IHATEC Publisher dan Inspark Indonesia meluncurkan buku Authentic Halal Brand mendorong industri halal Indonesia naik kelas. Industri halal Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk dan layanan halal.
Tidak hanya sebatas sertifikasi, kini konsep halal mulai dipandang sebagai nilai utama dalam membangun kepercayaan konsumen dan keberlanjutan bisnis.
Momentum tersebut ditandai dengan peluncuran buku Authentic Halal Brand (AHB) yang digagas oleh IHATEC Publisher bersama Inspark Indonesia di Gedung BPJPH Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Peluncuran buku yang digelar bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi simbol kebangkitan industri halal Indonesia menuju era baru yang lebih autentik dan kompetitif secara global. Buku Authentic Halal Brand hadir sebagai referensi strategis bagi pelaku usaha, akademisi, mahasiswa, hingga penggerak industri halal dalam membangun brand halal yang kuat dan terpercaya.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menilai halal kini telah menjadi bahasa universal tentang kepercayaan. Menurutnya, penguatan brand halal Indonesia sangat penting untuk meningkatkan daya saing nasional di masa depan.
Hal senada juga disampaikan Direktur Eksekutif KNEKS, K.H. Sholahudin Al-Aiyub, yang menyebut bahwa halal bukan lagi sekadar label administratif, melainkan telah menjadi value proposition yang mencerminkan kualitas, integritas, dan keberlanjutan sebuah bisnis. Karena itu, perusahaan dituntut tidak hanya memiliki sertifikasi halal, tetapi juga membangun identitas merek halal yang autentik.
Baca juga: 13 Titik Kritis Kehalalan Produk Bakery
IHATEC Publisher dan Inspark Indonesia Luncurkan Buku Authentic Halal Brand
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya menegaskan Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat industri halal dunia, khususnya melalui sektor ekonomi kreatif seperti kuliner, fashion, dan kriya. Ia menilai penguatan literasi halal menjadi langkah penting agar produk kreatif lokal semakin relevan di pasar global.
Dalam sesi seminar, Director of Inspark Indonesia, Wahyu T. Setyobudi, memaparkan konsep Authentic Halal Brand Framework. Ia menjelaskan bahwa brand halal autentik harus menjadikan nilai halal sebagai DNA bisnis, bukan sekadar atribut pemasaran. Framework tersebut memiliki tiga dimensi utama, yakni Brand Signifiers, Brand Principals, dan Brand Roles, yang kemudian diuji melalui empat tahapan maturitas halal.
Acara ini juga menghadirkan sejumlah brand ternama yang menjadi studi kasus dalam buku tersebut, di antaranya Kahf, Kikkoman Indonesia, Wardah, d’BestO, dan Sofyan Corp. Mereka membagikan pengalaman dalam membangun ekosistem halal yang tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga budaya kerja, keberlanjutan, hingga dampak sosial.
Direktur IHATEC Publisher dan Halal Review, Evrin Lutfika, mengatakan peluncuran buku ini merupakan langkah awal dari misi jangka panjang untuk mengapresiasi dan memperkuat industri halal nasional. Bahkan, pihaknya tengah menyiapkan Authentic Halal Brand Award sebagai bentuk penghargaan bagi brand yang berhasil menginternalisasi nilai halal secara menyeluruh dalam bisnis mereka.
Melalui buku Authentic Halal Brand, para penggagas berharap semakin banyak perusahaan di Indonesia yang tidak hanya mengejar kepatuhan halal secara formal, tetapi juga menghadirkan nilai, integritas, dan kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.[ind]





