• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 5 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Cara Rasulullah Menghadapi Kelompok yang Menentang Islam

17/05/2026
in Kisah, Unggulan
Cara Rasulullah Menghadapi Kelompok yang Menentang Islam

Foto: Pixabay

91
SHARES
700
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TANTANGAN dakwah Rasulullah, terutama di Mekkah, menghadapi kelompok yang menentang Islam. Kelompok ini cukup kuat dan solid karena adanya fanatisme kesukuan.

Fanatisme kesukuan di Mekkah pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu norma sosial dan sistem sosial masyarakat jahiliyyah. Ia ditempatkan lebih tinggi dari faktor apapun dalam hubungan sosial.

Jika ada satu orang dalam satu menentukan sikap dalam menghadapi Rasulullah, maka otomatis satu kelompok itu akan bersikap sama.

Misal, Abu Jahal dari Bani Makhzum menentang Rasulullah, maka orang-orang dari Bani Makhzum sulit untuk mengambil sikap yang berbeda dari keputusan Abu Jahal.

Baca Juga: Masuk Islamnya Umar bin Khattab di Bulan Dzulhijjah

Cara Rasulullah Menghadapi Kelompok yang Menentang Islam

Jika ada yang mengambil sikap berbeda maka ia akan mendapatkan diskriminasi dari keluarganya. 

Di Quraisy ada aliansi antar kelompok, atas nama Ashobiyyah (fanatisme kesukuan), kelompok dari aliansi ini sulit mengambil sikap yang berbeda dengan keputusan yang diambil oleh aliansi.

Ketika Bani Makhzum mengambill sikap untuk menyerang Rasulullah dan Islam, maka  Bani Sahm, Jumah, Abdi Daar dan lainnya yang ada dalam satu aliansi, akan sulit menerima dakwah Rasulullah.

Oleh karena itu, target Rasul selama dakwah di Mekkah adalah memecah kekuatan lawan dan mereduksi bobot ancaman dari satu kelompok dengan mengambil pontesi dari tiap kelompok.

Quraisy sudah pecah sebelum terjadinya perang Badar. Meskipun jumlah pasukan mereka banyak namun sebenarnya mereka rapuh.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Di Badar banyak pasukan Quraisy yang bertempur setengah hati, dan ini puncak perpecahan mereka sekaligus merupakan keberhasilan strategi Rasulullah.

Rasulullah tidak membuat modus sesumbar untuk memecah lawan. Ia selalu menggunakan skala prioritas, yaitu mana yang menjadi bidikannya atau mana orang yang menjadi targetnya.

Ia sebisa mungkin memecah intensitas permusuhan menjadi satu level. Tiap tokoh-tokoh Quraisy yang menentang dakwahnya akan dihadapi berbeda, tergantung seberapa intens masing-masing dari mereka melakukan perlawanan.

Ini merupakan keterampilan Rasulullah dalam berkomunikasi dengan lawan.

Sebagai contoh, kepada Suhail bin Amr, Rasulullah melakukan pendekatan berbeda.

Umar pernah berkata kepada Rasul akan melawan Suhail dengan keras, bahkan Umar bertekad untuk memotong lidahnya.

Namun, Rasulullah mencegahnya, ia mengatakan bahwa orang seperti Suhail seharusnya tidak bersikap menentang keras Islam.

Menurut Rasulullah, Suhail seharusnya bukan orang yang tidak mengerti pesan dalam Islam, ia juga seharusnya memahami bahwa Islam tidak pantas dimusuhi.

Rasulullah juga mengatakan kepada Umar bahwa barangkali ada sesuatu yang besar dalam diri Suhail yang bisa diberikan untuk Islam.”

Suhail kemudian masuk Islam setelah Fathu Mekkah. Ia yang paling totalitas menunjukkan keislamannya. Ia merasa bahwa dirinya terlambat masuk Islam sehingga ia benar-benar berjuang untuk Islam.

Begitu Rasulullah wafat, banyak yang umat Islan yang murtad. Situasi genting ini membuat Suhai harus mengumpulkan orang-orang Mekkah dan berpidato dihadapan mereka.

Dalam pidatonya ada kalimat-kalimat yang membuat para perawi mencengang. Ia mengatakan bahwa Muhammad itu benar-benar Rasul Allah dan bahwa ia tidak wafat sebelum menyampaikan amanat dan melaksanakan tugas risalat.

Dan menjadi kewajiban bagi orang-orang mukmin untuk meneruskan perjalanan menempuh jalan yang relah digariskannya.

Maka dengan langkah dan tindakan yang diambil oleh Suhail ini, serta dengan ucapannya yang tepat dan keimanannya yang kuat, terhindarlah fitnah yang hampir saja menumbangkan keimanan sebagian manusia di Makkah ketika mendengar wafatnya Rasulullah.

Melihat tindakan Suhail tersebut, Umar teringat apa yang dikatakan Rasulullah tentang Suhail. Kebenaran ucapan Rasulullah akhirnya terwujud.

Demikianlah cara Rasulullah membangun komunikasi di antara orang-orang yang menentang Islam. Tidak semua orang ia hadapi dengan perlawanan yang keras dan menantang.

Hal ini dilakukan untuk menghilang fanatisme kesukuan mereka dan beralih kepada pembelaan terhadap Islam. [Ln/Sdz]

Tags: Cara Rasulullah Menghadapai Kelompok yang Menentang Islam
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dari Nakbah ke Keffiyeh: PUSPA Telusuri Jejak Perjuangan Palestina melalui Seni

Next Post

Kacang Arab Bermanfaat untuk Kesehatan Mata dan Sel-Sel Kulit

Next Post
Kacang Arab Bermanfaat untuk Kesehatan Mata dan Sel-Sel Kulit

Kacang Arab Bermanfaat untuk Kesehatan Mata dan Sel-Sel Kulit

Jangan Paksa si Kidal Jadi Normal

Bagaimana Anak-anak Memperoleh Bahasa?

Lewat Sekolah Lansia, Salimah Tulungagung Ajak Masyarakat Kenali Gejala Demensia Sejak Dini

Lewat Sekolah Lansia, Salimah Tulungagung Ajak Masyarakat Kenali Gejala Demensia Sejak Dini

  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    1820 shares
    Share 728 Tweet 455
  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9035 shares
    Share 3614 Tweet 2259
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4084 shares
    Share 1634 Tweet 1021
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4727 shares
    Share 1891 Tweet 1182
  • Siswa-Siswi SMA Jakarta Islamic School Berhasil Tembus Universitas Ternama di Berbagai Negara

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Bahasa Gaul di Era Digital: Kreativitas Anak Muda atau Ancaman bagi Bahasa Indonesia?

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Kemendikdasmen Buka Pendaftaran UKPPPG hingga 15 Agustus 2026

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Saudi Edu Expo 2026 Usai, Antusias Pengunjung Melonjak Lebih Tiga Kali Lipat

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga