• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 30 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Kini Antibiotik Tak Lagi Mempan untuk Beberapa Infeksi Bakteri

15/10/2025
in Healthy
Kini Antibiotik Tak Lagi Mempan untuk Beberapa Infeksi Bakteri

Foto: Pinterest

71
SHARES
543
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SATU dari enam infeksi bakteri di dunia kini kebal terhadap terapi standar. Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, angkanya mencapai satu dari tiga.

Antibiotik yang selama hampir seabad menjadi tulang punggung pengobatan modern, perlahan kehilangan kekuatannya.

Menurut The Lancet Global Burden of Bacterial Antimicrobial Resistance, lebih dari 4,7 juta kematian setiap tahun berkaitan dengan infeksi bakteri yang memiliki resistensi antibiotik, dan sekitar 1,1 juta kematian di antaranya secara langsung disebabkan oleh resistensi tersebut.

Bakteri seperti Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Acinetobacter baumannii, dan Pseudomonas aeruginosa kini semakin sering tak merespons sefalosporin generasi ketiga, fluoroquinolon, maupun karbapenem, antibiotik lini terakhir yang digunakan di unit perawatan intensif.

Baca juga: Bakteri TBC Lebih Kuat Dibanding Bakteri pada Umumnya

Kini Antibiotik Tak Lagi Mempan untuk Beberapa Infeksi Bakteri

Data Antimicrobial Resistance Surveillance Indonesia 2023 menunjukkan 70,7 % isolat rumah sakit sudah menghasilkan enzim ESBL, terutama dari E. coli dan Klebsiella. Artinya, lebih dari dua pertiga infeksi bakteri umum tidak lagi dapat diobati dengan terapi lini pertama.

Penelitian di Universitas Airlangga menunjukkan infeksi Acinetobacter baumannii yang resisten terhadap karbapenem menggandakan biaya rawat inap.

Di masyarakat, 40-60 % penggunaan antibiotik disinyalir tidak tepat, baik karena resep tidak rasional, durasi salah, atau konsumsi tanpa indikasi medis.

Pola ini menandakan lemahnya tata kelola klinis dan pengawasan farmasi. Antibiotik masih mudah diperoleh tanpa resep, dan sering digunakan untuk penyakit viral seperti influenza.

Akibatnya, bakteri resisten berpindah antara komunitas dan rumah sakit, menciptakan rantai infeksi yang sulit diputus.

Resistensi antibiotik memperpanjang lama rawat, meningkatkan angka kematian, dan memperbesar klaim BPJS Kesehatan.

Rumah sakit harus memakai antibiotik cadangan seperti kolistin atau meropenem, yang lebih mahal dan toksik.

Secara makro, Bank Dunia memperkirakan resistensi dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi global hingga 3,8 % per tahun pada 2050 dan mendorong jutaan orang jatuh miskin.

Bagi Indonesia, hal ini berarti tekanan berlipat pada pembiayaan kesehatan nasional, produktivitas tenaga kerja, dan stabilitas ekonomi keluarga.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Antibiotik harus dipandang sebagai sumber daya strategis, bukan sekadar obat. Implementasi antimicrobial stewardship wajib diperluas ke semua fasilitas kesehatan, disertai audit terapi, pelatihan dokter, serta integrasi kebijakan dengan Formularium Nasional dan sistem kendali mutu BPJS.

Regulasi distribusi obat perlu ditegakkan agar penjualan antibiotik tanpa resep benar-benar berakhir. Di sisi industri, insentif riset antibiotik baru dan surveilans resistensi domestik perlu diperkuat.

Kunci keberhasilan tetap pada kedisiplinan klinis dan literasi publik. Masyarakat harus paham bahwa tidak semua demam membutuhkan antibiotik, dan menghentikan obat sebelum waktunya justru menimbulkan resistensi.

Masalah resistensi antibiotik bukan ancaman masa depan, melainkan kenyataan hari ini. Jika tidak dikendalikan, maka prosedur medis dasar seperti operasi, persalinan, dan kemoterapi bisa berisiko mematikan.

Menjaga efektivitas antibiotik berarti menjaga keberlanjutan sistem kesehatan modern. Kebijakan yang tegas, praktik klinis yang disiplin, dan masyarakat yang cerdas adalah cara untuk memastikan agar dunia medis tidak benar-benar memasuki zaman dimana antibiotik tak lagi mujarab. [Din]

Tags: Kini Antibiotik Tak Lagi Mempan untuk Beberapa Infeksi Bakteri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hukum Wanita Berambut Pendek

Next Post

7 Tips Memasak bagi Pemula

Next Post
Tips memasak bagi pemula

7 Tips Memasak bagi Pemula

Pelajaran dari Burung dalam Al-Qur'an

Pelajaran dari Burung dalam Al-Qur'an

Cara Mengatasi Rambut Rontok dengan Parutan Jahe

5 Bahan Alami Mengatasi Masalah Nyeri Haid ala Resep JSR

  • Cara Memutuskan Doa-doa Buruk

    Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    506 shares
    Share 202 Tweet 127
  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3439 shares
    Share 1376 Tweet 860
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7905 shares
    Share 3162 Tweet 1976
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6708 shares
    Share 2683 Tweet 1677
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5271 shares
    Share 2108 Tweet 1318
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    403 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    576 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2873 shares
    Share 1149 Tweet 718
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga