• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 11 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Kini Antibiotik Tak Lagi Mempan untuk Beberapa Infeksi Bakteri

15/10/2025
in Healthy
Kini Antibiotik Tak Lagi Mempan untuk Beberapa Infeksi Bakteri

Foto: Pinterest

77
SHARES
590
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SATU dari enam infeksi bakteri di dunia kini kebal terhadap terapi standar. Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, angkanya mencapai satu dari tiga.

Antibiotik yang selama hampir seabad menjadi tulang punggung pengobatan modern, perlahan kehilangan kekuatannya.

Menurut The Lancet Global Burden of Bacterial Antimicrobial Resistance, lebih dari 4,7 juta kematian setiap tahun berkaitan dengan infeksi bakteri yang memiliki resistensi antibiotik, dan sekitar 1,1 juta kematian di antaranya secara langsung disebabkan oleh resistensi tersebut.

Bakteri seperti Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Acinetobacter baumannii, dan Pseudomonas aeruginosa kini semakin sering tak merespons sefalosporin generasi ketiga, fluoroquinolon, maupun karbapenem, antibiotik lini terakhir yang digunakan di unit perawatan intensif.

Baca juga: Bakteri TBC Lebih Kuat Dibanding Bakteri pada Umumnya

Kini Antibiotik Tak Lagi Mempan untuk Beberapa Infeksi Bakteri

Data Antimicrobial Resistance Surveillance Indonesia 2023 menunjukkan 70,7 % isolat rumah sakit sudah menghasilkan enzim ESBL, terutama dari E. coli dan Klebsiella. Artinya, lebih dari dua pertiga infeksi bakteri umum tidak lagi dapat diobati dengan terapi lini pertama.

Penelitian di Universitas Airlangga menunjukkan infeksi Acinetobacter baumannii yang resisten terhadap karbapenem menggandakan biaya rawat inap.

Di masyarakat, 40-60 % penggunaan antibiotik disinyalir tidak tepat, baik karena resep tidak rasional, durasi salah, atau konsumsi tanpa indikasi medis.

Pola ini menandakan lemahnya tata kelola klinis dan pengawasan farmasi. Antibiotik masih mudah diperoleh tanpa resep, dan sering digunakan untuk penyakit viral seperti influenza.

Akibatnya, bakteri resisten berpindah antara komunitas dan rumah sakit, menciptakan rantai infeksi yang sulit diputus.

Resistensi antibiotik memperpanjang lama rawat, meningkatkan angka kematian, dan memperbesar klaim BPJS Kesehatan.

Rumah sakit harus memakai antibiotik cadangan seperti kolistin atau meropenem, yang lebih mahal dan toksik.

Secara makro, Bank Dunia memperkirakan resistensi dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi global hingga 3,8 % per tahun pada 2050 dan mendorong jutaan orang jatuh miskin.

Bagi Indonesia, hal ini berarti tekanan berlipat pada pembiayaan kesehatan nasional, produktivitas tenaga kerja, dan stabilitas ekonomi keluarga.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Antibiotik harus dipandang sebagai sumber daya strategis, bukan sekadar obat. Implementasi antimicrobial stewardship wajib diperluas ke semua fasilitas kesehatan, disertai audit terapi, pelatihan dokter, serta integrasi kebijakan dengan Formularium Nasional dan sistem kendali mutu BPJS.

Regulasi distribusi obat perlu ditegakkan agar penjualan antibiotik tanpa resep benar-benar berakhir. Di sisi industri, insentif riset antibiotik baru dan surveilans resistensi domestik perlu diperkuat.

Kunci keberhasilan tetap pada kedisiplinan klinis dan literasi publik. Masyarakat harus paham bahwa tidak semua demam membutuhkan antibiotik, dan menghentikan obat sebelum waktunya justru menimbulkan resistensi.

Masalah resistensi antibiotik bukan ancaman masa depan, melainkan kenyataan hari ini. Jika tidak dikendalikan, maka prosedur medis dasar seperti operasi, persalinan, dan kemoterapi bisa berisiko mematikan.

Menjaga efektivitas antibiotik berarti menjaga keberlanjutan sistem kesehatan modern. Kebijakan yang tegas, praktik klinis yang disiplin, dan masyarakat yang cerdas adalah cara untuk memastikan agar dunia medis tidak benar-benar memasuki zaman dimana antibiotik tak lagi mujarab. [Din]

Tags: Kini Antibiotik Tak Lagi Mempan untuk Beberapa Infeksi Bakteri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Mahasiswa IPB Buat Wafer Pakan Inovasi untuk Tingkatkan Produksi dan Kualitas Susu Sapi Perah

Next Post

7 Tips Memasak bagi Pemula

Next Post
Tips memasak bagi pemula

7 Tips Memasak bagi Pemula

Jangan Korupsi meski Sesedikit Apa pun

Jangan Korupsi meski Sesedikit Apa pun

Perdamaian Palestina: antara Idealita dan Realita

Perdamaian Palestina: antara Idealita dan Realita

  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    300 shares
    Share 120 Tweet 75
  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    348 shares
    Share 139 Tweet 87
  • Aturan Baru Mendaki Gunung Merbabu bagi Pendaki

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4214 shares
    Share 1686 Tweet 1054
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9293 shares
    Share 3717 Tweet 2323
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    813 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta: Membongkar Kebobrokan Feminisme dan Konsep Gender

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4793 shares
    Share 1917 Tweet 1198
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • 5 Kreasi Buncis untuk Bekal Anak yang Enak dan Menggugah Selera

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga