AIR menunjukkan sifat material yang sejuk dan menyembuhkan. Air juga selalu mengalir ke ‘bawah’.
Nasihat yang biasa disampaikan oleh para orang tua kepada anak-anak mereka adalah jadilah seperti air. Jangan seperti api.
Kenapa?
Karena air menunjukkan sifat material yang lembut, menghilangkan dahaga, mendinginkan, membersihkan, memberikan manfaat ke banyak pihak. Dan, air juga bisa menyembuhkan.
Inilah mungkin kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kita untuk mensyukuri hujan yang turun: Allahumma shayyiban nafi’an. Ya Allah anugerahkan kami hujan yang memberikan banyak manfaat.
Air juga memiliki sifat selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Sepanjang tempat yang dilewati air, secara normal, akan memberikan manfaat di sekitarnya. Mulai dari tumbuhan, hewan, dan tentu saja manusia.
Sifat ini juga mengandung hikmah bahwa tidak boleh sombong. Tidak merendahkan orang lain. Bahkan, selalu memperhatikan mereka yang di ‘bawahnya’.
Jangan Seperti Api
Kebalikan sifat air adalah sifat api. Inilah sifat Iblis dan setan. Hal ini karena mereka berasal dari material api.
Apa saja sifat api?
Api itu membakar yang kering, sehingga habis menjadi abu. Api juga merusak dan menghancurkan. Jadi, kegelisahan, kemarahan, dan kebencian bukan dipanasi. Tapi, diteduhkan dan diarahkan solusinya.
Api juga selalu berkobar ke atas. Hal ini menunjukkan sifat sombong. Yaitu, merasa diri lebih tinggi dari yang lain. Padahal, semua yang tinggi selalu ada yang lebih tinggi. Semua yang utama selalu ada yang lebih utama lagi.
Jadilah selalu seperti air yang tak pernah putus asa untuk bisa selalu mengairi yang di bawahnya. Meskipun, ketika tiba di bawah, tidak sedikit yang mengotori air sehingga tidak lagi jernih seperti aslinya. [Mh]





