SHAFIYAH binti Abdul Muthalib merupakan bibi dari Rasulullah Shalallahu, ‘alaihi wa Sallam. Di antara deretan muslimah mulia yang memiliki peran besar dalam sejarah Islam, nama Shafiyah binti Abdul Muthalib layak mendapat perhatian khusus.
Beliau merupakan salah satu wanita pemberani yang turut berjuang membela agama Allah pada masa-masa awal Islam. Shafiyah merupakan saudara kandung Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi yang meninggal di medan peperangan Uhud.
Pada peperangan itu, Shafiyah dengan ditemani wanita yang lain ikut terjun ke medan tempur bersama para tentara muslim. Mereka membantu menyediakan makanan untuk para tentara dan mengobati tentara yang cedera.
Ketika beliau mendengar kabar Hamzah mati syahid dalam peperangan itu, segera beliau lari karena ingin menemui saudaranya.
Melihat hak itu Rasulullah Shalallahu, ‘alaihi wa Sallam berkata kepada anak kandung Shafiyah, yaitu Zubain bin Awam, “Temuilah dia (Shafiyah), dan bawalah pulang. Jangan sampai diberi kesempatan untuk melihat saudara kandungnya.”
Zubair menemui Shafiyah dan seraya berkata, “Ibuku, Rasulullah menyuruh engkau untuk kembali.” Kemudian Shafiyah berkata, “Kenapa? Saya dengar mereka mencabik-cabik saudaraku, padahal dia berjihad Fii Sabilillah. Kami tidak rela dengan perlakuan mereka terhadap dia. Insya Allah saya akan bersabar dan menerima dengan lapang dada.”
Kemudian, Zubair bin Awam berkata pada Rasulullah Shalallahu, ‘alaihi wa Sallam tentang peristiwa yang baru saja dilalui bersama ibunya, Beliau berkata kepada Zubair, “Biarkanlah apa yang dia lakukan. Shafiyah telah memberi contoh kesabaran dan keimanan yang ideal.
Baca Juga: Hikmah Kekalahan Umat Islam di Perang Uhud
Kisah Keberanian Shafiyah binti Abdul Muthalib dalam Membela Islam
Dalam berbagai peristiwa penting, beliau menunjukkan bahwa perjuangan di jalan Allah bukan hanya tugas kaum lelaki. Kisah hidup Shafiyah binti Abdul Muthalib menjadi bukti bahwa seorang wanita dapat memberikan kontribusi besar bagi agama dengan keberanian, pengorbanan, dan keyakinan yang kokoh kepada Allah SWT.
Salah satu kisah paling terkenal tentang Shafiyah terjadi saat Perang Khandaq. Ketika itu kaum Muslimin sedang sibuk menjaga parit dan menghadapi ancaman pasukan gabungan Quraisy serta sekutu-sekutunya. Para wanita dan anak-anak ditempatkan di sebuah benteng untuk menjaga keselamatan mereka.
Di tengah situasi yang menegangkan tersebut, seorang mata-mata dari kaum Yahudi Bani Qurayzhah terlihat mengelilingi benteng dan berusaha mencari informasi tentang kondisi kaum Muslimin. Keberadaan mata-mata itu sangat berbahaya karena dapat membuka peluang serangan terhadap wanita dan anak-anak yang berada di dalam benteng.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Saat itu terdapat sahabat bernama Hassan bin Tsabit di dalam benteng. Shafiyah meminta Hassan untuk menghadapi mata-mata tersebut, tetapi Hassan mengaku tidak memiliki kemampuan bertempur. Melihat situasi yang genting, Shafiyah mengambil inisiatif sendiri.
Dengan penuh keberanian, beliau mengambil sebuah tiang atau tongkat lalu keluar dari benteng. Ketika mata-mata itu lengah, Shafiyah menyerangnya hingga tewas.
Sungguh mulia kisah teladan dari Shafiyah binti Abdul Muthalib, semoga kita semua dapat mengambil teladan dari kisah beliau ini. [DW]
Sumber: 99 Kisah Teladan Sahabat Perempuan Rasulullah. Manshur Abdul Hakim. Penerbit Republika: 2006.





