PERSAUDARAAN Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) menggelar pertemuan rutin bulanan dengan tema “Sosialisasi & Problem Pengumpulan Zakat di bulan Ramadhan” di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber utama Satria Hibatal Azizy, S.H.I., M.Ec., mewakili pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bidang Pengumpulan.
Diskusi tersebut menjadi ruang strategis untuk mengupas tantangan pengumpulan zakat di bulan suci, sekaligus memperkuat literasi publik terkait zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Baca juga: PJMI Kecam Pembunuhan Jurnalis di Gaza, Desak Aksi Global Lindungi Kebebasan Pers
PJMI Gelar Pertemuan Rutin dengan Tema Sosialisasi dan Problem Pengumpulan Zakat di Bulan Ramadhan
Dalam paparannya, Satria menegaskan pentingnya pemahaman syariah dan regulasi dalam pengelolaan zakat. Ia mengingatkan, zakat merupakan kewajiban yang memiliki landasan kuat dalam Alquran dan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011.
“Selain itu, zakat penghasilan atau profesi kini menjadi salah satu sumber penting yang harus dioptimalkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, zakat profesi dikenakan sebesar 2,5 persen dari penghasilan, dengan standar nisab yang telah ditetapkan Baznas.
“Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan keadilan sosial, di mana setiap muslim yang mampu turut berkontribusi dalam membantu delapan golongan penerima zakat (asnaf),” pungkasnya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum BAGANA Gerakan Rakyat, Dr. Elfahmi Anzir Noor Azis, serta Ketua Umum PJMI, H. Ismail Lutan.
Diskusi dipandu oleh Rana Setiawan, editor Mozaik Islam Inilah.com selaku moderator.
Melalui forum tersebut, PJMI dan Baznas berharap sinergi antara jurnalis dan lembaga zakat dapat memperkuat edukasi publik, sekaligus meningkatkan kesadaran umat dalam menunaikan zakat secara tepat dan optimal, khususnya di bulan Ramadan. [Din]





