ISTILAH super flu belakangan ramai dibicarakan setelah varian influenza A(H3N2) subclade K terdeteksi di sejumlah negara, termasuk Indonesia, meski secara medis istilah tersebut tidak dikenal sebagai nama resmi penyakit.
Super flu merupakan sebutan populer di masyarakat untuk varian influenza yang dinilai menular lebih cepat dan menimbulkan gejala lebih berat dibanding flu musiman biasa.
Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa super flu bukan virus baru, melainkan varian dari influenza A tipe H3N2 yang telah lama bersirkulasi secara global.
Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025.
Baca juga: Suplemen Vitamin D Tidak Efektif untuk Mencegah Flu
Super Flu Varian Influenza A (H3N2) Subclade K Terdeteksi di Sejumlah Negara, Termasuk Indonesia
Varian ini kemudian menyebar ke lebih dari 80 negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Thailand, serta sejumlah negara Eropa.
Julukan super flu muncul karena subclade K dilaporkan menyebabkan lonjakan kasus influenza di beberapa negara dengan musim flu yang lebih berat dari biasanya.
Varian H3N2 secara historis memang kerap dikaitkan dengan gejala yang lebih berat, terutama pada anak-anak dan lansia.
Kemenkes mencatat subclade K mulai terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas layanan kesehatan.
Hingga akhir Desember 2025, terdapat 62 kasus super flu influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan kasus terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Mayoritas kasus terjadi pada kelompok usia anak dan perempuan, berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing yang dilakukan Kemenkes.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kemenkes menegaskan bahwa berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi nasional, super flu influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibanding flu musiman.
Para ahli menegaskan bahwa asal super flu berkaitan dengan mutasi alami virus influenza yang memang terus berubah setiap musim.
Kemenkes memastikan situasi super flu di Indonesia masih terkendali, sembari mengimbau masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan. [Din]





