• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 13 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Menyampaikan Nasihat Kepada Orang Tua

16/02/2026
in Khazanah
Menyampaikan Nasihat Kepada Orang Tua

Foto: Pixabay

107
SHARES
820
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BAKTI kepada orang tua sudah jamak diketahui sebagai kewajiban. Namun, bentuk bakti tidak selalu bermakna membenarkan segala tindakannya.

Menyampaikan nasihat saat mereka melakukan kesalahan adalah bentuk bakti.

Ada saat kita menemukan orang tua menyakiti perasaan kita, tanpa mereka sadari.

Adab harus lebih diutamakan dibandingkan kebenaran saat berhadapan dengan orang tua.

Mereka akan lebih sensitif jika anaknya sendiri yang menegur atau menasihatinya. Itu hal yang wajar karena selama ini merekalah yang mendidik kita.

Baca Juga: Kabar Gembira untuk Orang Tua

Menyampaikan Nasihat Kepada Orang Tua

Adab menasihati orang tua tidak sama dengan adab menasihati orang lain seperti teman dll. Cara atau metode adalah sangatlah penting dalam hal ini.

Sebagai contoh: Hasan dan Husain, cucu Nabi Muhammad SAW, pernah mendapati ayahnya, Ali bin Abi Thalib, melakukan kesalahan saat berwudhu. Mereka khawatir jika menegurnya secara langsung akan menyakiti perasaaannya.

Ke-duanya pun mendapat ide untuk melakukan lomba berwudhu dan ayahnya diminta menjadi juri.

Saat itulah sang ayah melihat bahwa gerakan kedua anaknya sudah benar, ia berkata “Kalian berwudhu dengan benar, akulah yang salah”

Ini adalah salah satu contoh. Artinya, kita bisa menasihati orang tua dengan cara yang halus dan lembut, tidak selalu dengan ucapan.

Jika berbicara langsung akan menyakiti orang tua meskipun dengan cara yang halus kita bisa menggantinya dengan cara lain yang tidak secara langsung membuatnya malu dihapadan anaknya.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Memahami karakter orang tua terlebih dahulu juga penting untuk menemukan cara yang tepat. Di samping itu, carilah waktu yang pas. Kita tidak dituntut terburu-buru membenarkan sesuatu yang salah.

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (Q.S. An-Nahl: 125)

Hikmah disini dimaknai sebagai cara yang tepat dan bijak, termasuk juga pemilihan waktu yang sesuai dengan kondisi ternyaman.

Kita juga perlu ingat, saat orang tua melakukan kesalahan pada kita dengan ucapannya, di luar dari niat baik mereka untuk mendidik, kita perlu bercermin pada diri sendiri.

“Mengapa mereka bisa berfikir dan berbicara demikian?” Bisa jadi kita kurang terbuka pada mereka terkait hal-hal yang sedang dibicarakan, hingga mereka menerka-nerka dan berpikiran buruk.

Bisa jadi kita terlalu lama membiarkan perilaku salah mereka hingga kesalahan tersebut dipandang sebagai hal yang biasa.

Saat kita mampu bersikap objektif terhadap kesalahan orang tua, maka akan lebih mudah kita mencari cara untuk menasihatinya tanpa harus menyinggungnya.

Semoga kita termasuk golongan orang yang selalu berbakti kepada orang tua. [Ln/Sdz]

 

 

Tags: Menyampaikan Nasihat Kepada Orang Tua
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sekolah Lansia Salimah Kalbar Dorong Lansia Tetap Produktif dan Terus Belajar

Next Post

Al-Khansa binti Amru Mengajarkan Bertahan dalam Ketabahan

Next Post
Belajar Setangguh Nabi Ayub

Al-Khansa binti Amru Mengajarkan Bertahan dalam Ketabahan

Terapi Jus untuk Sakit Disentri

Terapi Jus untuk Sakit Disentri

Wahyu Menghidupkan Akal

Wahyu Menghidupkan Akal

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1911 shares
    Share 764 Tweet 478
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    260 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3567 shares
    Share 1427 Tweet 892
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8064 shares
    Share 3226 Tweet 2016
  • Kolaborasi BAZNAS dan LAZ Dorong Optimalisasi Zakat Jadi Solusi Menguatkan Indonesia dari Kemiskinan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1830 shares
    Share 732 Tweet 458
  • Kenali Ciri-ciri Lesbian dan Gay

    279 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Ketika Sembilan Ayat Al-Qur’an Membela Keadilan untuk Yahudi

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1182 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga