• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 4 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Cara Rasulullah Menghadapi Kelompok yang Menentang Islam

17/05/2026
in Kisah, Unggulan
Cara Rasulullah Menghadapi Kelompok yang Menentang Islam

Foto: Pixabay

89
SHARES
685
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TANTANGAN dakwah Rasulullah, terutama di Mekkah, menghadapi kelompok yang menentang Islam. Kelompok ini cukup kuat dan solid karena adanya fanatisme kesukuan.

Fanatisme kesukuan di Mekkah pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu norma sosial dan sistem sosial masyarakat jahiliyyah. Ia ditempatkan lebih tinggi dari faktor apapun dalam hubungan sosial.

Jika ada satu orang dalam satu menentukan sikap dalam menghadapi Rasulullah, maka otomatis satu kelompok itu akan bersikap sama.

Misal, Abu Jahal dari Bani Makhzum menentang Rasulullah, maka orang-orang dari Bani Makhzum sulit untuk mengambil sikap yang berbeda dari keputusan Abu Jahal.

Baca Juga: Masuk Islamnya Umar bin Khattab di Bulan Dzulhijjah

Cara Rasulullah Menghadapi Kelompok yang Menentang Islam

Jika ada yang mengambil sikap berbeda maka ia akan mendapatkan diskriminasi dari keluarganya. 

Di Quraisy ada aliansi antar kelompok, atas nama Ashobiyyah (fanatisme kesukuan), kelompok dari aliansi ini sulit mengambil sikap yang berbeda dengan keputusan yang diambil oleh aliansi.

Ketika Bani Makhzum mengambill sikap untuk menyerang Rasulullah dan Islam, maka  Bani Sahm, Jumah, Abdi Daar dan lainnya yang ada dalam satu aliansi, akan sulit menerima dakwah Rasulullah.

Oleh karena itu, target Rasul selama dakwah di Mekkah adalah memecah kekuatan lawan dan mereduksi bobot ancaman dari satu kelompok dengan mengambil pontesi dari tiap kelompok.

Quraisy sudah pecah sebelum terjadinya perang Badar. Meskipun jumlah pasukan mereka banyak namun sebenarnya mereka rapuh.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Di Badar banyak pasukan Quraisy yang bertempur setengah hati, dan ini puncak perpecahan mereka sekaligus merupakan keberhasilan strategi Rasulullah.

Rasulullah tidak membuat modus sesumbar untuk memecah lawan. Ia selalu menggunakan skala prioritas, yaitu mana yang menjadi bidikannya atau mana orang yang menjadi targetnya.

Ia sebisa mungkin memecah intensitas permusuhan menjadi satu level. Tiap tokoh-tokoh Quraisy yang menentang dakwahnya akan dihadapi berbeda, tergantung seberapa intens masing-masing dari mereka melakukan perlawanan.

Ini merupakan keterampilan Rasulullah dalam berkomunikasi dengan lawan.

Sebagai contoh, kepada Suhail bin Amr, Rasulullah melakukan pendekatan berbeda.

Umar pernah berkata kepada Rasul akan melawan Suhail dengan keras, bahkan Umar bertekad untuk memotong lidahnya.

Namun, Rasulullah mencegahnya, ia mengatakan bahwa orang seperti Suhail seharusnya tidak bersikap menentang keras Islam.

Menurut Rasulullah, Suhail seharusnya bukan orang yang tidak mengerti pesan dalam Islam, ia juga seharusnya memahami bahwa Islam tidak pantas dimusuhi.

Rasulullah juga mengatakan kepada Umar bahwa barangkali ada sesuatu yang besar dalam diri Suhail yang bisa diberikan untuk Islam.”

Suhail kemudian masuk Islam setelah Fathu Mekkah. Ia yang paling totalitas menunjukkan keislamannya. Ia merasa bahwa dirinya terlambat masuk Islam sehingga ia benar-benar berjuang untuk Islam.

Begitu Rasulullah wafat, banyak yang umat Islan yang murtad. Situasi genting ini membuat Suhai harus mengumpulkan orang-orang Mekkah dan berpidato dihadapan mereka.

Dalam pidatonya ada kalimat-kalimat yang membuat para perawi mencengang. Ia mengatakan bahwa Muhammad itu benar-benar Rasul Allah dan bahwa ia tidak wafat sebelum menyampaikan amanat dan melaksanakan tugas risalat.

Dan menjadi kewajiban bagi orang-orang mukmin untuk meneruskan perjalanan menempuh jalan yang relah digariskannya.

Maka dengan langkah dan tindakan yang diambil oleh Suhail ini, serta dengan ucapannya yang tepat dan keimanannya yang kuat, terhindarlah fitnah yang hampir saja menumbangkan keimanan sebagian manusia di Makkah ketika mendengar wafatnya Rasulullah.

Melihat tindakan Suhail tersebut, Umar teringat apa yang dikatakan Rasulullah tentang Suhail. Kebenaran ucapan Rasulullah akhirnya terwujud.

Demikianlah cara Rasulullah membangun komunikasi di antara orang-orang yang menentang Islam. Tidak semua orang ia hadapi dengan perlawanan yang keras dan menantang.

Hal ini dilakukan untuk menghilang fanatisme kesukuan mereka dan beralih kepada pembelaan terhadap Islam. [Ln/Sdz]

Tags: Cara Rasulullah Menghadapai Kelompok yang Menentang Islam
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dari Nakbah ke Keffiyeh: PUSPA Telusuri Jejak Perjuangan Palestina melalui Seni

Next Post

Kacang Arab Bermanfaat untuk Kesehatan Mata dan Sel-Sel Kulit

Next Post
Kacang Arab Bermanfaat untuk Kesehatan Mata dan Sel-Sel Kulit

Kacang Arab Bermanfaat untuk Kesehatan Mata dan Sel-Sel Kulit

Jangan Paksa si Kidal Jadi Normal

Bagaimana Anak-anak Memperoleh Bahasa?

Tips Memilih Skincare yang Tepat

Tips Memilih Skincare yang Tepat

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    378 shares
    Share 151 Tweet 95
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8572 shares
    Share 3429 Tweet 2143
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4390 shares
    Share 1756 Tweet 1098
  • Siswa SD JISc Raih Nilai Terbaik TKA, Bukti Semangat Belajar dan Prestasi Gemilang

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • TK Jakarta Islamic School Hadirkan Pendidikan Islami untuk Membentuk Generasi Cerdas dan Berkarakter

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2191 shares
    Share 876 Tweet 548
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3391 shares
    Share 1356 Tweet 848
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3855 shares
    Share 1542 Tweet 964
  • Bachtiar Nasir Soroti Penurunan Minat Nyantri di Pesantren, Sebut Krisis Kepercayaan Jadi Tantangan Paling Serius

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga