POHON pisang ada beragam jenis. Tapi, keragaman itu tidak mengurangi ciri positif yang dimilikinya. Saatnya kita belajar dari pohon pisang.
Setidaknya, ada tiga pelajaran yang bisa diambil dari pohon pisang, selain kekayaan gizi yang dihasilkan dari buahnya.
Satu, pohon pisang berbuah dengan penyajian yang teratur.
Dari sekian banyak pohon buah, pohon pisang berbuah dengan penyajian yang begitu rapi dan teratur. Masing-masing pisang terkumpul dalam satu kelompok yang disebut ‘sisir’.
Dalam satu ‘sisir’ itu, semua pisang berada dalam ukuran dan tingkat kematangan yang sama.
Gabungan dari berbagai ‘sisir’ disebut tandan. Jadi, satu tandan terdiri dari beberapa ‘sisir’. Dan satu ‘sisir’ terdiri dari beberapa pisang. Semua tersusun rapi dan teratur.
Kedua, pohon pisang hanya berbuah sekali seumur hidup.
Pohon pisang berbuah sekali seumur hidup. Setelah itu, ia mati. Ia tidak pernah meminta perpanjangan periode. Ia puas karena sudah memberikan manfaat untuk umat manusia.
Ketiga, pohon pisang sudah menyiapkan penerusnya.
Menanam pohon pisang jauh lebih gampang daripada pohon buah lainnya. Cukup sekali tanam, hasilnya akan terus-menerus.
Memang, bukan pohon pisang utama yang akan berbuah lagi. Tapi, pohon-pohon baru yang dihasilkan dari pohon utama.
Selain menyiapkan buah yang tersusun rapi, pohon pisang juga menyiapkan penerusnya. Inilah regenerasi pengabdian yang luar biasa.
**
Menghasilkan amal yang terbaik jangan pernah diniatkan untuk hal lain selain karena pengabdian kepada Allah. Bukan supaya bisa dianggap paling berjasa, bukan untuk bisa dilihat orang lain, dan seterusnya.
Niatkan amal dengan ikhlas dan tunaikan dengan teratur dan rapi. Siapkan pula generasi penerus agar amal tidak berhenti di kita. Dan yakinlah bahwa Allah akan membalas dengan yang lebih baik, bukan balasan dari manusia. [Mh]





