TURKI mengalami tragedi pendidikan selama dua hari berturut-turut. Seorang siswa kelas 8 menembaki siswa-siswa lainnya yang sedang belajar, Rabu (15/4). Sehari sebelumnya, Selasa (14/4), seorang alumni sekolah juga menembaki siswa di sekolah yang berbeda.
Tak ada yang menyangka kalau seorang siswa usia 14 tahun tega dan berani menembaki teman-teman sekolahnya yang berlokasi di Provinsi Kahramanmaras, Turki Selatan.
Siswa ini menyembunyikan 4 senjata api berikut magazinnya di ransel. Tapi setibanya di dalam kelas, ia menembaki teman-temannya secara acak.
Tak puas dengan satu kelas, ia datangi lagi kelas di sebelahnya. Hal yang sama ia lakukan: menembaki secara acak siswa-siswa yang ia temukan.
Siswa yang diketahui kelas 8 ini pun tak segan menembaki siswa-siswa yang panik berlarian di depan kelas. Ia tidak pilih-pilih korban. Laki atau perempuan, bahkan guru pun menjadi korban.
Delapan siswa dan seorang guru ditemukan tewas. Sebanyak 13 siswa lainnya mengalami luka-luka, 3 di antaranya dalam keadaan kritis. Pelaku dinyatakan tewas setelah menembak dirinya sendiri.
Belakangan diketahui kalau senjata-senjata api itu milik ayahnya yang mantan polisi. Aparat setempat kemudian menangkap kedua orang tua siswa pelaku ini.
Hingga kini, belum jelas apa motif siswa itu melakukan penembakan.
Penembakan Juga Terjadi di Sekolah Lain
Sehari sebelumnya, Selasa (14/4), penembakan juga terjadi di sebuah sekolah di Provinsi Siverek, Turki Tenggara. Pelaku merupakan alumni sekolah tersebut.
Pelaku mendatangi sekolah dan menembaki siswa juga secara acak. Sebanyak 16 korban mengalami luka-luka.
Dari 16 korban itu, sebanyak 10 orang berasal dari siswa, 4 guru, 1 polisi, dan 1 petugas kantin sekolah.
Setelah melakukan aksinya, pelaku juga melakukan bunuh diri dengan menembak dirinya.
Motif pelaku diduga karena depresi setelah dianggap teman-temannya sudah tidak perjaka lagi. Tindakan pelaku juga diinspirasi oleh penembakan yang terjadi di Amerika pada tahun 2014.
Kesimpulan itu didapat aparat polisi setelah memeriksa isi ponselnya.
Di Turki, izin kepemilikan senjata api tergolong ketat. Tidak sembarang orang bisa mendapatkan izin. Tapi, ada kemungkinan senjata api diperoleh secara ilegal. [Mh]





