• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 27 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Maimunah binti Al-Harits Al-Hilaliyah, Istri Terakhir Rasulullah yang Penuh Ketakwaan

26/05/2026
in Kisah
Maimunah binti Al-Harits Al-Hilaliyah, Istri Terakhir Rasulullah yang Penuh Ketakwaan

Sumber gambar: Pixabay

66
SHARES
510
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

NAMA Maimunah binti Al-Harits dikenal sebagai istri terakhir yang dinikahi Rasulullah dan merupakan wanita yang memiliki ketakwaan, kezuhudan, serta kepedulian besar terhadap sesama.

Kehidupannya menjadi teladan bagi muslimah sepanjang masa karena dipenuhi semangat ibadah, kesederhanaan, dan kecintaan kepada Allah serta Rasul-Nya.

Kisah Maimunah menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kedudukan atau keturunan, tetapi juga oleh keimanan dan amal salehnya. Ia hidup pada masa yang penuh tantangan, namun tetap teguh memegang ajaran Islam hingga akhir hayatnya.

Maimunah lahir di Makkah sekitar enam tahun sebelum masa kenabian. Nama aslinya adalah Barrah binti Al-Harits, namun Rasulullah kemudian mengganti namanya menjadi Maimunah yang berarti “wanita yang diberkahi”. Ia berasal dari keluarga yang memiliki hubungan erat dengan sejumlah sahabat dan tokoh penting Islam. Kakaknya, Lubabah binti Al-Harits, termasuk perempuan pertama yang memeluk Islam setelah Khadijah.

Lingkungan keluarganya yang dekat dengan dakwah Islam membuat Maimunah tertarik kepada ajaran yang dibawa Rasulullah. Meskipun pada awalnya ia menyembunyikan keislamannya karena kondisi masyarakat Quraisy yang masih memusuhi kaum Muslimin, hatinya telah condong kepada Islam sejak dini.

Sebelum menikah dengan Rasulullah, Maimunah pernah menikah dan kemudian menjadi janda setelah suaminya wafat. Setelah Perjanjian Hudaibiyah, Maimunah menyampaikan keinginannya untuk menjadi bagian dari keluarga Rasulullah melalui saudaranya.

Paman Rasulullah, Al-Abbas bin Abdul Muthalib, kemudian membantu proses pernikahan tersebut. Pada tahun 7 Hijriah, Rasulullah menikahi Maimunah setelah melaksanakan Umrah Qadha.

Pernikahan ini memiliki nilai strategis karena semakin mempererat hubungan Rasulullah dengan berbagai kabilah Arab yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Maimunah.

Sebagai istri Rasulullah, Maimunah dikenal memiliki akhlak yang lembut dan hubungan yang baik dengan istri-istri Nabi lainnya. Bahkan Aisyah binti Abu Bakar pernah memuji Maimunah sebagai wanita yang suka menyambung silaturahmi dan memiliki hati yang baik.

Baca Juga: Cara Rasulullah Menghadapi Kelompok yang Menentang Islam

Maimunah binti Al-Harits Al-Hilaliyah, Istri Terakhir Rasulullah yang Penuh Ketakwaan

Maimunah dikenal sebagai wanita yang sangat rajin beribadah. Hari-harinya banyak diisi dengan shalat, dzikir, dan berbagai amalan yang mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Selain itu, ia juga memiliki sifat dermawan dan gemar membantu orang lain.

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Maimunah sering memerdekakan budak dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Ia memandang harta sebagai sarana untuk berbuat kebaikan, bukan sesuatu yang harus ditumpuk demi kepentingan pribadi. Sikap ini menunjukkan kedalaman imannya serta keyakinannya terhadap pahala yang dijanjikan Allah bagi orang-orang yang gemar bersedekah.

Maimunah tidak hanya dikenal sebagai ahli ibadah, tetapi juga sebagai wanita yang mendukung perjuangan Islam. Dalam beberapa riwayat, ia turut membantu kebutuhan pasukan Muslim, merawat mereka yang terluka, dan menyediakan bekal ketika diperlukan.

Selain itu, ia juga meriwayatkan sejumlah hadis Rasulullah yang kemudian menjadi sumber ilmu bagi generasi setelahnya. Para ulama mencatat bahwa Maimunah meriwayatkan puluhan hadis yang berkaitan dengan ibadah, kehidupan keluarga, dan akhlak Rasulullah.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abu Sufyan, Maimunah wafat dalam usia sekitar 80 tahun. Menariknya, ia meninggal di daerah Saraf, dekat Makkah, yaitu tempat yang diyakini menjadi lokasi pernikahannya dengan Rasulullah. Di tempat itulah ia dimakamkan sesuai wasiatnya. [DW]

Sumber: Biografi Ummu Habibah, Safiyyah binti Huyay, dan Maimunah binti Harits. Mahmud Al-Mishri. Penerbit Ummul Qura: 2022.

Tags: Maimunah binti Al-Harits Al-Hilaliyah Istri Terakhir Rasulullah yang Penuh Ketakwaan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Haji dan Arafah

Next Post

Hukum Non Muslim Menerima Daging Qurban

Next Post
Hukum Non Muslim Menerima Daging Qurban

Hukum Non Muslim Menerima Daging Qurban

Ratusan Ekor Hewan Kurban di Jakarta Timur Diketahui dalam Kondisi Sakit

Ratusan Ekor Hewan Kurban di Jakarta Timur Diketahui dalam Kondisi Sakit

Hukum Banci dalam Islam

Hukum Banci dalam Islam

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2170 shares
    Share 868 Tweet 543
  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    438 shares
    Share 175 Tweet 110
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    523 shares
    Share 209 Tweet 131
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8508 shares
    Share 3403 Tweet 2127
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    674 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3834 shares
    Share 1534 Tweet 959
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4352 shares
    Share 1741 Tweet 1088
  • Resep Pesor Khas Betawi Pengganti Ketupat Lebaran

    1192 shares
    Share 477 Tweet 298
  • Nasihat untuk Muslimah yang Haid di Hari Arafah

    154 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1373 shares
    Share 549 Tweet 343
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga