PARAGONCORP kembali menghadirkan ruang aman bagi perempuan untuk bertumbuh melalui gelaran talkshow inspiratif bertajuk “Rhythm of Growth” yang berlangsung di Atrium Senayan Park, Sabtu (29/11/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara Perempuan Berlari yang akan digelar Ahad (30/11/2025).
Talkshow tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Astri Wahyuni (Director of Corporate Affairs ParagonCorp), Analisa Widyaningrum (Psikolog dan Educator), serta Soraya Larasati (Artis sekaligus Running Influencer), dengan Zeezee Shahab sebagai Pemandu Acara.
Diskusi ini bertujuan mengajak perempuan mengenali ritme hidup masing-masing, menerima proses, serta berani bertumbuh melalui perjalanan personal.
Mengawali pembahasan, Astri menekankan pentingnya kejujuran diri sebelum menentukan arah kehidupan. Menurutnya, langkah pertama menemukan ritme adalah berhenti berpura-pura kuat dan mulai mengakui kebutuhan pribadi.

Ia juga menambahkan bahwa setiap keputusan tidak harus dinilai sebagai benar atau salah, melainkan bagaimana seseorang menjalani pilihan itu dengan kesadaran penuh.
“Ada sebuah kutipan yang saya suka banget bahwa ‘There is no right decision, but we have to make the decision right’. Jadi sebetulnya di dalam setiap keputusan, it’s just a choice, itu cuma keputusan aja, itu cuma pilihan yang kita bikin. Tidak ada yang bener dan salah,” sambungnya.
Baca juga: Women& Space by ParagonCorp dan Perempuan Berlari Dukung Mental Perempuan untuk Temukan Makna Diri
ParagonCorp Hadirkan Talkshow “Rhythm of Growth” untuk Dukung Pertumbuhan Perempuan
Astri membagikan pengalamannya sebagai ibu bekerja yang menerapkan prinsip one day at a time untuk menjaga keseimbangan hidup. Baginya, ritme terbaik tercipta ketika seseorang memahami kapasitas diri, menata ulang prioritas, serta memberi ruang untuk bernapas.
Sementara itu, Analisa mengungkapkan bahwa batas-batas diri justru dapat menjadi kekuatan dalam kepemimpinan. Menurutnya, periode terendah dalam hidup sering kali menghadirkan momen refleksi penting.
“Kadang di titik terendah kita itu adalah momen yang bikin kita reflect, bikin batasan terhadap ego kita dan pelan-pelan melangkah karena kita tidak sedang berlari kejar-kejaran dengan siapapun, kita kejar-kejaran sama diri kita sendiri,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa perempuan tidak harus selalu terlihat kuat atau serba bisa, karena sistem dukungan sosial sangat dibutuhkan dalam proses penyembuhan maupun pertumbuhan.
“Penyembuhan diri itu, kita juga butuh orang lain gitu. Jadi, kayak, saya suka memberikan apa ya, satu gambaran ke teman-teman perempuan bahwa kita tuh butuh orang lain gitu. Jadi, pada saat kita membangun ritme, kita harus membangun support system. Stop comparing yourself with others,” lanjutnya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Narasumber ketiga, Soraya Larasati, turut membagikan pengalaman pribadinya mengenai perubahan ritme hidup setelah menjadi ibu. Ia menilai fase pascamelahirkan menjadi masa paling rentan bagi perempuan.
“Ya memang kalau perempuan itu biasanya identik sama yang namanya sensitifitas ya. Jadi gampang baper gitu kan. Nah tapi kalau aku, kerentanan buat aku pada saat abis melahirkan. Itu kan ada momen-momen dimana rasa percaya diri turun ya, karena ngerasa mau berkarir susah, gak bisa ninggalin anak. Kayak pengen juga ngurus bayi sendiri, tapi pengen juga fokus karir. Jadi kayak dilematis,” ceritanya.
Soraya mengungkapkan bahwa ia menemukan kembali dirinya melalui olahraga lari setelah sempat berhenti dari dunia hiburan. Aktivitas ini membuatnya kembali disiplin, memiliki ritme hidup baru, dan memulihkan kepercayaan diri.
Ia menambahkan bahwa kebahagiaan yang diterima secara tulus dapat berdampak luas bagi lingkungan sekitar.
“Dengan kita happy, dengan kondisi pada saat ini adalah pencapaian tertinggi. Jadi gak perlu terlihat dalam bentuk ‘piala’ tapi yang bisa kita rasakan diri sendiri dan ternyata itu bisa bermanfaat buat banyak orang. Itu sebuah pencapaian yang memang tidak terlihat, tapi terasa buat banyak hati,” pungkasnya.
Melalui talkshow ini, Paragon berharap perempuan dapat saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan bertumbuh dalam ritme hidup masing-masing. Selain mengikuti sesi diskusi, para pengunjung juga dapat mengunjungi booth Women’s Space by Paragon yang hadir hingga 30 November mendatang. [Din]





