SEPANJANG dakwahnya, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menghadapi berbagai upaya dari musuh-musuh Islam yang ingin menghentikan risalah yang beliau bawa.
Kaum musyrik, orang kafir, dan kaum munafik berusaha dengan berbagai cara untuk menghalangi penyebaran Islam, bahkan sampai merencanakan pembunuhan.
Mereka tidak hanya menyakiti Nabi dan para sahabatnya, tetapi juga menghina, menyebarkan fitnah, memboikot secara ekonomi, hingga menuntut mukjizat.
Ketika semua cara tersebut gagal, mereka akhirnya memilih jalan ekstrem: menghabisi nyawa beliau.
Berikut adalah delapan peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
1. Rencana Abu Jahl dengan batu besar
Ketika upaya membujuk Nabi gagal, Abu Jahl merencanakan untuk membunuh beliau saat sedang salat di Ka’bah dengan cara menjatuhkan batu besar ke kepala beliau. Kaum Quraisy mendukung rencana tersebut.
Namun, saat hendak melaksanakan aksinya, Abu Jahl tiba-tiba mundur ketakutan. Ia mengaku melihat makhluk menyeramkan seperti unta besar yang menghalanginya. Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa itu adalah Malaikat Jibril yang akan melindunginya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
2. Rencana regu pembunuh dari berbagai suku
Para pemimpin Quraisy sepakat mengutus pemuda dari tiap suku untuk menyerang Nabi secara bersamaan, agar tanggung jawab pembunuhan tersebar dan tidak dapat dituntut kepada satu pihak.
Namun, rencana ini digagalkan oleh perlindungan Allah. Nabi berhasil keluar dari Makkah dan berhijrah ke Madinah dengan selamat.
3. Kejaran Suraqah bin Malik
Kaum Quraisy menawarkan hadiah besar bagi siapa pun yang berhasil menangkap Nabi. Suraqah bin Malik mencoba mengejar beliau saat perjalanan hijrah.
Namun, kudanya terus tersandung hingga ia jatuh berkali-kali. Ia pun menyadari bahwa Nabi berada dalam perlindungan Allah, lalu meminta ampun. Nabi memaafkannya dan memberinya jaminan keselamatan.
8 Upaya Pembunuhan terhadap Nabi Muhammad
4. Rencana Bani An-Nadhir
Saat Nabi mengunjungi Bani An-Nadhir untuk meminta bantuan, mereka diam-diam merencanakan pembunuhan dengan cara menjatuhkan batu dari atas bangunan.
Melalui wahyu, Nabi mengetahui rencana tersebut dan segera meninggalkan tempat itu sebelum rencana jahat tersebut terlaksana.
5. Kesepakatan rahasia untuk membunuh Nabi
Setelah kekalahan di Perang Badar, dua tokoh Quraisy, Umair bin Wahab dan Safwan bin Umayyah, bersekongkol. Umair bersedia membunuh Nabi, sementara Safwan akan menanggung utangnya dan keluarganya.
Namun, ketika bertemu Nabi di Madinah, beliau mengungkapkan rencana rahasia tersebut. Umair pun terkejut dan akhirnya masuk Islam.
Baca juga: Ketika Cucu Nabi Muhammad Tidak Punya Baju Baru Menjelang Lebaran
6. Domba beracun di Khaibar
Seorang wanita Yahudi menghadiahkan daging domba yang telah diracuni kepada Nabi setelah peristiwa Khaibar. Nabi sempat mencicipinya, tetapi segera menyadari ada sesuatu yang tidak beres.
Setelah diperiksa, wanita tersebut mengakui perbuatannya. Nabi memilih untuk memaafkannya.
7. Upaya Fudalah bin Umair
Fudalah berniat membunuh Nabi di sekitar Ka’bah. Namun sebelum ia bertindak, Nabi sudah mengetahui niatnya dan menegurnya dengan lembut.
Sentuhan dan sikap Nabi membuat hatinya luluh, hingga ia bertaubat dan menjadi seorang Muslim yang taat.
8. Ancaman saat Nabi sedang beristirahat
Dalam perjalanan pulang dari Perang Dzat ar-Riqa’, Nabi beristirahat dan menggantungkan pedangnya. Seorang musyrik mengambil pedang tersebut dan mengancam beliau.
Ketika ditanya siapa yang akan menyelamatkannya, Nabi menjawab, “Allah.” Tiba-tiba, pedang itu jatuh dari tangan orang tersebut. Nabi kemudian memaafkannya dan membiarkannya pergi.
Pelajaran yang dapat diambil
Dari berbagai peristiwa tersebut, terdapat dua pelajaran penting:
- Akhlak mulia Nabi
Meskipun menghadapi ancaman pembunuhan, Nabi tetap menunjukkan sikap penuh kasih, memaafkan, dan tidak membalas dengan keburukan. Hal ini menunjukkan bahwa beliau benar-benar diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. - Keyakinan kepada perlindungan Allah
Kisah-kisah ini mengajarkan bahwa Allah selalu menjaga Rasul-Nya dan risalah yang dibawanya. Umat Islam pun diajarkan untuk tidak putus asa, karena pertolongan Allah selalu ada dalam setiap kesulitan.[Sdz]





