• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 15 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Menyampaikan Nasihat Kepada Orang Tua

16/02/2026
in Khazanah
Menyampaikan Nasihat Kepada Orang Tua

Foto: Pixabay

109
SHARES
838
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BAKTI kepada orang tua sudah jamak diketahui sebagai kewajiban. Namun, bentuk bakti tidak selalu bermakna membenarkan segala tindakannya.

Menyampaikan nasihat saat mereka melakukan kesalahan adalah bentuk bakti.

Ada saat kita menemukan orang tua menyakiti perasaan kita, tanpa mereka sadari.

Adab harus lebih diutamakan dibandingkan kebenaran saat berhadapan dengan orang tua.

Mereka akan lebih sensitif jika anaknya sendiri yang menegur atau menasihatinya. Itu hal yang wajar karena selama ini merekalah yang mendidik kita.

Baca Juga: Kabar Gembira untuk Orang Tua

Menyampaikan Nasihat Kepada Orang Tua

Adab menasihati orang tua tidak sama dengan adab menasihati orang lain seperti teman dll. Cara atau metode adalah sangatlah penting dalam hal ini.

Sebagai contoh: Hasan dan Husain, cucu Nabi Muhammad SAW, pernah mendapati ayahnya, Ali bin Abi Thalib, melakukan kesalahan saat berwudhu. Mereka khawatir jika menegurnya secara langsung akan menyakiti perasaaannya.

Ke-duanya pun mendapat ide untuk melakukan lomba berwudhu dan ayahnya diminta menjadi juri.

Saat itulah sang ayah melihat bahwa gerakan kedua anaknya sudah benar, ia berkata “Kalian berwudhu dengan benar, akulah yang salah”

Ini adalah salah satu contoh. Artinya, kita bisa menasihati orang tua dengan cara yang halus dan lembut, tidak selalu dengan ucapan.

Jika berbicara langsung akan menyakiti orang tua meskipun dengan cara yang halus kita bisa menggantinya dengan cara lain yang tidak secara langsung membuatnya malu dihapadan anaknya.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Memahami karakter orang tua terlebih dahulu juga penting untuk menemukan cara yang tepat. Di samping itu, carilah waktu yang pas. Kita tidak dituntut terburu-buru membenarkan sesuatu yang salah.

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (Q.S. An-Nahl: 125)

Hikmah disini dimaknai sebagai cara yang tepat dan bijak, termasuk juga pemilihan waktu yang sesuai dengan kondisi ternyaman.

Kita juga perlu ingat, saat orang tua melakukan kesalahan pada kita dengan ucapannya, di luar dari niat baik mereka untuk mendidik, kita perlu bercermin pada diri sendiri.

“Mengapa mereka bisa berfikir dan berbicara demikian?” Bisa jadi kita kurang terbuka pada mereka terkait hal-hal yang sedang dibicarakan, hingga mereka menerka-nerka dan berpikiran buruk.

Bisa jadi kita terlalu lama membiarkan perilaku salah mereka hingga kesalahan tersebut dipandang sebagai hal yang biasa.

Saat kita mampu bersikap objektif terhadap kesalahan orang tua, maka akan lebih mudah kita mencari cara untuk menasihatinya tanpa harus menyinggungnya.

Semoga kita termasuk golongan orang yang selalu berbakti kepada orang tua. [Ln/Sdz]

 

 

Tags: Menyampaikan Nasihat Kepada Orang Tua
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sekolah Lansia Salimah Kalbar Dorong Lansia Tetap Produktif dan Terus Belajar

Next Post

Al-Khansa binti Amru Mengajarkan Bertahan dalam Ketabahan

Next Post
Belajar Setangguh Nabi Ayub

Al-Khansa binti Amru Mengajarkan Bertahan dalam Ketabahan

Terapi Jus untuk Sakit Disentri

Terapi Jus untuk Sakit Disentri

Wahyu Menghidupkan Akal

Wahyu Menghidupkan Akal

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8404 shares
    Share 3362 Tweet 2101
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    841 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11334 shares
    Share 4534 Tweet 2834
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    930 shares
    Share 372 Tweet 233
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5118 shares
    Share 2047 Tweet 1280
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3790 shares
    Share 1516 Tweet 948
  • Wardah Lip Paddock Sajikan Dunia Motorsport dan Beauty

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4598 shares
    Share 1839 Tweet 1150
  • Ular dan Penampakan Jin

    449 shares
    Share 180 Tweet 112
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2126 shares
    Share 850 Tweet 532
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga