• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 5 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Menyampaikan Nasihat Kepada Orang Tua

16/02/2026
in Khazanah
Menyampaikan Nasihat Kepada Orang Tua

Foto: Pixabay

110
SHARES
845
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BAKTI kepada orang tua sudah jamak diketahui sebagai kewajiban. Namun, bentuk bakti tidak selalu bermakna membenarkan segala tindakannya.

Menyampaikan nasihat saat mereka melakukan kesalahan adalah bentuk bakti.

Ada saat kita menemukan orang tua menyakiti perasaan kita, tanpa mereka sadari.

Adab harus lebih diutamakan dibandingkan kebenaran saat berhadapan dengan orang tua.

Mereka akan lebih sensitif jika anaknya sendiri yang menegur atau menasihatinya. Itu hal yang wajar karena selama ini merekalah yang mendidik kita.

Baca Juga: Kabar Gembira untuk Orang Tua

Menyampaikan Nasihat Kepada Orang Tua

Adab menasihati orang tua tidak sama dengan adab menasihati orang lain seperti teman dll. Cara atau metode adalah sangatlah penting dalam hal ini.

Sebagai contoh: Hasan dan Husain, cucu Nabi Muhammad SAW, pernah mendapati ayahnya, Ali bin Abi Thalib, melakukan kesalahan saat berwudhu. Mereka khawatir jika menegurnya secara langsung akan menyakiti perasaaannya.

Ke-duanya pun mendapat ide untuk melakukan lomba berwudhu dan ayahnya diminta menjadi juri.

Saat itulah sang ayah melihat bahwa gerakan kedua anaknya sudah benar, ia berkata “Kalian berwudhu dengan benar, akulah yang salah”

Ini adalah salah satu contoh. Artinya, kita bisa menasihati orang tua dengan cara yang halus dan lembut, tidak selalu dengan ucapan.

Jika berbicara langsung akan menyakiti orang tua meskipun dengan cara yang halus kita bisa menggantinya dengan cara lain yang tidak secara langsung membuatnya malu dihapadan anaknya.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Memahami karakter orang tua terlebih dahulu juga penting untuk menemukan cara yang tepat. Di samping itu, carilah waktu yang pas. Kita tidak dituntut terburu-buru membenarkan sesuatu yang salah.

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (Q.S. An-Nahl: 125)

Hikmah disini dimaknai sebagai cara yang tepat dan bijak, termasuk juga pemilihan waktu yang sesuai dengan kondisi ternyaman.

Kita juga perlu ingat, saat orang tua melakukan kesalahan pada kita dengan ucapannya, di luar dari niat baik mereka untuk mendidik, kita perlu bercermin pada diri sendiri.

“Mengapa mereka bisa berfikir dan berbicara demikian?” Bisa jadi kita kurang terbuka pada mereka terkait hal-hal yang sedang dibicarakan, hingga mereka menerka-nerka dan berpikiran buruk.

Bisa jadi kita terlalu lama membiarkan perilaku salah mereka hingga kesalahan tersebut dipandang sebagai hal yang biasa.

Saat kita mampu bersikap objektif terhadap kesalahan orang tua, maka akan lebih mudah kita mencari cara untuk menasihatinya tanpa harus menyinggungnya.

Semoga kita termasuk golongan orang yang selalu berbakti kepada orang tua. [Ln/Sdz]

 

 

Tags: Menyampaikan Nasihat Kepada Orang Tua
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sekolah Lansia Salimah Kalbar Dorong Lansia Tetap Produktif dan Terus Belajar

Next Post

Al-Khansa binti Amru Mengajarkan Bertahan dalam Ketabahan

Next Post
Belajar Setangguh Nabi Ayub

Al-Khansa binti Amru Mengajarkan Bertahan dalam Ketabahan

Terapi Jus untuk Sakit Disentri

Terapi Jus untuk Sakit Disentri

Wahyu Menghidupkan Akal

Wahyu Menghidupkan Akal

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    386 shares
    Share 154 Tweet 97
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8578 shares
    Share 3431 Tweet 2145
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11403 shares
    Share 4561 Tweet 2851
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    917 shares
    Share 367 Tweet 229
  • Interpretasi Maqasid Syariah yang Relevan Bagi Kebijakan di Pasar Halal Global

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3393 shares
    Share 1357 Tweet 848
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3857 shares
    Share 1543 Tweet 964
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1385 shares
    Share 554 Tweet 346
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2193 shares
    Share 877 Tweet 548
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    967 shares
    Share 387 Tweet 242
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga