• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 9 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Jangan Menunggu Suami Lebih Baik, Baru Taat

09/04/2026
in Suami Istri, Unggulan
Jangan Menunggu Suami Lebih Baik, Baru Taat

Foto: Pinterest

66
SHARES
506
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SEBAGIAN istri ada yang berpikir begini: “Suami harus berubah dulu, baru saya akan taat.” Sekilas terdengar adil. Tapi jika ditimbang dengan logika dan ajaran Islam, cara berpikir ini justru bermasalah.

Pertama, standar “suami sempurna” itu tidak pernah ada. Tidak ada manusia tanpa kekurangan. Jika ketaatan digantungkan pada kesempurnaan pasangan, maka ketaatan itu pada hakikatnya tidak akan pernah terjadi. Karena syaratnya mustahil terpenuhi.

Kedua, ketaatan dalam Islam tidak bersyarat pada kesempurnaan objeknya, tapi pada melaksanakan perintah Allah.

Seorang istri taat kepada suami bukan karena suami selalu benar, tetapi karena Allah memerintahkan ketaatan dalam perkara yang ma’ruf. Dasar ketaatan adalah wahyu, bukan penilaian subjektif terhadap pasangan.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Ketiga, menunda taat karena melihat kekurangan suami adalah bentuk inkonsistensi moral.

Kita semua ingin dimaklumi ketika salah. Tapi jika kita menjadikan kesalahan pasangan sebagai alasan untuk tidak menjalankan kewajiban, itu berarti kita menerapkan standar ganda.

Istri ingin dipahami ketika ia punya kekurangan, tapi enggan memahami ketika suami punya kekurangan.

Keempat, hubungan sebab-akibat dalam rumah tangga sering terbalik.
Banyak yang mengira jika suami baik maka istri akan taat.

Padahal sering kali yang terjadi justru jika istri taat, maka suami senang dan ridho. Lalu suami akan berubah lebih baik.

Kelima, ketaatan punya batas yang jelas, yaitu hanya dalam hal yang ma’ruf.

Islam tidak memerintahkan ketaatan kepada suami untuk bermaksiat atau melakukan kezaliman. Jadi perintah taat bukan untuk membenarkan semua sikap suami, tetapi untuk menegaskan bahwa selama dalam koridor kebaikan, ketaatan tetap berlaku meski suami belum ideal.

Jangan Menunggu Suami Lebih Baik, Baru Taat

Keenam, menjadikan kesempurnaan pasangan sebagai syarat taat berpotensi merusak struktur rumah tangga. Jika masing-masing pihak menunggu yang lain berubah dulu, maka yang terjadi adalah stagnasi. Tidak ada yang memulai perbaikan. Rumah tangga berubah menjadi arena saling menuntut, bukan ladang amal.

Akhirnya, perlu dipahami dengan jernih bahwa ketaatan bukan hadiah untuk suami yang sempurna. Ketaatan adalah ibadah seorang istri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan seperti ibadah lainnya, ia justru bernilai ketika dijalankan dalam kondisi yang tidak ideal.

Jadi, bukan menunggu suami menjadi lebih baik, tetapi bagaimana tetap taat dalam batas syariat sambil terus berikhtiar, menasihati suami dengan hikmah, dan berdoa. Karena di situlah letak kedewasaan iman seorang istri: tetap menjalankan yang benar, meski keadaan belum sempurna.

Baca juga: Bekal Suami Istri dalam Membangun Keluarga

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471)

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251).[Sdz]

Sumber: Madrasatuna

Tags: Baru TaatJangan Menunggu Suami Lebih Baik
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Apabila Biaya Haji Naik, Presiden Minta Jangan Bebankan Jemaah

Next Post

Kemenangan Itu Setelah Ujian

Next Post
Kemenangan Itu Setelah Ujian

Kemenangan Itu Setelah Ujian

Instansi Pusat dan Daerah Diingatkan untuk Patuhi Kebijakan WFH Tiap Hari Jumat

Instansi Pusat dan Daerah Diingatkan untuk Patuhi Kebijakan WFH Tiap Hari Jumat

Nasihat Imam Ghazali untuk Anak

Nasihat Imam Ghazali untuk Anak

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8169 shares
    Share 3268 Tweet 2042
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    714 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3642 shares
    Share 1457 Tweet 911
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2018 shares
    Share 807 Tweet 505
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4191 shares
    Share 1676 Tweet 1048
  • Instansi Pusat dan Daerah Diingatkan untuk Patuhi Kebijakan WFH Tiap Hari Jumat

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Aktivitas Wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ditutup Sementara

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1976 shares
    Share 790 Tweet 494
  • Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Tiket Pesawat di Tengah Kenaikan Harga Avtur Dunia

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Akhirnya, Gencatan Senjata AS dan Iran Tercapai

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga