Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu” (Al-Baqarah: 168).
Ayat ini menegaskan pentingnya mengonsumsi makanan yang halal dan baik, karena berhubungan langsung dengan kesucian diri dan diterimanya doa.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Diriwayatkan bahwa Saad bin Abi Waqqash pernah meminta Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendoakannya agar doanya dikabulkan.
Rasulullah menekankan agar Saad memperhatikan makanan yang dikonsumsi: “Wahai Saad, perbaiki makananmu, maka engkau menjadi orang yang terkabul doanya. Demi Allah, seorang hamba yang menelan makanan haram, amalnya tidak diterima selama 40 hari. Dan orang yang hidup dari harta haram, neraka lebih layak baginya” (HR. At-Tabrani).
Meskipun riwayat ini dinilai dhaif, maknanya sejalan dengan hadits shahih lainnya yang menegaskan bahwa doa seseorang yang hidup dari yang haram sulit diterima (HR. Muslim).
Saad bin Abi Waqqash juga dikenal sebagai sahabat yang sabar dan ridho terhadap takdir Allah.
Pelajaran dari Saad bin Abi Waqqash: Pentingnya Makanan Halal dalam Kehidupan
Ketika matanya telah buta, ia tetap menerima kenyataan itu dengan lapang dada dan tidak meminta penglihatan dikembalikan, meski doanya selalu dikabulkan.
Kisah ini menekankan nilai kesabaran, ridha terhadap takdir, dan ketergantungan penuh pada Allah.
Pelajaran penting lainnya adalah kewaspadaan terhadap makanan dan harta yang halal.
Baca juga: Penting Bagi Suami Memastikan Makanan Halal untuk Istri yang sedang Hamil
Dalam fiqih Islam, harta haram terbagi menjadi dua: pertama, yang haram karena dzatnya, seperti bangkai, darah, babi, dan minuman keras; kedua, yang haram karena cara mendapatkannya, misalnya riba, judi, mencuri, atau korupsi.
Menghindari makanan dan harta haram menjadi kunci agar doa kita dikabulkan dan terhindar dari siksa neraka.
Kisah Saad bin Abi Waqqash menjadi teladan bagi umat Islam, mengajarkan agar memperhatikan halal-haramnya makanan dan harta, serta membangun kesabaran, ridha terhadap takdir, dan keimanan yang kokoh, sehingga keberkahan selalu menyertai hidup.[Sdz]





