• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 14 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Suami Istri Jangan Hanya Bisa Menuntut Hak

19/03/2025
in Suami Istri, Unggulan
Suami Istri Jangan Hanya Bisa Menuntut Hak

foto:pinterest

77
SHARES
591
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KONSELOR Keluarga sekaligus Founder Wonderful Family Institute, Cahyadi Takariawan menjelaskan bahwa suami istri jangan hanya bisa menuntut hak.

Dalam kehidupan berumah tangga, ada hak dan kewajiban yang mengikat pada suami dan istri.

Kewajiban suami adalah hak istri, dan kewajiban istri adalah hak bagi suami.

Jika suami telah menunaikan kewajiban, hak istri akan terpenuhi.

Demikian pula jika istri telah menunaikan kewajiban, hak suami akan terpenuhi.

Yang menjadi masalah apabila suami dan istri saling menuntut hak dari pasangan.

Suami menuntut haknya dari istri, dan istri menuntut haknya dari suami.

Mereka hanya menuntut dipenuhinya hak, sementara tidak menunaikan kewajiban kepada pasangan.

Sikap seperti ini disebut sebagai curang, karena tidak adil dan tidak seimbang.

Islam sangat memperhatikan keadilan dan keseimbangan dalam segala sesuatu.

Maka seluruh bentuk ketidakadilan mendapatkan kecaman dan ancaman.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Cahyadi Takariawan Official (@cahyadi_takariawan)

Tidak tanggung-tanggung, ancaman Allah kepada pelaku kecurangan sangatlah keras.

Sangat mengerikan, membuat bulu kuduk serasa berdiri ketakutan. Perhatikan firman Allah Ta’ala berikut,

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ ﴿١﴾ الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ ﴿٢﴾ وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُ‌ونَ ﴿٣﴾ أَلَا يَظُنُّ أُولَـٰئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ ﴿٤﴾ لِيَوْمٍ عَظِيمٍ ﴿٥﴾ يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَ‌بِّ الْعَالَمِينَ ﴿٦﴾ – ﴿المطففين : ١-٦﴾

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang; (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam.” (QS Al-Muthaffifin : 1-6).

Apakah ayat-ayat di atas hanya berlaku dalam dunia takar menakar dan jual beli?

Apakah ayat di atas hanya membicarakan soal timbangan yang biasa dipakai para pedagang di pasar?

Mungkin kita membayangkan timbangan yang diganjal, timbangan yang dipalsukan, timbangan yang tidak ditera, dan lain sebagainya.

Suami Istri Jangan Hanya Bisa Menuntut Hak

Baca juga: Kecuali Pengantin Baru, Suami Istri Tetap Boleh Bercumbu Saat Puasa

Ternyata, makna ayat di atas sangat luas. Tidak hanya terkait dengan jual beli dan takar menakar barang.

Dalam kitab tafsir “Li Yaddabbaru Ayatih” dari Markaz Tadabbur dijelaskan, bahwa sahabat Salman Al-Farisi berkata, “Shalat adalah takaran, barangsiapa menyempurnakanya, maka dia akan disempurnakan, dan barangsiapa berlaku curang, maka kalian telah mengetahui apa yang (Allah) firmankan mengenai orang-orang yang berlaku curang”.

Markaz Taddabur menilai, ini adalah salah satu kehebatan ilmu orang salih terdahulu dalam memaknai ayat-ayat Al-Qur’an.

Salman Al-Farisi menjadikan makna ancaman yang ada dalam surah ini untuk siapapun yang berlaku curang walaupun bukan dalam persoalan jual beli.

Selanjutnya, Markaz Taddabur menjelaskan, { وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ } diturunkan atas perlakuan orang-orang yang berbuat curang pada timbangan dan takaran dalam jual beli.

Akan tetapi makna yang terkandung di dalamnya juga berlaku bagi siapa saja yang berbuat curang di luar perkara tersebut.

Sebagai contoh, sesorang memiliki tanggung jawab dalam suatu kepentingan dia memberikan kemudahan kepada pihak tertentu dan tidak memberikannya pada pihak lain.

Atau dia mementingan keperluan dirinya saja tanpa memikirkan nasib orang lain.

Atau sesorang tidak memuji satu pihak tertentu seperti yang disampaikan kepada pihak lainnya yang pada hakikatnya mereka adalah satu kepentingan.

Dalam kaitan dengan interaksi suami istri, ayat inipun bisa diberlakukan.

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menjelaskan, meskipun ayat ini berkaitan dengan orang yang berjual-beli dengan timbangan sebagai contoh yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun ayat ini juga mengenai pasangan suami-istri.

Kalau ada seorang istri yang hanya bisa menuntut, tidak menunaikan kewajibannya sebagai istri, maka terkena ancaman ayat ini.

Sebaliknya pula, seorang suami yang hanya bisa menuntut, sementara dia tidak memperhatikan kewajiban sebagai suami, maka terancam juga dengan ayat ini.

Oleh karenanya, kedua belah pihak, tidaklayak hanya bisa menuntut haknya.

Keduanya harus menunaikan kewajiban, dan menunaikan hak pasangannya.

Ternyata, ancaman terhadap perilaku hanya bisa menuntut hak tanpa mau menunaikan kewajiban sangatlah mengerikan. Ancamannya adalah adzab akhirat.[Sdz]

Tags: Suami Istri Jangan Hanya Bisa Menuntut Hak
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Saki, Content Creator Asal Jepang yang Memeluk Islam untuk Temukan Jati Diri

Next Post

Anak Guru Ngaji Saya Nakal

Next Post
Syawal telah Tiba

Anak Guru Ngaji Saya Nakal

TK Jakarta Islamic School Adakan Pesantren Ramadan 1446 H/2025

TK Jakarta Islamic School Adakan Pesantren Ramadan 1446 H/2025

Ujian Adalah Tanda Allah Mencintai Kita

Ujian Adalah Tanda Allah Mencintai Kita

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1917 shares
    Share 767 Tweet 479
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    652 shares
    Share 261 Tweet 163
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8067 shares
    Share 3227 Tweet 2017
  • Beberapa Warna Hijab yang bisa Kamu Mix and Match dengan Gamis Hitam

    138 shares
    Share 55 Tweet 35
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    263 shares
    Share 105 Tweet 66
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3570 shares
    Share 1428 Tweet 893
  • Dakwah Mendunia: Ustaz Muda Indonesia Gaungkan Al-Quran di Selandia Baru

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1832 shares
    Share 733 Tweet 458
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    841 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Melipatgandakan Pahala Infak Hingga 700 Kali Lipat

    224 shares
    Share 90 Tweet 56
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga