KISAH tentang pertaubatan dalam sejarah Islam yang paling menggugah hati datang dari kisah salah seorang sahabat Rasulullah yang bernama Tsa’labah bin Abdurrahman.
Mengapa kisah ini banyak dianggap sebagai kisah yang menggugah hati? Karena dalam kisah ini banyak disampaikan sebagai pelajaran tentang rasa takut kepada Allah dan besarnya harapan akan ampunan-Nya.
Diceritakan bahwa Tsa’labah merupakan seorang pemuda yang melayani berbagai keperluan Rasulullah SAW. Ia dikenal rajin dan memiliki kecintaan yang besar kepada Islam. Namun suatu hari, tanpa sengaja ia melakukan kesalahan yang membuat hatinya diliputi penyesalan mendalam.
Menurut kisah yang masyhur, ketika sedang menjalankan tugas, pandangannya tertuju kepada sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat. Kesalahan itu membuat dirinya sangat takut kepada Allah. Rasa bersalah yang begitu besar memenuhi hatinya hingga ia merasa tidak pantas berada di tengah-tengah kaum Muslimin.
Karena dihantui penyesalan, Tsa’labah memilih meninggalkan Madinah dan pergi ke daerah pegunungan. Di tempat yang sunyi itu ia menghabiskan hari-harinya dengan menangis, beristighfar, dan memohon ampun kepada Allah. Ia terus mengingat kesalahannya sambil berharap agar Allah berkenan menerima taubatnya.
Ketika Rasulullah SAW menyadari bahwa Tsa’labah tidak lagi terlihat di Madinah, beliau menanyakan keberadaannya kepada para sahabat. Setelah dilakukan pencarian, diketahui bahwa pemuda tersebut berada di sebuah tempat yang jauh dari keramaian manusia.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Beberapa sahabat kemudian mendatanginya. Mereka menemukan Tsa’labah dalam keadaan kurus dan lemah karena begitu larut dalam penyesalan. Air mata seolah tidak pernah berhenti mengalir dari kedua matanya. Hatinya dipenuhi rasa takut kepada Allah, tetapi di saat yang sama ia juga menyimpan harapan akan rahmat-Nya.
Setelah dibujuk, Tsa’labah akhirnya kembali. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW memberikan nasihat dan kabar gembira tentang luasnya ampunan Allah bagi hamba yang sungguh-sungguh bertaubat. Pesan ini menjadi pengingat bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar selama seorang hamba mau kembali kepada Allah dengan penuh keikhlasan.
Baca Juga: Abbad bin Bisyrin, Sahabat Rasulullah yang Ahli Ibadah Meski Terluka
Tsa’labah bin Abdurrahman dan Air Mata Taubat yang Menggetarkan Hati
Kisah Tsa’labah mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh meremehkan kesalahan sekecil apa pun. Kepekaan hati terhadap dosa merupakan tanda keimanan yang hidup. Namun di sisi lain, seorang Muslim juga tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah.
Taubat bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan penyesalan yang tulus, meninggalkan perbuatan salah, dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Inilah pelajaran terbesar yang dapat dipetik dari kisah Tsa’labah bin Abdurrahman.
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia pasti pernah melakukan kekhilafan. Namun sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah mereka yang segera menyadari kesalahannya dan kembali kepada Allah. Kisah Tsa’labah menjadi pengingat bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. [DW]
Sumber: Dahsyatnya Ibadah Para Sahabat Rasulullah SAW. Yanuar Arifin. Noktah: 2020.





