• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 30 November, 2025
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Memilih Pahit Manis Kehidupan

November 29, 2025
in Nasihat
Uang Bisa Merusak Persaudaraan

Ilustrasi, foto: pointblank.ng

66
SHARES
505
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

HIDUP itu pilihan. Kitalah yang mengubah nasib, dan Allah yang menentukan.

Sahabat Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu sudah banyak menjadi pembicaraan. Hikmah dari sosok beliau begitu sarat pelajaran.

Yang ada dalam diri Abdurrahman bin Auf adalah keteguhan, kesabaran, dan kegigihan berusaha. Ia paham betul kalau kekayaan hanyalah titipan sejenak.

Ketika tiba dari hijrah Mekah ke Madinah, ia tak punya apa-apa. Hartanya tak bisa ia bawa. Mungkin sudah disita penguasa kafir Quraisy waktu itu. Ia pun mulai dari nol lagi.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mempersaudarakan muhajirin dari Mekah dengan warga Anshar: asli penduduk Madinah. Dan Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan muslim yang kaya. Namanya Sa’ad bin Rabi’ radhiyallahu ‘anhu.

Ia ditawarkan sebagian kekayaan Sa’ad. Ia pun bahkan ditawarkan salah satu istri Sa’ad yang akan ia ceraikan jika Abdurrahman bin Auf tertarik untuk menikahi.

Tawaran yang begitu manis. Tapi, semua ia tolak. Ia hanya minta ditunjukkan lokasi pasar di Madinah. Sekali lagi, ia lebih memilih memulai dari nol.

Ia begitu jeli menilai pasar. Saat itu, pasar begitu didominasi warga Yahudi. Kios-kios yang ditempati pedagang umumnya milik saudagar Yahudi. Mereka hanya menyewa.

Bagi Abdurrahman, ini peluang. Ia menanyakan ke para pedagang tentang sistem penyewaan yang berlaku. Aturannya baku: harian, pekanan, atau bulanan mereka harus membayar. Dalam keadaan untung atau rugi.

Abdurrahman bin Auf menawarkan ke para pedagang sistem lain yang lebih menarik. Mereka cukup membayar menurut prosentase keuntungan. Dengan kata lain, untuk pedagang yang nihil keuntungan, tak perlu membayar.

Wow, ini penawaran yang sangat menarik. Dan untuk si penyewa, cara ini selain sangat digemari pedagang juga berpeluang besar mendapatkan keuntungan lebih dari cara patok harga harian, pekanan, atau bulanan.

Abdurrahman bin Auf meminjam modal ke Sa’ad bin Rabi’. Buat apa? Untuk membeli lahan yang berdekatan dengan lokasi pasar untuk ia jadikan pasar saingan.

Hasilnya? Wow, luar biasa. Seluruh pedagang pindah ke lahan pasar Abdurrahman bin Auf. Dari situlah, ia bisa mengembalikan pinjaman dan menjadi saudagar baru di Madinah.

Tentu, strategi bisnis ini bukan sekadar butuh keahlian bisnis. Melainkan juga ketekunan dan kesabaran. Karena kasus ‘jatuh bangun’ sudah menjadi risiko yang melekat.

Dan pilihan ‘pahit’ yang kerap diambil Abdurrahman bin Auf berbuah ‘manis’ di hari-hari berikutnya.

Sebuah kisah menyebut Abdurrahman bin Auf pernah membiarkan kurmanya di gudang. Ia ingin lebih fokus berjihad dan belajar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kurma-kurma yang banyak itu pun busuk. Tapi, ia membiarkannya begitu saja.

Tiba-tiba, ada pedagang dari Yaman yang mencari stok kurma dari Madinah. Ia pun ke Aburrahman bin Auf. Tapi, Abdurrahman tak begitu tertarik dan mengabarkan kalau stok kurmanya sudah busuk.

Si pedagang menjelaskan, justru kurma yang busuk itu yang ia sedang cari. Hal ini karena kurma busuk Madinah dipercaya saat itu mampu mengobati penyakit kulit yang mewabah di Yaman.

“Aku tak ingin menjualnya,” ucap Abdurrahman bin Auf.

Karena sama-sama seorang pedagang, orang Yaman ini menangkap sebuah tawar menawar yang harus ia ikuti demi meraih keuntungan. Dan ujungnya, ia menawar kurma busuk itu tiga kali lipat lebih mahal dari harga kurma normal.

Tentu saja, hal itu diterima dengan senang hati oleh Abdurrahman bin Auf. Semula ingin ‘melepas’ kekayaan karena ingin lebih fokus dengan jihad dan dakwah, justru mendapat tiga kali lipat kekayaan.

Ia wafat di masa kekhalifahan Usman bin Affan. Kekayaannya saat itu ditaksir lebih dari enam triliun rupiah. Ia mewasiatkan hartanya itu sebagian diberikan untuk ahlul bait terutama janda-janda dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Para ahli sejarah ada yang memperkirakan bahwa setiap janda dari Rasulullah memperoleh harta warisan dari Abdurrahman bin Auf sebesar puluhan miliar rupiah.

**

Jangan melihat kesuksesan seseorang dari matangnya. Lihatlah dari mentahnya. Lihatlah bagaimana ia ‘membanting tulang’ untuk menempuh pilihan pahit itu. Dan hasilnya, ia bisa merasakan hal ‘manis’ dari kehidupan ini.

Memahami ‘pahit dan manis’ keadaan hidup ini akan menjaga kesadaran seseorang tentang kehidupan yang sejenak ini. Ia tidak putus asa ketika merasakan ‘pahit’ dan tidak ujub ketika ‘manis’.

Pilihan jalan ‘pahit’ yang berujung ‘manis’ itu dirasakan sebagai ibadah dan jihad untuk meraih ridha Allah subhanahu wata’ala dan kemaslahatan untuk banyak orang. [Mh]

 

 

 

Tags: Abdurrahman bin AufMemilih Pahit Manis Kehidupan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

ParagonCorp Hadirkan Talkshow “Rhythm of Growth” untuk Dukung Pertumbuhan Perempuan

Next Post

Shalat Raghaib dan Hukumnya

Next Post
Ustaz Jelaskan Momen-Momen Utama untuk Berdoa pada Waktu Shalat

Shalat Raghaib dan Hukumnya

Berjuang Tak Kenal Menyerah

Berjuang Tak Kenal Menyerah

Hikmah Diturunkannya Surat At Taubah

Hikmah Diturunkannya Surat At Taubah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7667 shares
    Share 3067 Tweet 1917
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3236 shares
    Share 1294 Tweet 809
  • AAW Unpad Pertemukan Profesor Amerika dan Jurnalis Indonesia

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pernikahan Fiki Naki dan Tinandrose Menarik Perhatian Publik

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • The Ultimate Acropolis, Mengunjungi Spot Yunani Kuno yang Mengagumkan

    203 shares
    Share 81 Tweet 51
  • ParagonCorp Hadirkan Talkshow “Rhythm of Growth” untuk Dukung Pertumbuhan Perempuan

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • Global Peace Convoy Indonesia Minta Pemerintah Kawal Relawan di Global Sumud Flotilla

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5160 shares
    Share 2064 Tweet 1290
  • Gading Paradise Kebumen Menghadirkan Wisata ala Eropa

    278 shares
    Share 111 Tweet 70
  • Palestina Alquds Resto and Cafe, Tempat Makan Unik di Bogor dengan Hiasan Dinding Ornamen Masjidil Aqsha

    243 shares
    Share 97 Tweet 61
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga