Namun, dibalik keindahannya, sepatu jenis ini sering kali membawa masalah besar bagi kesehatan kaki dan lutut. Banyak pengguna akhirnya harus dirawat oleh dokter akibat keluhan nyeri kronis.
Pemakaian sepatu hak tinggi dalam waktu lama bisa menyebabkan neuroma, bunion, hammer toe, fraktur stress dan bahkan radang sendi dini. Sering kali dampak buruknya bukan berasal dari pemakaian sepatu hak tinggi sesekali.
Baca juga: Empat Alasan Sepatu Lari Berwarna-Warni
Panduan Memilih Sepatu Hak Tinggi yang Aman
Berikut panduan memilih sepatu hak tinggi yang aman dan nyaman:
Perhatikan struktur dan model sepatu
Model alas kaki juga sangat menentukan tingkat kenyamanannya. Hindari ujung sepatu yang runcing karena bisa menyebabkan bunion dan tekanan pada saraf.
Platform heels menjadi pilihan yang paling aman, karena desainnya mengangkat tumit sekaligus telapak depan, sehingga menekan kemiringan dan ketegangan otot betis.
Sementara itu, block heels dan wedge heels memberikan pijakan kokoh ketimbang stiletto, yang membuat berat tubuh tersebar merata dan meminimalkan risiko terkilir.
Sepatu berujung terbuka juga sangat dianjurkan agar jari tidak kram. Jika tetap ingin memakai sepatu bertali, pilihlah tali pengikat tebal di area depan dan pergelangan untuk mengunci posisi kaki agar tidak tergelincir.
Sepatu hak tinggi pada dasarnya tidak buruk, tetapi moderasi dan kesadaran adalah kuncinya. Rasa sakit bukanlah harga yang harus kamu bayar untuk sebuah kecantikan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Batas ideal 5 sentimeter
Mayoritas pakar menyarankan batas maksimal hak sepatu adalah 5 sentimeter (CM). Riset membuktikan, hak setinggi 7,6 cm menaikkan tekanan di kaki depan hingga 76 persen dibandingkan alas kaki datar. Hak setinggi 5 cm menaikkan tekanan 57 persen, dan hak setinggi 2,5 cm sebesar 22 persen.
Begitu kamu melewati ambang batas 5 cm tersebut, biomekanik kaki mulai bergeser secara dramatis. [Din]


