• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 11 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Memilih Pahit Manis Kehidupan

29/11/2025
in Nasihat
Uang Bisa Merusak Persaudaraan

Ilustrasi, foto: pointblank.ng

67
SHARES
512
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

HIDUP itu pilihan. Kitalah yang mengubah nasib, dan Allah yang menentukan.

Sahabat Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu sudah banyak menjadi pembicaraan. Hikmah dari sosok beliau begitu sarat pelajaran.

Yang ada dalam diri Abdurrahman bin Auf adalah keteguhan, kesabaran, dan kegigihan berusaha. Ia paham betul kalau kekayaan hanyalah titipan sejenak.

Ketika tiba dari hijrah Mekah ke Madinah, ia tak punya apa-apa. Hartanya tak bisa ia bawa. Mungkin sudah disita penguasa kafir Quraisy waktu itu. Ia pun mulai dari nol lagi.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mempersaudarakan muhajirin dari Mekah dengan warga Anshar: asli penduduk Madinah. Dan Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan muslim yang kaya. Namanya Sa’ad bin Rabi’ radhiyallahu ‘anhu.

Ia ditawarkan sebagian kekayaan Sa’ad. Ia pun bahkan ditawarkan salah satu istri Sa’ad yang akan ia ceraikan jika Abdurrahman bin Auf tertarik untuk menikahi.

Tawaran yang begitu manis. Tapi, semua ia tolak. Ia hanya minta ditunjukkan lokasi pasar di Madinah. Sekali lagi, ia lebih memilih memulai dari nol.

Ia begitu jeli menilai pasar. Saat itu, pasar begitu didominasi warga Yahudi. Kios-kios yang ditempati pedagang umumnya milik saudagar Yahudi. Mereka hanya menyewa.

Bagi Abdurrahman, ini peluang. Ia menanyakan ke para pedagang tentang sistem penyewaan yang berlaku. Aturannya baku: harian, pekanan, atau bulanan mereka harus membayar. Dalam keadaan untung atau rugi.

Abdurrahman bin Auf menawarkan ke para pedagang sistem lain yang lebih menarik. Mereka cukup membayar menurut prosentase keuntungan. Dengan kata lain, untuk pedagang yang nihil keuntungan, tak perlu membayar.

Wow, ini penawaran yang sangat menarik. Dan untuk si penyewa, cara ini selain sangat digemari pedagang juga berpeluang besar mendapatkan keuntungan lebih dari cara patok harga harian, pekanan, atau bulanan.

Abdurrahman bin Auf meminjam modal ke Sa’ad bin Rabi’. Buat apa? Untuk membeli lahan yang berdekatan dengan lokasi pasar untuk ia jadikan pasar saingan.

Hasilnya? Wow, luar biasa. Seluruh pedagang pindah ke lahan pasar Abdurrahman bin Auf. Dari situlah, ia bisa mengembalikan pinjaman dan menjadi saudagar baru di Madinah.

Tentu, strategi bisnis ini bukan sekadar butuh keahlian bisnis. Melainkan juga ketekunan dan kesabaran. Karena kasus ‘jatuh bangun’ sudah menjadi risiko yang melekat.

Dan pilihan ‘pahit’ yang kerap diambil Abdurrahman bin Auf berbuah ‘manis’ di hari-hari berikutnya.

Sebuah kisah menyebut Abdurrahman bin Auf pernah membiarkan kurmanya di gudang. Ia ingin lebih fokus berjihad dan belajar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kurma-kurma yang banyak itu pun busuk. Tapi, ia membiarkannya begitu saja.

Tiba-tiba, ada pedagang dari Yaman yang mencari stok kurma dari Madinah. Ia pun ke Aburrahman bin Auf. Tapi, Abdurrahman tak begitu tertarik dan mengabarkan kalau stok kurmanya sudah busuk.

Si pedagang menjelaskan, justru kurma yang busuk itu yang ia sedang cari. Hal ini karena kurma busuk Madinah dipercaya saat itu mampu mengobati penyakit kulit yang mewabah di Yaman.

“Aku tak ingin menjualnya,” ucap Abdurrahman bin Auf.

Karena sama-sama seorang pedagang, orang Yaman ini menangkap sebuah tawar menawar yang harus ia ikuti demi meraih keuntungan. Dan ujungnya, ia menawar kurma busuk itu tiga kali lipat lebih mahal dari harga kurma normal.

Tentu saja, hal itu diterima dengan senang hati oleh Abdurrahman bin Auf. Semula ingin ‘melepas’ kekayaan karena ingin lebih fokus dengan jihad dan dakwah, justru mendapat tiga kali lipat kekayaan.

Ia wafat di masa kekhalifahan Usman bin Affan. Kekayaannya saat itu ditaksir lebih dari enam triliun rupiah. Ia mewasiatkan hartanya itu sebagian diberikan untuk ahlul bait terutama janda-janda dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Para ahli sejarah ada yang memperkirakan bahwa setiap janda dari Rasulullah memperoleh harta warisan dari Abdurrahman bin Auf sebesar puluhan miliar rupiah.

**

Jangan melihat kesuksesan seseorang dari matangnya. Lihatlah dari mentahnya. Lihatlah bagaimana ia ‘membanting tulang’ untuk menempuh pilihan pahit itu. Dan hasilnya, ia bisa merasakan hal ‘manis’ dari kehidupan ini.

Memahami ‘pahit dan manis’ keadaan hidup ini akan menjaga kesadaran seseorang tentang kehidupan yang sejenak ini. Ia tidak putus asa ketika merasakan ‘pahit’ dan tidak ujub ketika ‘manis’.

Pilihan jalan ‘pahit’ yang berujung ‘manis’ itu dirasakan sebagai ibadah dan jihad untuk meraih ridha Allah subhanahu wata’ala dan kemaslahatan untuk banyak orang. [Mh]

 

 

 

Tags: Abdurrahman bin AufMemilih Pahit Manis Kehidupan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

ParagonCorp Hadirkan Talkshow “Rhythm of Growth” untuk Dukung Pertumbuhan Perempuan

Next Post

Shalat Raghaib dan Hukumnya

Next Post
Ustaz Jelaskan Momen-Momen Utama untuk Berdoa pada Waktu Shalat

Shalat Raghaib dan Hukumnya

Berjuang Tak Kenal Menyerah

Berjuang Tak Kenal Menyerah

Hikmah Diturunkannya Surat At Taubah

Hikmah Diturunkannya Surat At Taubah

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    268 shares
    Share 107 Tweet 67
  • Tips Dapat Cerah di Ekowisata Kalitalang Gunung Merapi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Jangan Terbawa Arus

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Resep Singkong Keju Goreng

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    539 shares
    Share 216 Tweet 135
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7819 shares
    Share 3128 Tweet 1955
  • Agar Bidadari Cemburu Padamu

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Nasihat Imam Ghazali untuk Anak

    218 shares
    Share 87 Tweet 55
  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga